
Panah nA berputar sedikit di sekitar lengan sutra di mana pergelangan tangannya memiliki gelang giok hitam. Darah yang mengalir menetes tepat di batu giok yang tanpa sadar menetes juga menutupi tipis di belakangnya adalah buku kecil yang aneh itu.
Wussssss
"Dimana ini." "Ada apa, kenapa pindah ke tempat aneh ini". Interior Suwan kembali.
"Ada apa, kenapa pindah ke tempat aneh ini." Interior Suwan kembali.
"Dunia konyol macam apa ini." Teriaknya sedikit emosional saat dia merasa dimainkan.
Karena melamun,membuat suwan tanpa sadar disampingnya ada sebutir telur yang sudah menggelinding menghampirinya.
"Tuan, kenapa kamu orang yang begitu bingung." Kata telurnya.
Merasa ada yang bicara tapi tak nampak ada seorangpung disekitarnya membuat suwan mengerutkan alisnya .
"Siapa di sana" Suwan masih mencari siapa yang bicara.
"Hallo tuan, lihat pelayan di bawah kakimu." Perhatikan telurnya.
Karena reflek suwan langsung menengok kebawah dan bingung karena melihat telur sebesar itu.
Dengan menjongkokan badannya lalu meraih telur itu dan menggendongnya.
"Telur apa ini,sebesar kambing."Ucap suwan sambil mengelus telur itu.
"Tuanmu bertanya pada bocah telur itu apa?" Tanya telur yang sekarang ada di pangkuan suwan.
"Ya, telur apa?, Dan jangan panggil aku Tua." Kata Suwan lalu memasukkan telur itu kembali ke padang pasir.
"Yah, sebelum saya jelaskan. Saya harus memanggil Anda apa Pak.?"Tanya telurnya kembali.
"Panggil aku wan'er atau suwan." Katanya.
"Yah, wan'er, anak laki-laki adalah telur burung Roc." Tanyanya dengan menyipitkan matanya.
"Apa itu Burung Roc?" Gumam suwan penasaran.
"Hamba ialah burung gagah perkasa,pemakan daging dan paling kuat di semua jenis burung. " Jawabnya dengan tersenyum yang tak pernah bisa dilihat karena dia didalam cangkang.
Penjelasan tentang burung Roc.
Diterjemahkan dari bahasa Inggris-Roc adalah burung pemangsa legendaris yang sangat besar dalam mitologi populer di Timur Tengah. Roc muncul dalam geografi Arab dan sejarah alam, dipopulerkan dalam dongeng Arab dan cerita rakyat pelaut. Ibnu Batutah menceritakan tentang sebuah gunung yang melayang di udara di atas Laut Cina, yang merupakan roc.
Begitulah Roc ialah burung pemangsa terbesar dan terkuat disetiap legendanya.
Next
Mendengar penjelasan sang telur membuat suwan menganggukkan kepala serta kembali mengamati telur ini.
"Kenapa kau tak kembali disarangmu ,dan menetas disana." Kata suwan karena ia merasa ada yang aneh disekitarnya.
Tapi si telur itu tetap saja bergeming ditempat lalu berkata kembali
__ADS_1
"Wan'er ,kenapa kau hanya diam dan termenung?" .
Sembari menggelinding ke sana kemari didepan suwan.
"Aku hanya bingung saja,kau bisa bicara,sedangkan kau masih berbentuk telur." Ucapnya memberi tahu telur apa yang dia pikirkan
"Hehe,jelas hamba bisa bicara karena hamba sudah 1000an tahun didalam cangkang."Jelas si telur kembali,yang entah kenapa membuat suwan kembali berfikir keras.
"1000 tahun katanya?" Gumam suwan yang masih bisa didengar si telur.
"Hamba bisa menetas kalau anda mauuu..." Kata si telur sebelum selesai berkata sudah dipotong oleh suwan.
"Setelah aku apa,mengengkeramimu,ohh tidak." Kata suwan sembari menggelengkan kepala.
"Bukan begitu wan'er. Hamba bisa menetas setelah anda meneteskan sedikit darah anda ke atas cangkang hamba,karena bagaimanapun hamba sudah didalam ruang dimensi gelang giok hitam ini.Serta hamba merasakan anda memiliki dimensi lain yang dimana sang Phoenix tinggal ,hamb merasakan auranya dalam diri anda." Ucap si telur itu dengan masih tersenyum didalam cangkang telur hanya dia yang bisa melihat keluar sedangkan diluar cangkang tak bisa melihatnya.
Setelah mendengar penjelasan dari si telur tanpa banyak bertanya kembali,suwan langsung menggores jari tangannya dan meneteskan sedikit darahnya diatas cangkang telur cerewet itu .
Krakkk
Krakkk
Krakk
Setelah cangkang itu pecah,keluarlah se ekor burung yang entah kenapa membuat suwan memandangnya tanpa berkedip.
"Seperti burung elang tapi dengan ukuran terlalu besar." Batin suwan yang hanya ia mengagumi sekejab dan ekpresi kembali normal .
"Rawwkk" Suara burung itu terdengar saat ia terbang turun aka mendarat di tanah kembali dengan cakarnya yang kokoh dan kuat,dilengkapi dengan kuku yang tajam seperti sebilah pedang runcing membentuk jarum,dengan bulu yang lebat berwarna hitam kecoklatan,serta sayapnya yang besar melintang mengepak ke kanan dan sebelah kiri.
Dia mendarat dengan sempurna,karena kepakan sayapnya membuat debu berterbangan.
"Membuat polusi udara menjadi tercemar,debu tak baik untuk pernafasan." Kata suwan sambil berdiri karena tinggi burung melebihi tinggi badannya.
"Kau tinggi dan besar sekali,baru menetas saja" Kata suwan sembari mengelus kepala burung itu yang sudah menunduk didepannya.
"Hamba masih muda ,karena baru saja menetas.tapi hamba bisa merubah ukuran tubuh hamba .seperti burung kecil lainnya kalau diluar dimensi.Kalau disini saya hanya ingin bebas dengan ukuran bayi hamba segini." Kata dengan tetap melihat wajah suwan yang sedang memandangnya .
"Rocky ,"
Mendengar kata itu membuat burung tersebut diam saja .
"Itu namamu sekarang." Sambung suwan ,Sembari duduk kembali. Sedangkan Rocky sudah bahagia dengan nama barunya.
"Bagaimana caraku,Keluar dari sini." Tanya suwan setelah lama berdiam diri menerima hal yang sangat mustahil diluar nalar.
"Pejamkan mata anda lalu pegang hamba.Karena sekalian hamba ingin menghirup udara baru di luar dimensi ini" Kata Rocky dengan gamblang.
Mendengar penjelasan Rocky tanpa pikir panjang ia memejamkan matanya tak lupa menyentuh sayap Rocky .
Wusss
Suwan kembali dikamarnya ,dan ia melihat burung seukuran elang biasa hinggap di jendela kamarnya.
__ADS_1
"Rocky" Suwan memanggil burung itu,si burung menoleh lalu menjawab
"Ya,ini aku wan'er"
Mendengar jawaban Rocky membuat suwan tersenyum dan ia akan duduk tapi ia tanpa sadar melihat lengan tangannya saat ia menyibak hanfunya karena rasa panas menjalar ditubuhnya.
"Rocky,kemarilah."
"Ada apa,wan'er?" Tanya Rocky .
Tanpa berkata suwan memperlihatkan lengan tangannya dan disitu tergambar lukisan burung berwarna merah emas yang indah .
"Buku yang menyegel poenix itu dimana?"Tanya Rocky.
"Buku apa?" Balik tanya suwan yang sedikit bingung dengan perkataan Rocky.
"Buku usang,kecil berwarna merah ditengahnya ada ukuran ukiran berwarna emas." Jelas Rocky dengan sedikit takut karena ia merasa burung abadi itu telah terbebas.
"Oh ,buku itu.sepertinya pernah lihat."Ucap suwan dan dia menyibak bantalnya tapi tak ada buku itu.
"Aku taruh disini waktu itu."Gumam suwan masih didengar Rocky.
"Benar saja,dia sudah terbebas dan entah terbang kemana" Batin Rocky yang merasa ada yang sedang menatapnya dari awal ia keluar dari dimensi.
"Tapi kenapa dilenganku ada gambar burung ini." Tanya suwan yang memang ia jarang membaca buku fiksi atau novel fantasi lainnya.
"Karena anda pemiliknya sekarang jadi itu tanda bagi pemilik burung itu" Jawab Rocky lalu ia menambahkan kembali.
"Kalau anda ingin memanggilnya ,anda bisa mengusap lengan Anda tiga kali.pasti ia akan datang sendirinya" .
Dengan penasaran suwan mencoba mengusap tiga kali Lengannya.
Tak
Tak
Tak
Kepakan sayap terdengar di atas kayu atap kamarnya ,mendengar itu mereka berdua mendongakkan kepalanya keatas .
Terlihatlah burung cantik berwarna merah ke emasan yang dimana persis dengan yang dilengan suwan sendiri,ukurannya pun sebesar Rocky diluar dimensi.
Burung diatas atap itu terbang kebawah dan hinggap di samping suwan sendiri.
Sebelum bertanya dan berkata ,seseorang mengetuk pintu.
Tok
Tok
Tok
"Siapa?".
__ADS_1