
Burung diatas atap itu terbang kebawah dan hinggap di samping suwan sendiri.
Sebelum bertanya dan berkata ,seseorang mengetuk pintu.
Tok
Tok
Tok
"Siapa?".
"Ini saya nona,bersama dengan ibu Kim." Jawab orang yang ada dibalik pintu luar.
Setelah mendengar jawaban dari orang yang berada diluar,suwan pun tahu siapa orang dibalik pintu yang tertutup itu.
"Kalian berdua ,sembunyilah terlebih dahulu." Kata suwan kepada kedua burung burung yang bertengger di jendela dan disamping suwan.
"Baiklah wan'er" Kata Rocky ,
Sedangkan yang berada samping suwan hanya diam ditempat dan tetap masih anteng disana,membuat suwan menatapnya kembali.
__ADS_1
"Kau,tak ingin sembunyi.?" Tanya kembali suwan kepada burung merah emas itu.
"Tak kan ada yang bisa melihatku,tanpa seizinku/seizinmu." Kata burung merah emas itu.
"Okey ,terserah kau" Ucap suwan mengalah karena bagaimanapun dia tak ingin berdebat dengan seekor burung.
Karena terlalu lama membuat orang diluar kembali berteriak dengan nada sedikit jengkel.
"Nona,ibu Kim ingin bertemu .Cepatlah buka pintunya" Kata pelayan itu dengan nada kesalnya.
"Orang rendahan sepertinya,tak kan bisa membedakan siapa nona besar dan siapa bawahan" Batin suwan ,dia berdiri lalu melangkah menuju pintu dan membukanya.
Setelah suwan tau wajah siapa dibalik pintu,dia bisa melihat raut wajah kesal dan jengkel yang tidak disembunyikan oleh gadis pelayan itu,yang tak lain seumuran dengannya,sedangkan seorang parubaya disamping pelayan kecil itu,sedikit berpakaian lumayan bagus,dengan konde perak disanggul rambutnya jangan lupakan tahi lalat di antara dagunya.walaupun sedikit lebih bagus pakaiannya dibandingkan pelayan kecil itu.
"Nona besar,perkenalkan hamba ibuu Kim."Ucap wanita setengah parubaya itu dengan sedikit menunduk.
"Ya,ada apa?"Tanya suwan kemudian.
"Nona besar ,mohon maaf bolehkah hamba masuk terlebih dahulu didalam." Ucap ibu Kim meminta ia memasuki kamar calon majikan barunya.
"Ya,boleh .Masuklah." Jawab suwan sembari tersenyum tulus kepad ibu Kim,entah kenapa ia merasa nyaman dengan adanya wanita di depannya itu.
__ADS_1
Setelah mendapat izin dari suwan,membuat ibu Kim tanpa disuruh kembali langsung masuk mengikuti dibelakng suwan memasuki ruangan kamar suwan.
Tapi tiba saat akan melangkah menuju kursi didalam kamar itu,suwan dikagetkan dengan perkataan ibu Kim.
"Kau,kenapa ikut masuk.yang disuruh masuk itu saya." Ucap ibu Kim dengan nada angkuh dan sombongnya kepada gadis yang mengantarnya tadi.
"Disini tidak pernah kedatangan nenek sihir sepertimu,terserah kami tanpa izinpun kamu bisa masuk." Bantah gadis pelayan itu.
Sedangkan suwan hanya melihat dan mendengar cekcok antara ibu Kim dan pelayan kurang ajar tadi.
"Nenek sihir vs nenek lampir." Batin suwan lalu tersenyum sambil menopang dagunya diatas telapak tangan yang disangga oleh meja di depannya.
Mereka berdua berdebat tanpa adanya yang mengalah.
"Mereka kapan selesainya." Batin suwan kembali.
"Kau ,pergi saja.biarkan ibu Kim yang disini,." Ucap suwan memecah perdebatan mereka berdua.
"Huhh,"
"Awass kau ,ibu Kim dan kau suwan." Batin pelayan kecil itu
__ADS_1
Setelah kepergian pelayan kecil itu,ibu Kim kembali melangkah kedepan tapi ia dikagetkan oleh sesuatu .
"AAAAPAAA ITU NYATA." Ucap ibu Kim terbata bata.