
"Dimana sifat kejam dan bengismu.Wahai jendral muda song" Batin suwan dengan sedikit nada kurang suka.
"Sungguh tak mencerminkan sikapnya ." Batin mereka semua yang ada ditempat itu.
"Inikah jendral muda song .Yang terkenal kejam tak berperasakan." Batin orang lain yang berada dipojok .dengan sedikit topeng yang berbentuk bopeng besar di sekitar mata kanan sampai pipinya.
Prang
"Hati-hati "
Sisi lain dari restoran.
Kediaman pedagang sukses.Yang tak lain ialah wakil perdana mentri kiri .
Kediaman keluarga wei.
"Maafkan ,hamba nona." .Kata wanita yang ada dibelakang dengan mimik wajah serba takut .Sang pelayan tersebut.Sudah tahu bahwa sebentar lagi,dia akan menjadi kambing hitam majikannya.
"Semua gagal. Bagaimana aku bisa memberi pelajaran wanita buta itu.Kecantikannya membuatku kalau aku sampai bertindak gegeabah."
"Sial sial.gagal menjadi nyonya dikediaman jendral Song." Tambahnya dengan nada yang sangat dipenuhi amarah.
Sedangkan pelayan disampingnya hanya diam mengikuti.
Tapi nasibnya sama aja seperti hari hari biasanya.
Plakkk plakk
Tanpa permisi dan dengan membabi buta.Nona wei menampar pipi kanan dan kiri pelayannya dengan sangat kencang.
Dengan sedikit tergoyah karena tamparan itu.Pelayan tersebut goyah dalam pendiriannya dan jatuh dengan berantakan dilantai depan kaki majikannya.
Tanpa perkataan .Nona wei menendang perut sang pelayan dengan kakinya.
Duckk
"Au" Lirih pelayan dengan nada penuh kesakitan menahan sakit di area perutnya.
"Ampuni ,hamba nona" Ucap pelayan tersebut dengan penuh sesal dan rasa takut.
"Semua ini gara gara,gadis buta itu.Kalau dia tidak ada mungkin Bailu tak akan pernah berpaling dariku." Ucap wei ta tanpa rasa bersalah sama sekali.
Sedangkan pelayan itu hanya diam mendengarkan.
"Bukan karena Nona besar Song yang bersalah.Tapi anda sendiri.Anda terlalu arogant dan juga sombong."Batin pelayan yang ditendang wei ta tersebut.
"Tapi tenang saja.Acara di istanah lusa akan menjadi moment yang memalukan keluarga Song.Terutama gadis ****** itu." Ucapnya dengan senyum liciknya.Membut pelayan tersebut sedikit takut dan terbesit untuk menghianati majikannya sendiri.
__ADS_1
"Baiklah ,ambilkan kertas dan tinta." Perintah Wei ta kepada pelayannya tersebut.
Sedetik kemudian kertas sudah berada dimeja kamarnya.
Lalu dengan segores demi segores,dia menulis surat untuk seseorang yang akan menjadi sekutunya.
Selesai menulis surat dan digulung menjadi berbentuk tabung.Setelah itu dikasih pita dan stempel keluarga wakil perdana mentri Wei.
Tanpa pikir panjang,surat itu diberikan kepada pelayannya dan berkata.:
"Bawah surat itu kepada bibi selir.Di harem istanah kekaisaran sekarang." Perintahnya tanpa memberi upah atau pesangon untuk pelayannya srndiri.
"Baik nona,hamba laksanakan."Jawab pelayan tersebut dan melangkah akan pergi menuju luar pintu.Sebelum sampai pintu dia diberi perintah lagi.
" Ingat,langsung sampai ditangan bibi selir."Perintah kembali wei ta dengan sedilit berteriak.
Tanpa dia tau Nona kedua wei berada diluar kamar tersebut.
Lalu bergegas keluar dari halaman tersebut dan menunggu dipintu gerbang utama kediaman.
Setelah keluar dari kamar itu.Pelayan tersebut langsung pergi tanpa menoleh kebelakang kembali.
Jujur pelayan pribadi wei ta ingin sekali berhianat dari majikannya.
Tapi kepada siapa ,dia mencari pertolongan.
Karena melamun membuat dia tak fokus dan tiba tiba sebuah tangan ramping,putih seputih batu giok menariknya.
"Syuut,diam".
Melihat siapa yang menariknya .Membuat dia terkejut bukan main.
Gadis muda ,dengan fitur cantik seputih salju selembut batu giok.mata segelap malam dan rambut secoklat kayu.membuat siapa yang memandang kecantikan itu.sudah tahu siapa gadis tersebut.Dia lah Wei fala.Nama yang diberikan nyonya Hu dulu.Sebelum mrninggal dunia.
"Nona Kedua." Kaget pembantu itu dengan sedikit mengelus dada.
"Ayo cepat ,kita keluar saja dari sini." Tarik nona kedua dan di ikuti oleh pelayan nona kedua .
Pelayan nona kedua sedikit gembul karena majikan yang dilayaninya terlalu memanjakan pelayannya.Membuat seluruh pelayan di kediaman merasa iri kepadanya.Termasuk pelayan yang ditarik nona kedua itu.
"Lala,anda mau pergi kemana?." Tanya seseorang dengan sedikit suara serak seperti seorang nyonya kediaman.
Merasa mendengarkan nama pangilan sayang diucapkan seseorang.Dengan malas ia menoleh kebelakang.
Benar dugaannya kalau itu ialah ibu Angkatnya.Nyonya saat ini pengganti nyonya pertama ibu kandung Wei Ta sya.Nyonya Heng sui ibu kandung adik sepupuya Wei Ho Lan.
Dengan berat hati dia tersenyum dan membuat nyonya kedua.Terdiam dengan begitu lupa akan apa yang akan ditanya .
__ADS_1
Karena baru kali ini putri kakaknya tersenyum padanya.
"Bibi,saya akan keluar sebentar.Tolong izinkan kepada paman.Kalau saya keluar kediaman." Ucap fala dengan lembut.
"Baiklah,sebelumnya .Akan pergi kemana." Tanya kembali nyonya kedua kediaman Wei.
"Jalan jalan saja .Dirumah sangat membosankan." Ucap fala karena memang benar dia sangat bosan.
"Ya,Hati hati dijalan,dan tunggu sebentar."
"Bi ,tolong berikan kepada lala." Tambahnya dengan mengeluarkan kantong uang dari lengan hanfunya dan diberikan kepada pelayan pribadinya.
Setelah dapat perintah dan mendapatkan kantong itu .Tanpa disuruh pelayan itu memberikannya kepada fala.
"Nona kedua,ini dari nyonya." Kata pelayan itu dengan menyodorkan kantong itu dengan sangat malu malu.
"Terima kasih,bibi."Ucap fala dengan senyum indahnya.
"Dan satu lagi.kabar baiknya.ayahmu akan kembali dari perbatasan.Kau akan kembali kekediaman ayahmu dan nenek serta kakekmu semua kembali ke ibukota". Ucap nyonya wei dengan sedikit serak dan lari dari sana tanpa menoleh kembali.
" Bibi,selalu menderita dikediaman ini.semoga paman tk akan memiliki selir lagi." Batin fala dan kembali berjalan menuju tempat pelayan wei ta kembali.
"Pelayan,apa ta sya mengirim surat untuk Bibiku di istana lagi."Tanya gala dengan menyipitkan matanya.
"Bemar nona." Jawab pelayan itu.
"Dasar ,dia akan membuat masalah lagi.Dan membuat bibi akan kena masalah dan jengkel."Batin fala.
"Baiklah,aku akan jalan denganmu.Lagian aku akan menemui bibiku." Ucap fala dan mereka bertiga berjalan bersama.
"Naiklah kekereta ku.Kau tak mungkin kuat berjalan kaki sampai istanah" Kata fala karena dia tahu pelayan itu tak diberi ongkos sama sekali.Untuk naik kereta barang ataupun ongkos minum.
"Terimakasih nona" Ucap pelayan itu dengan sangat senang mendapatkan bantuan .
Sembari berjalan jalan karena lokasi istanah kaisar tak jauh dari ibu kota.
Karena perjalanan sedikit tenang dan membosankan membuat kedua pelayan itu berbicara di depan kereta bersama sang kusir.
"Apa kamu betah melayani nona pertama".Tanya pelayan fala dengan nada sedikit berbisik.
"Sejujurnya.saya sufah tidak tahan dari dulu.Tapi bagaimana bisa hanya gaji pelayan pribadi di kediaman lebih tinggi dari pelayan lain." Jawabnya drngan murung.
"Apa kamu mau terbebas." Tanya kembali.
"Bagaimana caranya.Saya mau asal ada pekerjaan yang layak." Jawabnya.
" Ikut Nonaku ke kediaman Hu.Kau mau.Aku akan berusaha membujuk nona.Asal kau setia dengan Nonaku aku tak kan kecewa.Berusaha menolongmu" .Ucap pelayan fala dengab tegas.
__ADS_1
"Saya mau.sangat mau..Saya akan berjanji setia setelah diterima." Tegas pelayan Wei ta sya dengan berbinar.
"Syuutt,kalian berdua berisik.Nona sedang istirahat"Ucap pelayan Satunya yang dari tadi sudah dikereta dalam bersama fala .Pelayan itu dari tadi didalam dan tak pernah ikut masuk karena pelayan tersebut sudah tua serta mantan pelayan pribadi ibu kandung fala sendiri yang dibawah dari kediaman Hong.