
"Lapor tuan ,semua penjaga gerbang dan pintu luka luka parah karena serangan seorang gadis kecil tadi." Ucap pengawal yang mukanya sudah bengkak semua.
"SIALANNNN,masalah kecil katanya.Lihat pembalasanku.gadis bar bar."
"Ayahanda ,paman kaisar,kedua kakek ,dan semuanya para tamu yang hadir.hamba pamit undur diri.permisi. " Ucap jendar muda song Bailu dengan pergi begitu saja karena ia sangat kesal.
Tak jauh berbeda dengan sang gegenya , Song suwan sendiri sedang kesal dengan pelayan yang baru saja mengantarnya dan kekesalan itu ia ungkapkan kepada paman Ji yang masih setia menemaninya disana.
"Anda lihat sendiri tadi paman.pelayan sialan itu dengan memutar bola matanya malas menuntunku sampai kedalam kediamanku.Apa itu yang namanya sopan santun seorang bawahan."ucap Suwan yang sangat geram akan hal itu .
"Suwan,inilah yang dinamakan startegi perang yang sangat bagus.dengan ini kita semua tau mana mata mata yang diutus pihak luar untuk mengawasi kediaman Song ini."ucap Kasim Ji dengan pelan karena takut ada yang sedang menguping mereka.
"Cara yang diberitahu tuan muda Bailu sangat bagus .Suwan kita bisa melihat musuh yang menyamar menjadi pelayan/ kerabat dengan kedua mata anda.lebih baik anda pura pura buta karena warna netra andapun mendukung hal itu." Tambah Kasim Ji mengucap akan hal itu.
"Tapi paman Ji ,apa itu tidak berlebihan." Tanya suwan kepada pria paru baya itu .
"Tak suwan,karena yang mengetahui hal itu hanya keluarga inti saja.keluarga kaisar hanya pamanmu seorang dan tak akan pernah ia beritahu siapapun.Dan hanya keluarga Song dan keluarga Na yang tau kau bisa melihat. " Jawab Kasim Ji dengan masih berdiri didepan jendela melihat sekeliling luar kediaman itu.
"Dan paman Ji juga mengetahuinya."Ucap suwan dengan masih melihat pria parubaya itu didepan jendela yang terbuka.
"Ya,dan saya juga yang memangil jiwa anda untuk menempati tubuh suwan karena jiwamu lah jiwa asli pemilik tubuh ini.sedangkan jiwa yang hilang itu hamba ambil dari dunia lain". Ucap Kasim Ji dan memandang Suwan dengan tersenyum bahagia.
"Apa"syok suwan mendengar penuturan Kasim Ji itu sendiri.
"Ya,karena hamba memang ingin melindungi calon docktor ajaib masa depan." Ucap Kasim Ji dan berjalan menghampiri Suwan sendiri.
"Suwan,hamba percaya padamu.Kaulah gadis yang diramalkan guruku seorang dokter dewa sebelum ia menuju alam dewa 15thn lalu.Jadi jangan kecewakan paman ya.Belajarlah dengan giat nak.Karena sepasang matamu sudah bisa melihat kau akan bisa menjadi lebih tinggi lagi."Ucap Kasim Ji dan tersenyum menepuk pundak suwan sendiri.
"Biarkan paman yang mengurus pelayan sialan itu.Tidurlah paman pamit undur diri." Ucap Kasim Ji dan pergi meninggalkan kediaman suwan.
Sedangkan suwan masih syok akan penjelasan sang Kasim atas apa yang ia dengar.
"Jadi selama ini.Nama Rina dan tubuh Rina itu bukan asli tubuhku.Tapi inilah tubuh asliku sendiri.Jadi gelar docter jenius itu hanya akan disandang seorang bernama Suwan dikehidupan ini.Aku akan berjanji padamu paman ji.Aku tak akan mengecewakanmu dan gurumu" .Ucap Suwan dengan tekat yang begitu kuat.karena ia tak menyangka ia didunia ini ialah kandidat dokter ajaib masa depan.
TOK
TOK
TOK
"Siapa?" tanya Suwan yang nanti akan berpura pura buta saat seseorang yang tak tau akan masuk.
"Jiejie ,ini hamba miamian."Jawab gadis kecil dibalik pintu masuk itu.
"Masuklah,"Jawab Suwan masih dengan nada dingin karena bagaimana pun gadis kecil itu jangan sampai tau bahwa dia menyayanginya.
Seorang gadis kecil dengan hanfu sederhananya, masuk dengan sedikit berjinjit agar tak mengeluarkan suara.
"Kenapa kau berjalan seperti ingin mencuri." Tanya Suwan yang membuat keseimbangan gadis itu hilang dan jatuh karena tak bisa menompang tubuhnya yang terlalu gembul itu.
Dengan lucunya ia hanya meringis malu karena jatuh dihadapan sang kakak perempuannya meskipun ia tak tau bahwa kakaknya bisa melihat tapi ia menyakini bahwa kakaknya punya mata ketiga yang ajaib.
__ADS_1
"Hehehehehehe,maafkan miamian karena membuat jiejie tak tenang karena brisik akan jalan kaki hamb." Ucap miamian yang menahan sakit dengan masih memampangkan senyum indah yang menampilkan sedert gigi susu yang sangat terawat.
"Lebih tak nyamannya melihat kau menjijit seperti itu ,berjalan biasa jangan seperti pencuri dikediaman ku." Ucap Suwan dengan kerasnya karena itu juga baik buat adiknya agar bisa disiplin.
"Kemari untuk apa.Bukannya harus istirahat besok pelajaran Seni bela diri.Pelajaran sastra .apa kau ingin bolos belajar miamian." Tanya Suwan dengan beruntutan, karena dia tau adiknya besok akan harus masuk belajar bela diri dan sastra dikediaman utama jendral Song Dang.kakeknya.
"Jiejie,hamba hanya ingin melihat jiejie.Sebentar saja,karena hamba tadi mendengar pelayan itu mengomel seperti burung." Jawab miamian yang memberitahu niat kedatangannya dari awal.
"Biarkanlah,agap saja kau mendengar orang memuji jiejiemu ini."Jawab Suwan dan ia duduk dengan tenang ditepi ranjang.
"Sekarang kembalilah kekediamanmu.Kau jangan sampai telat besok." Ucap Suwan dengan dingin seperti setiap malam disaat adiknya datang menemuinya.
"Baiklah jiejie,selamat malam .mimpi indah dan jangan lupa ajak miamian." U.cap gadis kecil itu tersenyum ceria.
"Hemm" Hanya deheman yang keluar dari mulut Suwan.
"Baiklah Gege ,miamian akan menjadi kuat seperti kedua Gege agar bisa melindungi jiejie.kelak miamian dewas." Teriak gadis kecil itu berlari keluar dari kediaman Suwan dengan bahagia.karena jiejie nya tak pernah berubah dengannya.
Sedangkan daritadi banyak telinga yang menguping pembicaraan adik kakak itu dari awal sampai akhir.
"Benarkan kata hamba.Suwan itu putri kita yang sangat tegas dan berwibawa tanpa memandang itu ,siapa dia akan mendidiknya seperti para prajurit.Jadi Suwan itu sepertinya seperti seorang kaisar wanita yang memerintah bawahannya."Ucap selir kie dengan bangganya menyombongkan anak tirinya sendiri.
"Kau sadar kie,yang diperintah itu putri kandungmu ,kenapa anda malah bangga dengan putrinya saingan madumu." Pacjing jendral Song dengan suara khasnya.
"Haduh,ayah mertua.meskipun miamian putri kandungku, tapi dia harus patuh kepada jiejienya kalau dia ingin menjadi wanita hebat suatu hari nanti.Karena cerminan adik berawal dari didikan kakak yang begitu hebat." Ucap selir kie yang tak tau disana ada semua anggota keluarganya.
"Jendral Na.mungkin dulu saat masih dalam kandungan putrimu kepalanya terbentur batu." Ucap jendral song kepada besannya.
"Entahlah tanya saja yang mengasuhnya."Ucap jendral Na yang tak tau kelakuan anaknya itu.
"Apa mungkin ,asuhanku salah !" tambah lagi nyonya Na menimpali ucapannya.
"Bukan,karena hati nurani yang baikmu menurut keputri yang anda asuh.Berbeda kalau pelayan yang menjebak suamimu itu yang mengasuhnya mungkin kie tak akan seperti malaikat hatinya." Ucap nyonya tua Song kepada besannya.
"Hemm,jadi merasa telah melahirkan kie." Ucap nyonya Na berurai air mata, karena bahagia,meskipun ia tak melahirkan kie. Tapi baginya kie ialah putrinya dan jantungnya.
"Kie,kau menjadi wanita kebanggaan ibunda putriku." Batin nyonya Na dengan tersenyum melihat putrinya yang masih berbinar binar mengagumi putri tirinya itu, sedangkan yang lain hanya diam diam melihat kelakuan tak biasa dari nyonya selir kie.
"Adik kie,bisa kita bicara berdua.Diruangan rahasia kita." Ucap nyonya Li yan dengan sedikit berbisik.
"Emm baiklah .Ayo Yan jiejie." Jawab kie dengan senangnya berjalan melangkah mengiringi istri sah suaminya itu.
Setelah sampai ditempat mereka berdua berkumpul yaitu diruang taman .Tanpa mereka sadari disana ada Song haucu dan song Suwan sedang bersama berdidiskusi disana.
"Bukankah itu ibunda dan ibu selir, sedang apa mereka berdua." Ucap Suwan dan diangguki adik laki lakinya.
"Ayo kita dengar pembicaraan mereka berdua. " Ucap Haucu dan mereka bersembunyi disemak semak.
"Yan jiejie ,ada apa kita harus bicara menjauh seperti ini.ada hal yang tak biasa ." Tanya kie dengan duduk dan menuangkan teh untuk jiejienya.
"Kie,semua sudah tahu bahwa hidupku sudah tak lama lagi." Ucap Li yan dengan nada sedihnya.
__ADS_1
Brakkk
Tanpa aba aba, kie menggebrak meja dan menumpahkan apa saja di meja itu .Membuat kedua yang menguping dengan jelas pembicaraan itu juga ikut syok.
"Perkataan macam apa yang kau ucapkan Li yan." Teriak kie dengan geramnya.
"Ini memang benar ,hidupku tak akan lama lagi dengarkanku kie." Ucap Li yan masih dengan nada sedihnya.
"Persetan dengan ucapanmu Li yan.Tak akan pernah bisa menerimanya,,kau janji denganku kita akan membesarkan putra putri kita bersama sama, tapi apa kau menghianatiku.dengan perkataan sialan itu." Ucap kie yang dengan marahnya tak terima akan semua itu.
"Tapi kie,kau sahabatku dan juga istri suamiku.Apa kau tak ingin menjadi nyonya besar dikediaman ini." Tanya Li yan dengan sedihnya.
"Li yan,lancang kau.hamba tak butuh status tinggi. Asal kau masih bertahan dan sehat disampingku dan bersama sama menjaga putra putriku ,sudah membuatku bahagia.Tapi jangan kau bicara soal kematian terus.Hamba yakin pasti akan ada yang dapat mengobati meridianmu yang hancur itu .Jangan slalu kematian saja yang ada dipikiran picik mu." Teriak kie dan pergi meninggalkan Li yan disana seorang diri.
Sedangkan, yang menguping sudah syok akan ibunya yang telah hancur meridiannya ,jadi pasti akan merenggut nyawanya juga suatu saat nanti.
Semua yang menguping sudah keluar dari persembunyiannya dan menghampiri Li yan.
"Kie ,masih kekeh akan pendiriannya Huang." Ucap Li yan yang sedih dan bersandar dibahu sang suami.
"Semua usaha kakak kaisar ,serta semua keluarga tak membuahkan hasil .Tapi kie tak mau menerima kenyataan ini bahwa hamba akan segera pergi ,tak ingin melepaskan ku." Ucap Li yan dengan sedih menangis.
Sedangkan ,yang berada disini juga sedih akan kehilangan menantu mereka. Tapi harus bagaiman semua usaha mereka menyembuhkan meridian Li yan tak akan pernah berhasil.Dan itu sudah memang hari hari dimana Li yan akan meresa menderita dan kesakitan.
"Ayah akan membujuk menatu siaalan itu agar bisa menerima kenyataan pahit ini.kalau sampai dia tak merelakanmu ayah akan menghukumnya saat itu juga." Ucap jendral Song dengan serius karena menantu pertamanya itu benar benar keras kepala seperti jendral Na itu .
"Tapi ,apa yang dikatakan kie ada benarnya juga.Siapa tahu masih ada harapan, untuk menyelamatkan Li yan 'er karena bagaimanapun mereka dua tumbuh bersama ,bermain dan suaminya pun mereka juga sama .kalau sampai kie berpisah dengan li Yan itu akan membuat pukulan telak untuknya ." Ucap jendral Na dengan serius memandang teman putrinya sekaligus madu sang putri dalam rumah tangga.
"Baiklah ." Ucap jendral song dan menyetujui akan hal itu.
Sedangkan ditempat lain ,tepatnya di kediaman selir kie dengan sedikit mengusap air matanya ia tersenyum bahagia dengan apa yang ia dengar.
Memang wanita itu terlihat tegar harus berbagi cinta dengan pria yang ia cintai kepada sahabatnya sendiri.
"Dengan kau tiada Li yan.aku akan memiliki semuanya. Bailu,suwan,haucu,miamian ia akan sepenuhnya menjadi putra putriku seorang diri .Tak akan ada yang merebutnya dariku.Tak apa kau merebut kekasihku tapi aku mendapatkan dua orang yang aku cintai .Kau tenang saja,meskipun mereka tidak lahir dari rahimmu .Aku akan menjadi ibunda satu satunya yang sangat baik untuknya." Batin kie dengan tersenyum penuh kemenangan akan hal itu .Karena yang ia tunggu tunggu untuk menguasai seluruh anak anaknya akan terkabulkan..
"Hamba harus berusaha menampilkan wajah kemarahan .Agar kebahagiaanku tak dilihat semua orang ,karena semua yang dikatakan ibunda na benar bahwa anak bisa membutakan semua hal kebaikan." Batin kembali kie tersenyum sinis menatap dirinya di cermin.
Ya,dia memang serakah ,karena ingin menguasai seluruh putra ,putri yang dia lahirkan dari rahimnya.
BRAKKKK
"Apa kau puas melihat Li yan menangis kie,kenapa kau tak menerima takdir bahwa ia akan meninggalkan kita."Ucap Huang dengan sedikit berteriak.
"Siapa yang tak menerima takdir Huang.Hamba sudah lelah menerima semua ini .Hamba yang melahirkan Suwan dan Haucu tapi kenapa ia yang dianggap ibu kandungnya; sedangkan hamba tidak.Keempat putra putriku aku yang bertaruh nyawa melahirkannya .Apa itu salah Huang ,aku ingin keempat anakku,dia yang tak bisa memiliki keturunan tapi dengan bangga mengenalkan Suwan dan Haucu anaknya didepan semua rakyat.Ibu kandung mana yang hatinya tak hancur." Ucap kie dengan berderai air mata.
"Kie,kalau kita tak melakukan itu ayahnda akan langsung menendang Li yan dengan tangannya sendiri.Kalau tau bahwa Li yan yang mandul dan tak bisa memiliki keturunan." Ucap Huang santai.
"Kau kasian padanya ,tapi tak pernah merasakan perasaanku.Huang kau bukan Huang ku yang dulu." Ucap kie dengan berderai airmata.
"Ini demi rencana supaya kaisar tak pernah menekan ku di persidangan kie.Kau harus ingat keputusan waktu itu " Ucap Huang dengan santai.
__ADS_1
PLAKKKK
"Aku membencimu,Huang"