
"Awass kau ,ibu Kim dan kau suwan." Batin pelayan kecil itu
Setelah kepergian pelayan kecil itu,ibu Kim kembali melangkah kedepan tapi ia dikagetkan oleh sesuatu .
"AAAAPAAA ITU NYATA." Ucap ibu Kim terbata bata,sambil melangkah mundur jatuh terduduk dilantai kayu kamar tersebut.
"Ada apa dengannya." Batin suwan menggelengkan kepala melihat tingkah yang tidak biasa dari wanita parubaya itu.
"Mungkin ,dia bisa melihat hamba tanpa seizin kita.Ada kekuatan yang tersembunyi diantara kedua mata wanita itu." Kata burung merah emas itu yang bertengger di samping suwan.
"Kau bisa mendengar dan bicara denganku melalui batin." Ucap suwan dalam pikirannya.
"Benar,karena kita sudah menjadi satu.Antara majikan dan hewan peliharaan mereka." Jawab sang burung dengan wajah biasa saja.
Setelah melakukan percakapan kontak batin dengan sang burung,suwan kembali melihat wanita parubaya itu ,yang masih duduk melihat matanya yang sungguh takjub.
"Nooonaa,anda memang sungguh hebat dan sangat luar biasa,semua Rahmat serta berkah sang Dewi melebur satu mengelilingi anda.anda sangat beruntung setelah sembuh mata anda,anda memiliki binatang kontrak yang sangat luar biasa." Ucap ibu Kim dengan nada gemetar dan mata berbinar,dia serasa mimpi melihat binatang cantik itu.Yang konon seekor burung yang melegenda di setiap kerajaan dari zaman ke zaman tapi blm ada yang tau keberadaannya.
__ADS_1
"Anda ,bisa melihatnya ibu Kim?." Tanya suwan karena dia hanya ingin memastikan apakah ibu Kim ini memiliki Indra ke enam diantara kedua matanya.
"Ya ,nona besar" Jawabnya tanpa memikirkan terlebih dahulu,setelah sadar akan perkataannya .
Dia merasa sedikit takut ,kalau sang nona besarnya malah menganggapnya orang suka berhalusinasi.
"Bagus,anda bisa melayaniku dengan baik."
"Selamat datang dihalaman paviliun ini,ibu Kim." Tambah suwan mengucapkan ucapan selamat datang.
"EHHH,HEHEHE .Maaf nona,hamba lancang.Karena sangat kagum dengan burung peliharaan anda." Jawab ibu Kim dengan wajah Malu.Membuat suwan tersenyum penuh karena melihat rona merah di pipi ibu Kim itu.
"Yang menyuruh hamba,ialah kakek anda nona besar.tuan jendral An." Jawab ibu Kim dengan tersenyum tulus yang bisa dilihat oleh suwan serta burungnya.
"Kenapa ,kau menjawab dengan jujur .Tanpa menutupinya dari kami." Tanya kembali karena ingin tahu apa maksud dari jendral An itu.
"Hamba ,disuruh menjaga Nona besar song suwan.Daru mara bahaya yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang" Jawab ibu Kim dengan kembali berdiri membersihkan hanfunya dan berdiri disamping suwan.
__ADS_1
"Karena,hamba memiliki keistimewaan di antara mata hamba ,yang bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat orang lain."Tambah kembali ibu Kim menjelaskannya.
"Alasan." Kata suwan yang ingin tahu lebih detail .
"Alasannya,karena anda cucu perempuan pertamanya nona besar." Jawab ibu Kim,yang entah kenapa dia merasa nona besar song ini berbeda dengan yang lain.
"Baiklah,sekarang kau kembalilah ketempatmu."
"Tapi ,nona...."
"Saya lagi ingin istirahat saja." Tambah suwan memotong perkataan ibu Kim yang belum selesai.
"Baik nona,hamba pamit undur diri." Kata ibu Kim ,menunduk dan melangkah mundur berbalik ,berjalan menuju pintu lalu keluar dan menutup kembali pintunya .
Setelah melihat ibu Kim sudah tak terlihat,Suwan kembali menoleh melihat burung merah emas.
"Sonix, kau kembalilah kedimensimu.Aku akan istirahat terlebih dahulu.Masalah denganmu nanti saja." Kata suwan ,dia berdiri ,melangkah menuju ranjang tempat tidur,dan berbaring disana.
__ADS_1
Dia sangat lelah karena seharian ia berfikir keras,dimana luka yang tadi membuat lengannya tergores.Bekas darah masih tersisa ,tapi lukanya entah kemana.
"Dimana,luka itu"