
"SIALANNNNNNN" geram tuan muda ji cun mantan tunangan suwan dengan geram didalam batin.
"Kenapa hamba sangat bodoh dengan semua ini.Dan tadi apa mereka tak menolak bahkan tak meminta mempertahankan pertunangan ini.Benar benar diluar dugaan ." Batin tuan besar ji dengan melihat putranya yang ia usir dan buang berdiri disisi nona sulung keluarga Song dengan diam dan tanpa ekpresi sama sekali.
"Semua ini salah ji cun Kalau bukan ji cun biang keladinya ,semua ini tak akan seperti ini kalau bukan ulah dia." Batin semua keluarga besar ji yang diam diam menyesali karena mereka mempercayai kata kata tuan besar ji yang dapat usulan dari putranya sendiri.
"Tuan jendral Song Dang ,apakah tak bisa dipikirkan usul putri hamba tadi." Ucap tuan Ji yang tak mau pasrah akan keputusan pertama.
"Maafkan hamba tuan besar ji.Hamba tak berhak memutuskan masalah pernikahan ini ,kalau cucu pertama hamba tak memiliki niat mempersunting nona dari kediaman ji.Dan satu hal lagi ,dia bukan hanya cucu pertama hamba.dia juga cucu pertama jendral NA ,jadi hamba tak berhak memiliki pendapat dan memutuskan secara sepihak karena menurut hamba kebahagian cucu hamba terletak pada tangannya masing masing.Kita hanya mengikuti keputusannya saja." Ucap jendral tua Song Dang dengan berjalan memutari tuan Ji dengan menaruh tangannya kebelakang seperti mengendong sesuatu.
"Tapi tuan jendral Song .Semua keputusan pihak keluarga besar keputusan tertua." Ucap tuan Ji tak mau menerima keputusan itu.
"Iya tapi tentang kediaman ,berbeda dengan pasangan hidup .Kami hanya mengandalkan cinta sejati untuk memiliki wanita yang akan menemani kami seumur hidupnya.Wanita yang bertutur kata baik,wanita sopan,wanita yang anggun dan berhati baik.Bukan hanya diluarnya saja.tapi semua dari dalam diri dan hatinya.kalau wanita itu serakah,pendendam dan hanya mementingkan diri sendiri.Semua itu tidak masuk dalam datar menantu idaman kediaman Song.benarkan jendral NA." Ucap jendral song yang melihat jendral Nu duduk dan menyesap araknya saja.
"Benar ,apa yang dikatakan tuan besan.hahahahahah". Ucap jendral Nu sembari tertawa dengan riang.
"Jadi usulan putri hamba sudah ditolak." Tanya kembali tuan Ji.
"Dari awal sudah ditolak oleh jendral Muda Song Bailu .untuk apa kau menanyakan kembali." Ucap jendral NA dengan mengelengkan kepala karena kelakuan licik keluarga ji yang telah membuang suwan dan meminta Bailu.itu mustahil mereka dapatkan.
"Kalau kalian tidak ada lagi yang bisa dibicarakan mohon duduk dan nikmati perjamuan ini.Atau kalian semua langsung pulang mempersiapkan pelunasan hutang kalian.",Ucap tuan song Huang dengan sedikit dingin karena ia sakit hati putri sulungnya disakiti oleh keluarga kecil itu.
"Hamba pulang saja ,tuan Huang." Ucap tuan Ji yang tak ingin berlama lama didalam aula keluarga song karena menahan malu,amarah,dan pusing atas semua hutangnya yang tanpa mereka sadari sudah menumpuk sampai melebihi jumlah tabungan serta harta semua keluarga ji.
"Silahkan,hati hati dijalan tuan Ji." Ucap Kasim Ji yang bertugas mengantarkan kepergian mantan keluarga ya.
"Kau adik durhaka." Ucap tuan Ji dengan geram.
"Maaf ,hamba seorang kasim.bukan seorang tuan muda kediaman anda.jadi hamba tak bisa ikut campur masalah anda." Ucap Kasim Ji membungkuk dan mengantarkan mereka hanya sampai pintu aula.
"Semua itu baru permulaan, tuan ji.kalian semua akan merasakan penderitaan yang dialami ibundaku serta istri hamba yang anda rendahkan karena dari keluarga miskin.Tapi kalian tau istri hamba sebenarnya putri klan Orian yang ada dinaungan pangeran bupati. Sekarang klan orian bersekutu dengan klan Song jadi hamba lah pelantar mereka.Membentuk persekutuan ini hahahahahahhahahhahah." Batin Kasim Ji dengan bahagia, karena sebentar lagi dendamnya akan terbalaskan.Dikekaisaran ini klan Song dan klan Nu yang selama ini menolongnya.Hanya ia ingin menyamar menjadi Kasim Ji bukan pemimpin baru klan Orian.
"Paman ji kemarilah." Ucap suwan yang tiba tiba meminta Kasim Ji kembali kesisinya.
"Ada apa nona suwan." Tanya Kasim Ji dengan lembut.
__ADS_1
"Apa rencana paman selanjutnya." Tanya suwan dengan berbisik pelan.
"Belum hamba bicarakan dengan tuan besar song.Kakek anda nona suwan." Ucap Kasim Ji yang jujur belum mendiskusikan semua ini.Karena semua tanpa kehendak yang mereka rencanakan.
"Heemm,baiklah paman ji.tolong antarkan hamba kembali kekediaman." Ucap suwan yang berpura pura meminta gandeng pelayannya.
"Pelayan,kemari pegang tangan nona muda suwan ,jangan sampai terjatuh atau Kasim ini akan menghukum campuk 200 kali sehari." Perintah Kasim itu yang didengar semua tamu.
"Baik Kasim ji.mari nona besar hamba antar kekediaman anda." Ucap pelayan itu takut sampai gemetar ,sedangkan Kasim Ji mengikuti dari belakang.
Semua tamu yang hadir melihat betapa kejamnya Kepala Kasim dikediaman ini yang tanpa perintah junjungannya memutuskan hukuman bagi bawahannya ,kalau melukai pihak keluarga kediaman klan Song .
"Lihat kau Kasim itu.Sangat galak dan jahat ." Ucap para nyonya yang berbisik.
"Dia bukan jahat.tapi dia menjaga keamanan para nona muda dikediaman klan Song.Kalau mereka teledor.Nyawa mereka yang melayang tau." Ucap nyonya satunya.
"Benar benar bawahan yang setia.tapi bukannya itu... " Ucap nyonya satu yang terpotong perkataannya oleh suaminya karena membungkam mulut sang istri.
"Diam ,jangan brisik lagi.kau liat jendral Tua Song,jendral tua NU,dan kaisar melihat kalian yang mengoceh tak tau berhenti." Bisik suaminya, dengan masih memandang depan dan tersenyum karena ia merasa malu dengan kelakuan para nyonya nyonya tadi termasuk istrinya.
"Ya ,tuan perdana Mentri song huang.Ada apa." Ucap tuan in takut dengan suaranya sendiri.
"Anda jangan begitu kasar dengan istrimu.Dia itu sudah bersusah payang mengayomi dan bekerja dikediamanmu.Apa anda tak ingin ia bahagia bertemu dan berbincang dengan para nyonya kediaman lain."Ucap perdana Mentri Song Huang dengan sedikit dingin .
"Maafkan ,kelancangan ucapan istri hamba tuan." Ucap tuan in yang malah meminta maaf.
"Bukan anda yang harus minta maaf dengan hamba.Tapi jangan anda ulangi kembali memarahi istri anda dikelayakan publik, karena ia akan merasa malu, dan sakit hatinya.Minta maaflah padanya saat anda sampai kediaman anda." Ucap perdana Mentri Song Huang dengan dingin dan kembali duduk melanjutkan perayaan ulang tahun putri bungsunya dan kesembuhan putri sulungnya.
"Hamba salut dengan kediaman dan keluarga besar klan Song.Suatu saat kalau hamba menjadi kuat ,hamba akan menjadikan mereka sahabat pertama klan in kelak ."Batin tuan in yang hanya hadir berdua dengan nyonya in.Karena putri semata wayangnya menjaga nyonya tua atau ibu tuan in yang sedang sakit parah.Selama 10thn membuat klan in merosot dari urutan pertama menjadi urutan terakhir 10thn lalu.Dan atas tragedi meninggalnya putra bungsunya yang disebabkan oleh Ji cun Waktu kecil dulu.
"Suamiku,hamba salut dan terpesona dengan kesopanan dan keharmonisan klan song.Hamba ingin sekali memasukan putri hamba satu satunya kekediaman ini.karena sepertinya kediaman ini sangat cocok untuk melindungi putri kita." Batin nyonya in dengan berbisik ditelinga suaminya.
"Apa semua ini ,anda sudah rencanakan dari awal istriku."Tanya tuan in dengan binggung karena tak tau jalan pikiran istrinya yang hanya didalam kediaman tak pernah bersosial dengan para nyonya lainnya tapi memiliki pemikiran yang sangat menguntungkan untuk keamanan putri satu satu mereka.
"Heemm,anda tau itu.Apapun akan hamba lakuan asal putri hamba aman." Ucap nyonya in dengan berbisik.
__ADS_1
Di aula kediaman song yang perayaan berjalan dengan lancar dan baik serta damai.
Tiba tiba ada suara keributan diluar para pengawal pintu dan seorang gadis biarkan.
"Biarkan hamba masuk.ini sangat penting." Ucap gadis itu dan membuat para pengawal babak belur karena dengan tanpa sadar karena kesedian ia menghajar pengawal kediaman song.
Gadis itu berlari tepat didepan tuan in.
"Ada apa ,"tanya tuan in yang mengenali putrinya yang sudah acak acakan karena berlari dengan kuda sangat kencang.
Sebelum gadis itu menjawab.jendral muda song mengucapkan kata kata pedas.
"Siapa gadis ,tak sopan ini.tuan in." Ucap Bailu dengan dingin.
"Maaf,kan kelancangan gadis kecil ini para tuan dan nyonya ,serta keluarga kaisar yang hadir.gadis kecil ini putri hamba." Ucap tuan in takut karena putri pasti akan dapat masalah karena merusak hari bahagia ini.
"Bailu,biarkan gadis itu berbicara."ucap jendral tua Song dengan dingin juga.
"Ayahanda,nenek wafat saat hamba mengambil air minum untuknya." Ucap gadis itu dan setelah mendapat informasi yang dibawa putrinya.
Nyonya in pun menangis histeri kala mendengar ibu mertua yang ia sangat meninggal kannya untuk selama lamanya."ibu ,suamiku.ayo kita pamit undur diri." ucap nyonya in menangis sesegukan.
"tuan hamba..."ucap tuan in terpotong karena sudah di didahului oleh kaisar.
"pergilah,jangan terlalu formal.kalian sedang berkabung." Ucap kaisar itu yang sudah menganguki kepala kepada jendral tua Song.
"Terimakasih yang mulia kaisar,tuan song dan semua.kami pamit undur diri." ucap tuan in dan pergi mengandeng putri nya ikut keluar dari aula kediaman song menuju kediaman in yang begitu jauh.
"Ayah ,dia kenapa dilepaskan." Ucap Bailu dengan sedikit tak terima.
"Sudahlah mereka sedang berkabung keponakanku." Yang menjawab bukan tuan Huang melainkan kaisar itu.
"Tapi paman kaisar." ucapan Bailu terpotong karena tepukan sang ayah.kau jangan terlalu kejam.Itu hanya kesalahan kecil.
"Lapor tuan ,semua penjaga gerbang dan pintu luka luka parah karena serangan seorang gadis kecil tadi." Ucap pengawal yang mukanya sudah bengkak semua.
__ADS_1
"SIALANNNN,masalah kecil katanya.lihat pembalasanku.gadis bar bar."