Magical Trader

Magical Trader
BAB 16


__ADS_3

HANZ MAHENDRA, ayah Layla tampak berpikir keras untuk mencari jalan keluar. Jika para Rustler bisa melacak keberadaan kantor Dian Hartanto, maka persembunyian para Wrangler akan diketahui mereka. Baginya, itu tidak boleh terjadi.


Sejauh ini, ia sudah berkorban banyak untuk menggagalkan rencana para Rustler mengkloning diri mereka agar menyerupai manusia. Ia tidak bisa membayangkan jika itu terjadi, orang-orang tidak lagi bisa membedakan mana manusia asli atau Alien.


Hanz sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana para Rustler melakukan percobaan berulangkali dan berakhir dengan kegagalan.


Mereka, para Rustler itu tetap bersikeras mencobanya. Seingat Hanz, sudah ada puluhan manusia yang menjadi korban untuk menunjang penelitian mereka.


Hanz melihat langsung organ-organ tubuh manusia itu mereka ambil dan mempelajari setiap unsur biologi di dalamnya.


Meski belum berhasil, mereka sudah menemukan fakta tentang bakteri E.Colli yang jumlahnya miliaran di dalam usus manusia dapat bertahan hidup dan berkembang biak menggunakan hidrogen.


Itulah penemuan yang terus mereka gali untuk satu tujuan. Menguasai bumi dan menjadikan manusia sebagai budak mereka.


Awalnya, Hanz belum menyadari tujuan itu. Ia baru bisa memahami setelah para Rustler juga menjadikan kaumnya sebagai kelinci percobaan.


Para Rustler yang sekarang akibat terlalu banyak menghirup oksigen mereka jadikan bahan perbandingan, sama seperti ketika membedah manusia.


Hanz dan istrinya menyaksikan semua proses itu dan mendapat tugas untuk mencari persamaan agar Rustler dapat bernapas dengan oksigen, sebaliknya manusia bisa bertahan dengan Hidrogen seperti mereka.


Percobaan demi percobaan terus dilakukan di dalam laboratorium rahasia.  Para Rustler hanya datang di saat-saat tertentu, selebihnya, pekerjaan lebih banyak dilakukan oleh Hanz dan istrinya.


Seandainya tak bertemu dengan Wrangler, mungkin Hanz dan istrinya tak akan berhasil menemukan serum yang bisa membahayakan umat manusia.


Wrangler adalah Alien yang mampu bernapas di dua unsur sekaligus, Oksigen dan Hidrogen. Wrangler memiliki semacam insang yang berada di dekat leher antara telinga. Insang itu yang membuat Wrangler bisa beradaptasi dengan kehidupan bumi. Secara spesies, mereka gabungan dari beberapa ras Pleiadian dan Annunaki.


Tidak seperti Rustler, yang dominan dari ras Reptilian yang berasal dari sistem bintang Alpha Draconis pada konstelasi Orion.


Secara teritorial, saat ini para Wrangler adalah penghuni bawah tanah bumi. Sementara itu, para Rustler adalah penghuni di luar sana, sebuah bintang yang ada di rasi Draco.

__ADS_1


Konon, rasi Draco sebagai bintang yang terdekat dengan kutub utara tersebut memiliki berbagai macam nama sebutan.


Orang Arab tradisional menyebutnya Thuban yang berarti Sang Naga. Sementara orang Persia menyebutnya Azhdeha, yang berarti ular pemakan manusia.


Dari dulu, Rustler membenci Wrangler dan selalu berperang hingga sekarang. Cara-cara mereka bertempur hampir tidak disadari manusia. Kadang para Reptilian melakukan perburuan ke dalam tanah. Sebaliknya, Wrangler mengejar mereka sampai di luar galaksi Bima Sakti.


Kehebatan teknologi mereka hampir tak sepadan buatan manusia dan sulit mengenali dan mendeteksi keberadaan mereka.


Suatu hari, para Rustler menawan salah seorang Wrangler. Mereka meminta Hanz meneliti kemampuan Wrangler yang bisa bertahan di bawah tanah yang sangat dalam.


Hanz akhirnya belajar banyak tentang keberadaan mereka yang berbeda-beda. Ia memutuskan Wrangler adalah sebagai Alien yang baik dan harus diselamatkan setelah Wrangler menyentuh tangannya.


Saat itu juga, Hanz seperti terlempar jauh melintasi ruang dan waktu. Ia bisa melihat bagaimana para Wrangler melindungi bumi selama ini. Kemampuan Wrangler tersebut berbanding terbalik dengan Dennis.


Sentuhan tangan Wrangler bisa membuat manusia melihat siapa dan apa yang mereka pikirkan. Sementara Dennis, melihat apa yang disentuhnya. Namun, tak bisa membuat orang mengetahui tentang dirinya.


Anomali kemampuan itu bagi Wrangler dapat dimanfaatkan untuk membantu mereka menjaga perabadan bumi.


Setelah mengetahui kebenarannya, Hanz segera memberitahu istrinya. Sebuah keputusan sulit dan teramat beresiko mereka tempuh demi menyelamatkan Wrangler. Bagi mereka, menyelamatkan Wrangler sama halnya menyelamatkan bumi dari kejahatan Rustler.


Ia sangat menyesal telah membantu Rustler bisa menyerupakan diri seperti manusia. Namun, bertemu dengan Wrangler, justru menjadi jawaban apa yang selama ini diinginkan para Rustler. Bernapas dengan oksigen.


Hanz berhasil menciptakan serum dari tubuh Wrangler. Namun, serum itu tetap ia rahasiakan hingga sekarang.


Di malam yang senyap, bersama istrinya, Hanz membawa Wrangler kabur dari laboratorium. Usaha yang mereka rencanakan dengan sangat hati-hati itu ternyata hampir gagal. Ia melihat istrinya dengan susah payah harus menghadapi para penjaga dengan tangan kosong.


Perkelahian mereka sangat sengit. Sialnya, jumlah penjaga semakin banyak berdatangan. Istrinya meminta agar Hanz segera pergi membawa Wrangler.  Mereka sempat berbantah-bantahan. Namun, suara lantang istrinya adalah perintah yang tak bisa dibantah.


Hanz berlari bersama Wrangler menuju pepohonan tak jauh dari laboratorium. Hanz bersembunyi di balik pohon untuk menunggu istrinya.

__ADS_1


Sementara itu, Wrangler tampak sibuk memainkan jari-jari tangannya ke dalam tanah. Hanz tidak memperhatikan secara detil. Ia mencemaskan keberadaan istrinya yang masih berada di dalam sana.


Tak beberapa lama kemudian, Hanz melihat istrinya keluar dari pintu sambil berlari. Hanz berteriak memanggil agar istrinya berlari menuju ke arahnya.


Hanya tinggal beberapa langkah  lagi. Hanz mengulurkan tangannya. Wajah mereka saling menatap.


“Dooorrrr…!”


Suara desing peluru meletus dari arah belakang istrinya. Ia tak bisa berbuat apa-apa. Senjata itu meletus tiga kali hingga membuat istrinya terkapar. Dengan cepat Hanz memberikan bantuan, menarik tubuh istrinya.


Hanz menangis. Ia meminta agar istrinya untuk bertahan. Namun, di belakang sana para penjaga mulai berdatangan kembali. Hanz merasa terancam. Ia perhatikan Wrangler sedang menepuk-nepuk tanah berulangkali.


“Apa yang kamu lakukan? Kita harus pergi sekarang!” ucap Hanz sambil memapah tubuh istrinya yang berlumurah darah.


Wrangler bergeming. Ia masih terus menepuk-nepuk tanah seperti sedang memberikan tanda. Hanz semakin panik. Namun, Wrangler justru menempelkan telinganya ke tanah. Ia terlonjak kegirangan.


Dengan cepat Wrangler meraih tangan Hanz. Seperti tadi, ia terlempar ke sebuah tempat yang asing. Kali ini, iaa seperti sedang merasa jatuh di kedalaman yang teramat jauh. Seluruh tubuhnya mendesir hebat.


Hanz seperti tak lagi sedang memapah tubuh istrinya. Semua terasa ringan. Ia merasa seperti sedang melayang. Bahkan, pegangan kuat tangan Wrangler sudah tak lagi ia rasakan. Tubuhnya melayang-layang seperti kapas ditiup angin.


Hanz sempat melihat segumpal cahaya di depannya. Semakin dekat, cahaya itu semakin membesar dan ia masuk ke dalamnya.


Hanz bisa kembali merasakan saat terjatuh di sebuah air danau yang terasa hangat. Di pinggiran danau, para Wrangler sudah menunggu kedatangan mereka. Namun, sangat disayangkan, kondisi istrinya semakin lemah dan sempat diselamatkan.


“Jemput anak kita, bawalah pulang ke Indonesia,’ ucap istrinya seiring hembusan napas terakhir.


Para Wrangler menyaksikan kesedihan itu. Hanya saja mereka tidak memunyai air mata. Setelah Hanz merasa tenang, ia baru menyadari sedang berada jauh di dalam tanah.


Rupanya, Wrangler tadi sedang berkomunikasi dengan teman-temannya saat mereka bersembunyi di balik pohon.

__ADS_1


Wrangler itu meminta ijin membawa manusia ke persembunyian mereka. Setelah mendapatkan ijin, portal bawah tanah langsung terbuka dan membawa Hanz ke tempat yang menurutnya hanya sebuah dongeng belaka.


__ADS_2