
Alkam pradipta adalah seorang lelaki muda berusia 29 tahun. Pemilik sebuah kafe di jantung kota besar ini. Usaha yang dirintisnya semenjak masih kuliah, kini sudah terlihat hasilnya. Kafe nya yang berkonsep industrial ini tampak nyaman bagi para pelanggannya.
Dahulu dia merintis usaha ini dengan kekasih tercintanya yang kemudian menjadi istrinya. Namun pernikahan mereka tidak berjalan lama karena selepas menikah, sang istri sudah dipanggil sang maha kuasa. Umur tidak ada yang tahu, sore itu istrinya terjatuh dari kamar mandi, tak sadarkan diri selama beberapa hari dan kemudian berakhir menutup mata untuk selama-lamanya.
Dan ini tahun kedua semenjak istrinya meninggal, namun dia tak nampak menggandeng wanita lain karena dihatinya masih terukir nama mendiang sang istri, Meira.
__ADS_1
Sosoknya yang bertubuh tinggi athletis,berkulit putih, bermata agak sipit,hidung mancung, rambut pendek dengan model rambut messy hair berwarna agak cokelat sungguh menarik banyak perhatian kaum hawa. Dia selalu tersenyum ramah namun hanya terhadap para pelanggannya.
Cafe yang dulu hanya berpersonil dia dan meira, kini sudah berubah menjadi kafe besar dengan 10 karyawan. Bangunan yang tadinya ia sewa, kini sudah menjadi miliknya. Dan dia kembali membeli tanah kosong di sebelah kafenya sehingga dia pun memperluas area cafe. Semenjak kematian sang istri yang tiba-tiba, dia menghabiskan waktu hanya untuk bekerja dan bekerja, tak ayal dia terbilang cukup sukses di usianya yang belum memasuki kepala tiga.
Karena kafenya memberikan fasilitas untuk banyak kalangan, membuat kafe yang baru saja berusia 4 tahun ini selalu di penuhi pengunjung. Aktam pun lebih memilih tinggal di kafenya. Bagian belakang kafe terdapat bangunan kecil,yang berisi satu kamar, kamar mandi, dapur dan ruang tamu. Semua ditata serba minimalis dan modern. Disitulah tempat dia tinggal. Tetap tidak mau berjauhan dengan tempat kerjanya. Kedua orang tuanya telah lama meninggal, sehingga kini dia sebatang kara. Hidup sendiri. Menikah dengan Meira membuatnya bersemangat menjalani hidup dan menciptakan keluarga baru, namun belum lagi dikaruniai seoarang keturunan, istrinya telah lebih dulu meninggalkannya untuk selama-lamanya. Pernikahannya dengan meira tidak mendapat persetujuan dari keluarga mendiang sang istri, karena kala itu Aktam masih seseorang yang belum berpenghasilan mapan. Meski akhirnya mereka menikah, namun keluarga Meira tidak pernah menganggapnya ada. Pun ketika Meira meninggal, putuslah hubungannya dengan keluarga mendiang sang istri.
__ADS_1
Kini dia hidup sendiri, keluarganya adalah semua karyawannya. Ketika bekerja dia selalu profesional, menganggap semua karyawan sama. Namun ketika selesai bekerja, Aktam memperlakukan seluruh karyawannya layaknya seperti keluarga.
Sifat baiknya terkadang membuat orang salah paham. Salah satu karyawannya, yang bertugas sebagai kasir bernama Nindy. Semua orang tahu jika dia menaruh hati kepada sang bos. Namun Aktam seolah tak perduli. Nindy merupakan gadis manis berambut panjang, baik, halus dan lembut. Dia merupakan salah satu karyawan favorit pelanggan, karena keramahan dan senyum manisnya membuat banyak pelanggan terutama pria, kembali lagi hanya untuk memandang sang kasir yang rupawan.
Namun lagi-lagi, gadis secantik apapun tidak membuat seoarang Aktam pradipta menjadi jatuh hati. Hatinya masih berisi sebuah nama, meira.
__ADS_1