MAKAM (MAriska AlKAM)

MAKAM (MAriska AlKAM)
Deal!!! mari bekerja!!


__ADS_3

Lasira dan kukuh telah selesai melakukan presentasi didepan kliennya dan hasilnya deal. Mereka menyetujui untuk melakukan perjalanan wisata untuk para karyawan mereka yang berjumlah seribu orang. Perjalanan tersebut di laksanakan setiap weekend. Dan dalam satu kali perjalanan mereka akan memberangkatkan sekitar 200 orang. Sehingga semua karyawan akan selesai melakukan wisata bersama bironya dalam kurun waktu kurang lebih 1,5 bulan di setiap weekendnya. Ini merupakan proyek yang cukup besar semenjak kepergian sang suami.


Mariska membutuhkan tambahan crew disetiap perjalanannya. Sehingga untuk menyiapkan itu semua dalam waktu kurang dari satu bulan, dia harus selesai mempersiapkan segala sesuatunya.


Waktu menunjukkan pukul 02.00 wib, dan seperti biasa dirinya sudah duduk di sofa empuk di sudut kafe Brotherhood ini. Dia tampak sibuk dengan ponselnya, menghubungi semua pihak yang berkaitan dengan perjalanannnya kali ini.


Untuk kesekian kalinya Alkam, sang pemilik kafe hanya memperhatikannya dari arah ruangannya . Entah kenapa, ada rasa tertarik di dalam hatinya untuk memperhatikan gadis itu. ah..gadis apa janda? alkam belum tahu jika mariska adalah janda.


" dia entrepeneur bos..usahanya biro wisata.." terdengar suara gina berbisik di belakang pundaknya. Alkam tampak menganggukkan kepala kemudian sejurus kemudian dia tersadar lalu memelototkan matanya.


" hehehe..ya kali..bos pengen tau..abisnya dari kemarin aku perhatiin kayak kepo-kepo gimana gituu..." godanya sambil berlari meninggalkan sang bos sebelum kepalanya kena jitak.


Alkam pun mengalihkan pandangan dan masuk kedalam ruangannya, berpura-pura mengecek pembukuan yang kemarin sudah dia cek.


"hmmm..entrepeneur... pantas..terlihat menarik..sibuknya sama kayak gw waktu dulu buka cafe ini.." gumamnya sembari tersenyum simpul.


Setelah dirasa selesai mengecek beberapa pekerjaan, dia melihat jam tangan menunjukkan pukul 15.30 wib, dia bangun dari kursinya bermaksud untuk pulang kerumah dan mandi. Ketika dia membuka pintu, tiba-tiba


jeduugg!!!


" auuwhhh....akkhhh..." terdengar jeritan tertahan dari seorang wanita. Alkam yang terkejut langsung menutup pintu dan melihat seorang gadis yang akhir-akhir ini selalu dipandanginya dari jauh, sedang meringis kesakitan karena terkena hantaman pintu kaca yang dia buka.


" astaga...sori mbak..sori.." ucapnya sembari berusaha membantu Mariska untuk berdiri. Mariska menampik uluran tangan Alkam kemudian berkata


" gak usah, aku bisa sendiri.." tolaknya kemudian mengangkat wajahnya dan memandangi wajah tampan nan rupawan di depannya sembari mengernyitkan dahi seperti teringat sesuatu


" ahh ya...aku inget sekarang..kamu yang kemarin nabrak aku juga kan?? ih..ada dendam apasih kamu sama aku?? dua kali ketemu main tabrak aja, ketemu ketiga kali, jidatku bisa jadi jenong kayak candi kalo kayak gini caranya " omelnya dengan panjang lebar menahan emosi dan sedikit rasa nyeri di dahi.


" aduh maaf mbak..yakin..aku minta maaf ini semua gak sengaja.."

__ADS_1


" lagian ya, tiap gw kesini pasti ada elu..pasti ada elu..lo karyawan sini?? mana bos lo? biar gw laporin deh, masa iya dua kali jedotin pelanggan ke pintu sih.."


" ya ampun mbak..kok jedotin..kan gak sengaja.."


Alkam melihat Gina berusaha mendekati dan menjelaskan bahwa bosnya adalah dia, namun Alkam memberi kode agar Gina tak melakukan itu dan Gina pun hanya mampu menuruti perintah sang bos.


" ihh..sebel tauk!! bikin males kesini aja!!"


" eh jangan donk mbak..kan mbak nya udah jadi pelanggan setia kami, saya minta maaf ya mbak..benar-benar minta maaf.." ucap Alkam sembari menundukkan tubuhnya membuat Mariska menghela nafas dan tersenyum tipis


" yaudahlah..gw maafin..lagian kasian elo kalo sampe di pecat sama bos lo gara-gara gw..."


Alkam mengangkat tubuhnya dan tersenyum


" terima kasih mbak.."


Mariska hanya tersenyum simpul kemudian mendekati Gina yang berdiri tak jauh dari tempatnya


" gak usah..gw cuman mau booking ruangan VIP buat besok masih bisa gak? "


" oh bisa kak..untuk jam berapa?"


" pas jam makan siang aja.."


" menunya kak?"


" yang paketan makan siang buat 20 orang lah..ada ga? atur aja deh,pokoknya isinya makan siang dan cemilan buat 20 orang.."


" siap kak.."

__ADS_1


"perlu aku DP?"


" buat kakak, enggak usah kak..Dp nya udah buat jidat kakak yang cedera aja.."


Mariska hanya tersenyum geli kemudian berpamitan dan pergi meninggalkan kafe tersebut .


***


Hari ini, Mariska memulai meeting bersama seluruh crewnya. Ternyata ruangan VIP di kafe tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhannya. Sehingga meeting yang dilakukannya bersama para crew yang sebagian besar adalah mahasiswa berlangsung dengan santai .


" Jadi nanti per minggu, gw bakal bagi kaliam menjadi 4 kelompok..nanti per kelompok, Tour Leadernya ada dua, cewek sama cowok "


ucapnya ketika memberi pengarahan kepada seluruh crew.


" tempat wisatanya di pulau Bali sangat banyak, namun kita hanya akan mengunjungi beberapa tempat..bisa kalian liat di kertas yang udah gw bagiin..kalo kalian belom pernah kesana,tapi kalian harus menjelaskan seluruh tempat wisata itu kepada para peserta,kalian harus gimana?"


" harus googling baca baca kaaakkk...." teriak mereka serempak


" oke pinter..kalo udah baca-baca dan paham kondisi disana kalian harus apa?"


" harus pura-pura pernah kesana seribu kali kaakkk..."mereka kembali berteriak dengan kompaknya


" oke bagus! smart! kalo lagi kayak gini, gw jadi berasa kayak guru TK.." ucapnya disambut derai tawa para anak buahnya.


Ruangan VIP yang berdindingkan kaca membuat seluruh ruangan tersebut terlihat dari luar karena Mariska memang tidak menutup tirai dari dalam. Lagi-lagi Alkam memandanginya dari jauh. Tanpa dia sadari muncul perasaan kagum dalam dirinya. Semuda itu sudah memiliki bisnis dengan banyak anak buah. Sungguh , hal itu yang membuatnya tertarik. Dunia wirausaha, bukan pelaku wirausahanya yang kebetulan muda dan cantik. Setidaknya itu yang dia rasakan saat ini


Kembali kedalam ruangan, kini Mariska duduk sembari menikmati jus buah pesanannya. Kukuh mengambil alih instruksi dari Mariska, karena memang setelah ini dia sepenuhnya yang akan menjadi leader tim dalam perjalanan wisata ini.


" ah iya..sori gw nyela bentar..jangan lupa ya..seragamnya di susun perhari nya skalian..sepatu juga..kalian harus pake kets warna putih semua.. gak ada yang boleh pake flatshoes apalagi high heels , ingat..kalian harus selalu tampak keren segar dan menyenangkan ketika dipandang!! gak boleh ada yang bau ketek..kayak lo tuh..." ucapnya sembari menunjuk salah satu crew yang sedang fokus makan daripada mendengarkan, membuat semua orang tertawa

__ADS_1


Karena mereka bergerak dalam bidang jasa dan pelayanan, Mariska selalu menekankan penampilan harus rapi dan keren, setidaknya itu yang akan dilihat pertama kali. Itulah salah satu alasan, dia selalu merekrut crew yang masih berstatus menjadi mahasiswa. Selain masih muda dan menarik, mereka lebih kreatif dan juga berstamina tinggi. Tidak mudah lelah ketika harus wara wiri mengurusi pekerjaan mereka.


Sungguh, menjadi seorang entrepeneur itu sangat menyenangkan, setidaknya itu yang selalu dirasakan oleh Mariska. Ketika bekerja , waktu bisa dia kendalikan sesuai dengan kebutuhannya. Segala hal bisa di sesuaikan dengan keinginannya, meski sebagai seorang entrepeneur merintis usaha dari nol adalah hal terberat dan tersulit namun justru disitulah tantangannya.


__ADS_2