
Hening masih melanda kedua manusia berbeda gender tersebut. Mereka berdua larut dalam pikiran masing-masing. Meski baru beberapa hari mengenal, entah kenapa rasa nyaman sudah tercipta di antara keduanya.
" kalau boleh tau, papanya si kembar meningg al karena apa?"
" kecelakaan..."
" oh...kematian yang tiba-tiba ya..gw ngerti gimana rasanya.."
" really? why?"
" istri gw juga meninggal karena kecelakaan kecil yang berakibat fatal..."
" dimana?"
" dia kepeleset di kamar mandi.." ucapnya sembari menundukkan wajah. Kini Mariska tahu, kenapa ekspresi Alkam ketika dia terjatuh kemarin sungguh berlebihan.
" aaaa..pantes..kemarin pas gw liat lo panik banget..ternyata..."
" ya gitu lah..gw masih sedikit trauma kalo ada orang jatuh di kamar mandi...itu kan hal sepele..tapi fatal.."
" iya sih..."
" waktu itu istri gw kepeleset, pingsan dan karena gw sepelein, gw cuman tungguin ampe dia kebangun...tapi setelah lebih dari setengah jam dia ga siuman, baru gw bawa ke rumah sakit..sampe sana, udah telat..dia langsung kritis..sehari kemudian dia gak ada.."
" i'm sorry to hear that.." ucap Mariska sembari menangkupkan kedua tangan di depan dadanya
" hmmm..gak papa, udah 2 tahun lebih berlalu..."
" trus lo belom married lagi? "
" belum..gak tau lah..gw juga gak nyari.."
" masih cinta?"
" ya kalo dikatakan masih, pasti masih..secara perginya tiba-tiba, gw gak ada persiapan...ya sama kan kayak lo..tiba-tiba juga kan?"
Mariska menghela nafas kemudian memulai menceritakan kisahnya
__ADS_1
" ya sama..tiba-tiba juga..cuman gw gak sedih..gw cuman sakit ati..."
" lho? kok bisa?"
" hufhh..males sebenernya bahas ini.." jawabnya dengan tatapan mata sendu
" oh okay..kalo gak mau, gak usah cerita..gapapa.."
" gak lah, biar adil..kan lo udah cerita..jadi gw juga cerita deh..biar impas.."
" okeelaahh.."
" bapaknya si kembar kecelakaan, abis dari hotel..."
" meeting?"
" iya..meeting ama kekasih gelapnya.."
Mengalirlah cerita awal mula pernikahannya yang berlangsung karena keterpaksaan, dijodohkan. Berlanjut dengan kondisi rumah tangganya, sampai lahirlah kedua buah hatinya dan berakhir dengan kisah tragis sang suami yang kecelakaan bersama kekasih gelapnya.
" jajannya mana om?" tanya mereka serempak
" ini nih..dibagi buat berdua ya.." ucanya sembari memberikan bungkusan berisi berbagai macam makanan ringan ke arah si kembar.
" makasiihh ya omm.."
" sama-sama..."
Melihat tingkah polah si kembar membuat hatinya merasakan "keramaian" . Seandainya Meira masih hidup, pasti sekarang mereka sudah memiliki seorang anak. Alkam membuyarkan lamunannya.
" udah sore..gw balik dulu ya ..." pamitnya ke arah Mariska
" oke..makasih ya.."
" om..om alkam kok pulaangg...gak main dulu sama kita??"
" hmmm..emang kalian pengen main apa??"
__ADS_1
Kedua bocah itu tampak berfikir keras sebelum kemudian mengungkapkan keinginannya
"hmmm...arden pengen main pesawat terbang.." ucap Arden sambil menundukkan kepala
" pesawat terbang? oke..mana pesawatnya? bawa sini deh..om temenin main bentar.."
Mendengar ucapan Alkam, bukannya mengambil mainannya, Arden malah semakin menundukkan kepala, membuat laki-laki itu semakin bingung.
" om..maksudnya abang tuh..om gendong abang trus terbang kayak pesawat gitu omm...abisan mommy badannya keciil..gak bakal kuat ngangkat abang...jadi abang gak bisa mainan kayak gituu.." jelas Aretha dengan panjang lebar. Bocah itu selalu tahu apa keinginan dari sang kakak.
" oh gituuu...ardan mau jadi pesawat ya? sini..sini..." ucap Alkam sembari mengangkat tubuh Arden tinggi dan memutarnya sehingga terdengar teriakan gembira dari sang bocah. Derai tawanya membuat Mariska menitikkan air mata. Hal sepele seperti itu, tak mampu ia berikan.
Aretha memandang sang kakak yang tampak asyik bermain pesawat terbang membuat dia menginginkannya, dia pun berteriak
" om..aretha mauu..mauuuu.."
Alkam pun menurunkan ardan kemudian mengambil alih aretha. Ketika sedang asyik bermain terdengar teriakan Mariska
" abaangg..adekkk..udah..udah..om alkam capeekk tuuh..stop..stop..udah yaa..."
Alkam pun menghentikan kegiatannya kemudian dengan terengah-engah dia mendudukkan tubuhnya di sofa.
" tuh kan..gaya banget sih lo..sok kuat ngangkat dua bocah..capek kan tuh.." ledek Mariska
" gapapa kali, itung-itung olah raga.." jawabnya sembari mengangkat kedua lengannya.
" om..minum dulu nih.." ucap aretha sembari membawa segelas air putih yang baru saja ia ambil dari dapur.
" makasih cantikk.." ucapnya sembari meneguk habis air dalam gelas.
" om makasih ya...arden seneng banget..kepengenan arden udah lamaaa banget..akhirnya bisa juga makasih ya om..." ucap bocah introvert itu dengan kalimat yang panjang, biasanya hanya sepotong dua potong. irit bicara.
" sama-sama anak ganteng...besok kalo digangguin ama temen, jangan nangis lagi ya..kalo gak nangis, nanti om puter-puterin lagi kayak tadi, mau??"
" mau..mau..mau.." angguknya dengan semangat.
Mereka berempat pun menghabiskan sore itu dengan penuh canda tawa. Alkam merasa nyaman menghabiskan waktu bersama kedua bocah lucu itu. Sedangkan Mariska tampak bahagia melihat kedua anaknya tertawa gembira ketika bersama orang asing yang baru saja mereka kenal. Semoga Alkam memang orang baik.
__ADS_1