MAKAM (MAriska AlKAM)

MAKAM (MAriska AlKAM)
Perkenalan II


__ADS_3

Selesai memeriksakan kaki Mariska, mereka berdua kembali masuk ke dalam mobil. Kaki Mariska hanya terkilir, butuh waktu 2 sampai 3 hari agar dirinya bisa kembali beraktifitas. Obat anti nyeri dan beberapa salep oles sudah Alkam bawa dalam genggamannya. Pergelangan kakinya pun terbalut oleh perban elastis yang melingkar di pergelangan kakinya.


" oke...sekarang aku anter kamu pulang..rumahmu dimana?" tanya Alkam ketika mereka berdua sudah mendudukkan tubuh di jok mobil depan. Mariska tak langsung menjawab, dia melihat arloji yang melingkar di tangannya, sudah waktunya si kembar pulang.


" sori..tolong anter gw ke TK di jalan pattimura, jemput anak-anak gw sekalian " ucapnya sembari mengutak atik Hp miliknya, mengirimkan pesan kepada guru si kembar agar membawa mereka di depan gerbang karena dirinya tidak bisa turun dari mobil. Dia tidak menyadari ekspresi Alkam yang tiba-tiba kaku dan sedikit kaget mendengar ucapannya.


anak? eh bentar..anak-anak?? bearti lebih dari satu dong...ya elah..sedari tadi gw gendong-gendong istri orang ini!! ya Tuhaann


Menyadari jika Alkam tak kunjung menghidupkan mesin mobil, Mariska menoleh ke arahnya.


" woii...kenapa bengong?? ayo jalaann...bentar lagi anak-anak gw keluar nih..."


Alkam tersadar dan mulai menghidupkan mesin mobil kemudian melajukam kendaraan itu dengan kecepatan sedang


" hmm..kalo gitu, kenapa tadi kamu gak telpun suami kamu buat dateng?" tanya Alkam memecah keheningan


" ya lo gak nyuruh..." jawab Mariska santai


Alkam menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Yakali...gw tau lo udah punya suami. Gumamnya dalam hati.


Tak berapa lama, Alkam menepikan mobil dan berhenti tepat di depan gerbang sekolah. Mariska membuka jendela dan tersenyum melihat dua bocah yang sedang digandeng guru mereka berteriak gembira


" Mommyyy....." teriak kedua bocah itu kompak


" maaf miss..kaki saya cedera..jadi gak bisa turun..." ucap Mariska sembari menangkupkan kedua tangannya ke arah Miss Fani, guru si kembar.


" gapapa bun, ayo anak-anak..masuk ya..jangan nakal.." ucap miss fani sembari membukakan pintu mobil bagian belakang kemudian menutup kembali sembari menggoyangkan tangan tanda good bye kepada kedua anak didiknya.


Ketika masuk kedalam mobil, kedua bocah itu melotot kaget melihat sang Mommy duduk bersama seorang pria yang tak mereka kenal.


" wooww!!! ini siapa mom?? pacarnya mommy?? " tanya Aretha dengan wajah penasaran sambil memajukkan tubuhnya demi memandang Alkam yang sedang fokus menyetir.


Mendengar sang bocah berkata pacar, kening lelaki itu berkerut. Belum sempat ia bertanya, Mariska sudah menyahut


" hush..yang sopan sayang ..ini temannya Mommy..namanya om Alkam..gih..kenalan dulu.."


" oh..temen..kirain pacar... ah tapi kenalannya nanti aja ya om, kan om lagi nyetir..." ucap Aretha sembari tersenyum lucu. Alkam sedari tadi hanya terdiam sembari berusaha tersenyum. Pikirannya sedari tadi masih kebingungan.


Tak lama mobil mereka sudah berhenti di depan rumah bercat putih dengan konsep minimalis modern dengan taman yang tak begitu luas.


" stop..ini rumah gw.." ucap Mariska sembari membuka tasnya mencari kunci rumah. Namun tiba-tiba Arden berkata lirih

__ADS_1


"mommy..abang mau pipis.."


" hah? pipis..aduh..bentar..bentar.."


Alkam yang melihat kebingungan itu segera bertindak, dia turun dari mobil dan membukakan pintu belakang


" kunci rumahnya mana?" tanya Alkam kemudian Mariska melemparkan kunci itu ke arah Alkam


" om bukain pintu rumahnya dulu ya.."


Alkam turun dan membukakan pintu, sejurus kemudian tampak Arden berlari terbirit-birit masuk ke dalam rumah. Di susul oleh Aretha yang berlari membawakan tas milik arden.


Setelah melihat kedua bocah itu berlari masuk kedalam rumah, Alkam kembali kedalam mobil


" mereka bisa sendiri?" tanyanya


" bisa..mereka mandiri kok.."


" oh..yaudah, ayo aku bantu turun...tapi ini beneran gak papa aku gendong?" tanyanya sekali lagi


" lo daritadi kan udah gendong gw,kenapa sekarang masih nanya sih..heran gw.."


Dan Alkam kembali menggendong Mariska tanpa banyak bicara. Sesampainya di dalam rumah,di mendudukkan Mariska di sofa ruang tamu. Kedua bocah yang melihat Mommy nya digendong hanya memandang takjub


" kaki mommy sakit sayang..gak bisa jalan..makanya om alkam bantuin.."


Mariska berusaha menjelaskan dan tak lama mulut si kembar membulat tanda mengerti.


Selesai meletakkan Mariska di atas sofa, Alkam memandang kedua bocah yang berdiri di hadapannya.


" oke..kita kenalan ya..kalian kembar? yang mana kakak mana adek?" tanyanya


" aku aretha, adeknya om..ini abang aku, arden.." ucap Aretha lantang sembari mengulurkan tangan dan disambut oleh Alkam dengan penuh senyuman


" abang pemalu om..gak mau salim dia pasti.."


Alkam mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi Arden, kemudian mengusap lembut pucuk kepala bocah itu.


" halo ganteng...nama om Alkam..kamu?"


" arden om..." ucapnya lirih sembari menundukkan kepala


" oke salam kenal ya..." ucapnya sembari mengusap rambut arden.

__ADS_1


Selesai berkenalan, Alkam mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Suasana tampak sepi kemudian dia berkata


" kamu gak telpun suami kamu dulu? ini nanti gimana ceritanya kalo kalian cuman bertiga?"


Mariska hanya tersenyum tipis, belum sempat ia menjawab, Aretha sudah menyahut


" suami mommy udah gak ada om..udah ke surga.." ucapnya dengan jelas namun tampak jelas sorot mata kesedihan di mata bening itu. Tubuh lelaki itu tampak menegang sesaat sebelum kemudiam tangannya mengusap wajahnya kasar dan berusaha tersenyum


" ah maaf...om gak tau ..." ucapnya sembari mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi badan Aretha.


" gapapa om, udah biasa...kita emang gak punya papa..ya kan bang...ah ups..jangan bahas ini deh, nanti abang nangis..." ucap Aretha sembari menutup mulutnya ketika melihat wajah Arden memerah menahan tangis. Melihat itu Alkam merasa bersalah dan membodoh-bodohkan dirinya sendiri.


" Arden sayang...sini deketan sama mommy.." ucap Mariska sembari menarik tangan anak lelakinya.


" kok Arden sedih lagi..kenapa?"


" abang tadi di ejek lagi mom...sama temen-temen kelas sebelah..katanya cuman abang sama aretha yang gak pernah di anter jemput sama papa nya.." kembali aretha yang menjelaskan karena memang Arden memiliki sifat sedikit introvert.


" hmmm...yaudah gapapa, biar besok mommy bilang sama miss fani..biar temen-temen gak gangguin lagi..gimana? setuju?" tawar Mariska kepada kedua anaknya dan ketika kedua bocah kembar itu mengangguk dengan antusias, Mariska merengkuh mereka kedalam pelukannya.


Alkam yang sedari tadi melihat pemandangan mengharukan itu, merasakan hatinya sedikit mencelos. Terharu atau simpati,entahlah.


" ah iya..aku lupa, tadi kenapa gak beli kruk sekalian ya? buat penyangga kamu kalo jalan.."


" hmm..bener juga...,"


" yaudah, aku beliin dulu ya...skalian beli es krim, kalian mau??"


Dia menawarkan es krim kepada si kembar, minimal agar mereka berdua kembali berwajah ceria.


" mau om...mauuu...mauu..." kali ini tampak wajah Arden berbinar sembari mengucapkan kata mau


" kita ikut boleh gak om?" pinta aretha


" hmmm..boleh gak ya...ijin mommy kamu dulu yaa.." ucapnya kemudian menoleh ke arah Mariska dan mendapat anggukan persetujuan


" tapi jangan banyak-banyak, jangan lari-larian ya..om alkam ntar bingung.."


" siaaapp...."


Lalu mereka bertiga melangkahkan kali keluar dari rumah dengan riang gembira.


Mariska memandang mereka dari kejauhan, entah kenapa, meski baru saja kenal dengan Alkam dia merasa sudah mengenal lama dan dia yakin pria ini adalah pria baik. Terbukti kedua anaknya langsung akrab dengannya.

__ADS_1


Sejenak pikirannya menerawang kemudian dia menggeleng-gelengkan kepala,berusaha menghentikan pikiran-pikiran halu nya yang mulai mengembara.


__ADS_2