MAKAM (MAriska AlKAM)

MAKAM (MAriska AlKAM)
Perkenalan


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, persiapan demi persiapan satu persatu telah ia lakukan. Dan hari ini dia dan Kukuh ada meeting bersama kliennya. Karena kebetulan kliennya masih muda, mereka menginginkan meeting diluar kantor, dan tentu saja Mariska membawa mereka ke cafe Brotherhood, favoritnya.


Kali ini dia memakai rok pendek selutut dipadu padankan dengan kemeja berwarna pastel, high heels 10 centi menghiasi kaki mulusnya. Karena akan meeting bersama klien, Mariska menggunakan pakaian yang sedikit formal dan rapi.


Dia dan kukuh sudah duduk manis di salah satu kursi yang terdapat di ruangan ber Ac tersebut. Kukuh tampak sibuk mengecek segala sesuatu di laptopnya sedangkan Mariska fokus berbicara menggunakan telepon selulernya.


Alkam yang baru saja tiba di kafenya, tampak melihat Mariska duduk berdua dengan Kukuh. Lelaki itu hanya melirik sekilas sebelum kemudian masuk ke dalam dapur cafe tersebut. Dia selalu melakukan cek bahan-bahan makanan yang terdapat di dapurnya. Memastikan bahwa segala sesuatunya dalam kondisi bagus dan lengkap.


Tak berapa lama klien Mariska yang berjumlah dua orang datang, kemudian mereka tampak melakukan pembicaraan dengan santai karena sesekali terdengar derai tawa dari arah meja mereka.


30 menit kemudian, tampak kedua kliennya berpamitan undur diri .Tampak Mariska berdiri kemudian mengulurkan tangan untuk berjabat tangan setelah itu kembali menjatuhkan tubuhnya di kursi.


" udah beres semua kerjaan lo dek..sekarang giliran gw yang kerja...oke.." ucap Kukuh sembari menutup laptop di depannya.


" beneran nih? jadi ni gw udah free sekarang ya bang..? " ucapnya dengan mata berbinar


"udah dong..sisanya biar gw..tinggal eksekusi ini mah..beres.."


" eh tapi bang..gw pengen deh..sesekali ngikut pas acara gitu...tapi si kembar kan gak mungkin gw tinggal kan ya..." ucapnya dengan kegundahan hati yang terbaca jelas


" ya itu lo tau..tunggulah sampe mereka gedean dikit..biar bisa ditinggal..atau...kalo enggak...." Kukuh tak meneruskan ucapannya


" atau apaan?"


" atau lo cariin papa aja buat mereka, biar ada yang jagain kalo lo tinggal-tinggal " jawabnya sembari tertawa, ucapannnya mendapat pelototan dari Mariska


" hahaha..udah..gitu aja cemberut..yaudah, gw jalan dulu ya..lo mau balik apa masih disini?"


" gw disini dulu deh..nanggung balik jam segini, ntar aja sekalian jemput si kembar pulang.."


" yaudah, gw balik dulu..bye.."


Pamit kukuh seraya menepuk pundak Mariska sebelum kemudian melangkahkan kaki keluar dari cafe.


Sepeninggal kukuh, Mariska kembali menghidupkan laptopnya. Dan fokus membaca kembali segala sesuatu tentang persiapan yang telah dia lakukan. Ketika tengah fokus,tiba-tiba dia merasa harus buang air kecil.


" duh..sebel banget deh..kalo mesti kebelet pipis pas lagi pewe gini.." gerutunya sembari berdiri dari kursi. Kakinya sedikit terseok-seok karena telah lama duduk kemudian berdiri menggunakan sepatu tumit tinggi. Karena sebenarnya dia tidak terbiasa menggunakannya. Hanya ketika sedang meeting bersama klien, itu pun setelah selesai dia akan langsung menggantinya. Namun karena meeting kali ini di lakukan disebuah cafe, dia tidak serta merta membawa turun flatshoes miliknya dari dalam mobil.


Setelah selesai buang air kecil, dia melangkahkan kaki keluar dari kamar mandi. Ketika sedang melangkahkan kaki keluar, entah bagaimana bisa terjadi, tiba-tiba kakinya tergelincir oleh sesuatu yang licin. Dan benar saja, sejurus kemudian dirinya terpeleset dan kakinya menabrak sekumpulan alat pembersih kamar mandi yang terdapat di sudut ruangan.

__ADS_1


gedebuukkk...gubrakk...braakk..gubraak..gubraak..gubrakk jengjengjeng.


eh kalo itu jargonnya si incess yaa. haha.


" aaaaakkhhh...." teriaknya nyaring sambil menjatuhkan tubuhnya dengan pantat terlebih dahulu sebelum enkle kakinya terpelintir karena high heels yang ia kenakan.


Alkam yang baru saja keluar dari dapur mendengar suara teriakan dari arah toilet. Kebetulan letak antara dapur dan toilet bersisihan. Dia pun berlari menuju ke sumber suara. Dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Mariska jatuh terduduk dengan kain pel menimpa kepalanya, tampak dahinya memerah karena terkena besi dari ujung kain pel tersebut. Rambutnya tampak acak-acakan, wajahnya meringis menahan sakit sembari memegangi pergelangan kakinya. Alkam selalu merasa panik dua kali lipat ketika melihat seseorang terjatuh di dalam kamar mandi. Ingatannya kembali ke kejadian dua tahun lalu ketika sang istri terjatuh di kamar mandi. Tiba-tiba ketakutan melanda dirinya, ingatan menyedihkan itu kembali memenuhi rongga ingatannya.


" Ya Tuhaan...kenapa mbak??" teriaknya histeris sembari berlari mendekati Mariska. Wanita yang sedang merasakan nyeri yang luar biasa itu mengangkat wajahnya dan melihat Alkam yang berekspresi histeris melebihi ekspresinya sendiri yang kesakitan, sejurus kemudian dia mendesis sebal


" ishh..kenapa sih..tiap ketemu elo, gw bawaannya sial terus?? "


Alkam tampak kaget namun tak lama kemudian dia tersenyum kecut


" Ya maaf mbak...mana yang sakit?" ucapnya sembari menyingkirkan kain pel yang berada di pundak Mariska. Masih terlihat gurat kecemasan di wajahnya.


" mata gw yang sakiiitt!! tau gw kepleset masih nanya mana yang sakit...ini nih..kamar mandi kenapa licin banget sih?? dibersihin apa enggak sebenernya?? gereget gw...pengen ketemu sama bos lo kalo kayak gini caranya..!!" teriaknya galak


" udah mbak, ngomelnya nanti dulu..aku bantu berdiri ya mbak.." ucapnya lembut


Mariska meraih uluran tangan Alkam, kemudian dia berusaha berdiri namun kembali jatuh, kakinya benar-benar tidak bisa di ajak kerjasama.


" saya gendong aja gapapa ya mbak? kita obatin dulu kakinya..maaf sebelumnya " ucapnya meminta ijin untuk menggendong Mariska namun tidak menunggu wanita itu mengucapkan kata setuju.


Ketika Mariska sudah dalam gendongan,tampak Boni dan Gina berlari masuk dan serempak berkata


" kenapa bos? ada apa ini?" ucapan kedua karyawannya membuat Mariska menoleh ke arah Alkam yang sudah menggendongnya dan berjalan keluar dari toilet menuju ke ruangan bertuliskan Office.


Sesampainya di dalam ruangan, Alkam mendudukkan Mariska di atas sofa empuk yang terdapat di ruangan tersebut.


" ohh..jadi bosnya tuh elo? kenapa gak bilang sih??" ucap Mariska masih dengan wajah galaknya. Alkam tak menjawab, dia berbicara dengan karyawannya


" gina..tolong ambilin obat, boni lo beresin toilet!! siapa yang tugas beresin toilet hari ini?? bisa-bisanya kayak gitu..!!" ucapnya marah, membuat kedua karyawannya langsung keluar menjalankan perintahnya tanpa sedikit pun menjawab pertanyaan dari sang bos. Melihat kedua karyawannya keluar, Alkam mengalihkan atensinya ke arah Mariska


" maaf untuk yang kesekian kalinya ya mbak...siapa namanya?"


" Mariska!! tapi gw gak nanya nama lo!!" jawabnya ketus namun membuat Alkam tersenyum geli


" iya mbak mariska...meski enggak nanya, tapi aku tetep memperkenalkan diri..namaku Alkam, aku owner cafe ini..maaf atas ketidak nyamanan yang beberapa kali sudah aku timbulkan..semua tidak sengaja..bener..suer!!" ucapnya sembari mengacungkan kedua jarinya.

__ADS_1


Mariska hanya mendengus kemudian kembali meringis kesakitan, tepat pada saat itu Gina masuk kedalam ruangan membawa minyak oles dan langsung membalurkan ke kaki Mariska.


" duh kak..kayaknya bengkak deh..gimana kalo dibawa ke klinik aja?" sarannya


Mariska melihat kakinya dan meringis kesakitan, Alkam pun langsung berinisiatif untuk membawanya ke klinik terdekat.


" aku anterin ke klinik ya mbak.."


" mbak..mbak..mbak sejak kapan lo jadi adek gw?" ucapnya masih dengan nada galak,membuat Gina menutup mulut untuk menahan tawa melihat bosnya di jutekin pelanggan.


" ya kalo aku panggil mas, kan keliru...yaudah, kayaknya kita seumuran..aku panggil nama aja ya..mariska..." ucapnya perlahan sambil menahan senyum


" panggil gw Maris aja..gw gak suka dipanggil riska atau mar..gw bukan marimar apalagi marimas.." ucapannya masih galak namun dengan banyolan yang cukup membuat orang tertawa.


" oke Maris..kamu kesini bawa mobil kan?"


" gak, gw naik mobil..gw gak kuat kalo bawa mobil.."


" ah ya..ya..apalah itu..oke, aku anterin ke klinik pake mobil kamu, sekalian aku anterin pulang...oke gina, kamu tolong siapin barang-barang Mariska yang masih ada di meja.."


" siap bos.."


Setelah Gina selesai membereskan barang-barang Mariska, gadis itu membawanya masuk ke dalam ruangan dimana Mariska berada.


" tolong kunci mobilnya gin...lo buka dulu..gw gendong Mariska .." perintah Alkam


" tapi bos..aku kan gak tau mobilnya yang mana.." ucapnya ****


" ya kan tinggal pencet kuncinya,ntar juga bunyi kan..hadeehh..."


" ah iya ya..bener-bener.." ucapnya sembari memukul jidat yang tertutupi poni.


Mariska hanya tersenyum geli. Sedari tadi dia memperhatikan Alkam yang bersungguh-sungguh minta maaf kepadanya, membuatnya sedikit melunakkan hati dan menghilangkan rasa kesalnya.


" maaf..aku gendong lagi ya? maaf lho ini.." ucapnya meminta ijin dengan sungguh-sungguh dan kali ini mendapat anggukan dari sang pemilik tubuh. Dan sejurus kemudian Alkam berhasil menggendong tubuh kecilnya keluar dari dalam ruangan menuju ke dalam mobilnya.


Sorot mata para pelanggan dan juga karyawan yang melihat mereka, memandang heran. Ada acara apa nih, pakai gendong-gendongan segala.


Tak luput sorot mata gadis yang terduduk di meja kasir. Memandang dengan sedikit rasa sebal. Ya, Nindy sedang memandang penuh rasa kecemburuan. Tapi dia bisa apa, cintanya bertepuk sebelah tangan kan.

__ADS_1


__ADS_2