Malam Berbintang

Malam Berbintang
Episode 10


__ADS_3

"hahhahaha hahaha sakit.... hatiku rasanya sakit, sesak dan tidak terima dikatakan anak manja tahan tahan... ingat kamu dan mereka berbeda" batin Meira


"maaf aku salah" ucap Meira


"tidak apa apa aku juga salah, kamu pasti merasa curiga karena tiba-tiba ada seseorang yang memberikanmu makanan secara percuma" ucap Sheila


"ya" ucap Meira


"oh iya kamu pasti tidak tahu siapa namaku, perkenalkan namaku Sheila dan ini tunanganku Fahri" ucap Sheila sambil terseyum hangat


"dia terlihat seperti mamancarkan energi positif yang membuatku ingin terseyum dan tidak ingin merusak kepolosannya" batin Meira


"hai aku Meira" ucap Meira sambil terseyum


"mulai sekarang kita adalah teman" Sheila tiba-tiba memeluk Meira


"hei jangan lama-lama pelukannya" Fahri menarik Sheila menjauh dari Meira.


"teman? beginikah rasanya dipeluk seorang teman, dulu aku tidak pernah paham arti dari seorang teman sekarang aku rasa aku mulai sedikit mengerti" batin Meira


"hei ada apa denganmu?" ucap Meira kesal


"kenapa?" ucap Fahri acuh


"Fahri berhenti bermesraan dengan perempuan lain kamu membuatku cemburu" ucap Sheila kesal


"bermesraan perasaan aku dan dia tidak melakukan apa-apa" batin Meira


"baiklah" ucap Fahri patuh


"hai Sheila" (sapa seorang laki laki teman sekelas Sheila)


"Hai" ucap Sheila


"hei, kenapa kamu membalas sapaan nya" ucap Fahri penuh emosi


"itu balasan karena kamu sudah bermesraan dengan perempuan lain" ucap Sheila


"aku pikir pasangan ini sedikit tidak normal, aku jadi penasaran bagaimana mereka berdua bisa bertemu" batin Meira sambil mengarut garut kepala


 - - - - - - - - - - - - - -


"sebenarnya aku juga penasaran sama kamu tahu? daripada kami, kamu yang lebih banyak menyimpan rahasia ada banyak tanda tanya tentang dirimu yang aku tidak ketahui contohnya orang tuamu" ucap Sheila


"kalau soal ini aku masih belum bisa memberitahumu" ucap Meira


"kalau begitu sama aku juga belum bisa memberitahumu" ucap Sheila

__ADS_1


"kamu selalu ingin tahu tentangku tapi kamu sendiri tidak mau menceritakan tentang dirimu" batin Sheila


Tok.. Tok.. Tok..


"masuklah Fahri!" ucap Sheila


"aslamuanlaikum" ucap Fahri dan para pengawalnya


"walaikumsalam" Jawab Sheila dan Meira


"wow kamu mau menjadikan tempat ini tokoh buah" ucap Meira sambil menggeleng gelengkan kepala


Fahri dan para pengawalnya masuk lalu meletakkan buah buahan yang mereka bawa dia atas meja, hampir semua jenis buah di bawa olehnya.


"wow bahkan kamu juga membawa buah mangga" ucap Meira salut


"kalau kamu mau ambil aja, aku tahu kamu suka sekali makan buah mangga" ucap Sheila


"Hahaha kamu tahu aja" Meira langsung mengambil buah mangga itu lalu mengupas kulitnya


"apa kamu mau makan buah anggur? tadi aku beli banyak buah anggur karena aku tahu kamu suka makan buah anggur" ucap Fahri


"terimakasih, aku akan makan anggurnya nanti" ucap Sheila


"kenapa? kamu sudah tidak suka makan buah anggur lagi?" tanya Fahri


"kenapa?" ucap Fahri


"hei kenapa kamu terus bertanya kenapa?" ucap Sheila kesal


"kenapa kamu ngegas akukan cuman bertanya atau sekarang kamu selingkuh di belakangku" ucap Fahri kesal


"kamu terus saja menuduhku selingkuh atau jangan jangan kamu yang selingkuh" ucap Sheila emosi


sementara mereka berdua berdebat karena sebuah kata kenapa, Meira malah asyik menonton sambil memakan buah mangga yang telah dia kupas.


"masih seperti masa lalu" batin Meira


---------------------------


Setelah menjenguk Sheila dia pergi ke restoran dan ternyata dia sudah di tunggu oleh seseorang di sana.


"bos akhirnya kamu datang"


"kenapa?" ucap Meira


"Bima sedang menunggumu di ruanganmu sekarang"

__ADS_1


"baiklah" ucap Meira


dengan langkah cepat Meira berjalan menuju ruangan kerjanya dia punya Firasat buruk tentang ini.


"aslamuanlaikum"


"walaikumsalam" Jawab Bima


"maaf membuat om Bima menunggu, apa yang terjadi kenapa om tidak memberitahuku sebelum datang ke sini" ucap Meira lalu duduk di atas sofa


"tidak apa-apa aku hanya butuh teman curhat sebentar" ucap Bima


"ayo ceritakan apa yang membuat wajahmu sangat kusut hari ini" ucap Meira


"dia datang lagi padaku dia ingin menikah denganku tapi sekarang dia sedang mengandung anak orang lain, apa yang harus aku lakukan?" ucap Bima


"katakan tidak" ucap Meira


"bodoh dia sudah mengandung anak orang lain kamu masih mau padanya" batin Meira


"tidak semudah itu" ucap Bima


"aduh orang ini lama lam bikin geleng geleng kepala, ya ya ya tidak mudah berhadapan denganmu pantas saja kekasihmu selingkuh semua" batin Meira gregetan


"terus apa yang ingin kamu lakukan? kamu ingin menikah dengannya?" ucap Meira


"tidak tahu"


"baiklah, sekarang apa kamu masih mencintainya" ucap Meira mencoba untuk bersabar menghadapi orang bodoh ini


"tidak tahu"


"apa yang kamu rasakan sekarang apa kamu masih tidak rela melepaskannya atau kamu mau menikah dengannya dan merawat anak yang bukan anakmu seperti orang bodoh" ucap Meira


"aku ingin melepaskannya" ucap Bima


"bagus, kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dari dia" ucap Meira


"ya" ucap Bima dengan wajah yang masih di tekuk


"hei kenapa wajahmu masih di tekuk seperti itu" ucap Meira


"tidak apa-apa aku hanya merasa kalau aku selalu di campakkan kenapa ya?" ucap Bima dengan kepala yang menunduk


"kamu tidak dicampakkan om tapi merekalah yang bodoh karena telah menyia nyiakan pria baik sepertimu" ucap Meira


Bersamabung.....

__ADS_1


__ADS_2