
"apa........" teriak Meira kaget
"kenapa? Kamu ngak suka?" tanya Sheila dengan raut wajah sedih
"eh, emm bukan begitu aku senang kok" ucap Meira
"tapi kenapa reaksi kamu gitu?"
"itu karena aku terlalu senang, karena aku terlalu senang..." keringat dingin cucur di pipi Meira
Kalau Nona Sheila sudah marah bisa bisa dia ngak di kasih makan siang gratis, begitu kira kira pikirnya.
"Benarkah?" tanya Sheila
"iya Sheila temanku yang cantik" Meira memeluk Sheila
"Baiklah di maafkan" sudah tidak terdengar kesal lagi
"huuf, makan siang aman" ucap Meira pelan sehingga dia sendiri tidak bisa mendengar suaranya
Teng... (bel masuk berbunyi)
"bel masuk, ayo cepat kita ke kelas" ucap Sheila
"kamu duluan aja dulu" ucap Meira lalu berlari
Dia sedang berlari tapi pikirannya ntah kemana mana dan yang satunya lagi tidak bis melihat jalan dengan benar karena pandangan nya terhalang oleh buku buku yang dia bawa.
Bruk...
"maaf aku tidak sengaja, kamu terluka?" ucap Meira sambil memungut buku buku yang berserakan
"Aku tidak apa apa" ucap Nando
"sebagai gantinya aku akan membantumu membawa buku buku ini ke kelasmu" ucap Meira
"bukankah dia lelaki kucing yang waktu itu, pura pura tidak kenal saja sepertinya dia juga sudah lupa " batin Meira
"Baiklah kalau kamu memaksa" ucap Nando
"ok, jadi siapa nama kamu?" ucap Meira
"Nando dari kelas 9 A" ucap Nando
"Hai, Nando aku Meira dari kelas 8 A" ucap Meira
"kamu terluka parah" ucap Nando
"apa maksudmu? aku baik baik saja jangan khawatirkan aku" ucap Meira
"kamu berbohong hatimu sedang terluka aku bisa melihatnya" ucap Nando
Deg.. (kata katanya menusuk ke dalam jiwa Meira)
"Hahaha kamu bercanda ya aku baik baik-baik saja" ucap Meira kikuk
__ADS_1
"aku tidak bercanda asal kamu tahu kamu tidak bisa terus seperti ini kamu butuh kasih sayang dari dirimu sendiri" ucap Nando
"kelas kamu dimana? Perasaan dari tadi kita jalan ngak sampai sampai" ucap Meira
"jangan mengalihkan pembicara, kamu semakin terlihat tidak baik baik saja" ucap Nando
"tidak kamu salah paham aku baik-baik saja" elak Meira
"jangan mengelak lagi aku sudah tahu semuanya semenjak di cafe eh salah maksudku danau angsa" ucap Nando
"sial, ternyata dia adalah lelaki di balik pohon waktu itu" batin Meira
"sekarang apa kamu masih mau mengelak" lanjut Nando
"apa yang kamu katakan aku tidak mengerti kamu salah orang kali" ucap Meira
"berhenti mengelak karena kamu suda tidak bisa lari lagi kamu sudah tertangkap" ucap Nando
"iya itu aku, apa kamu puas sekarang" ucap Meira
"kenapa kamu berbohong pada dirimu sendiri" ucap Nando
".........." Meira hanya diam
"aku tidak akan berhenti sebelum kamu menjawabku" ucap Nando
"kamu tidak perlu tahu itu" ucap Meira
"tapi aku ingin tau" ucap Nando
"kalau begitu baiklah" ucap Nando
"orang asing ya, kalau begitu kita lihat saja nanti apa kita akan tetap menjadi orang asing atau tidak" ucap Nando
"baguslah kalau kamu mengerti, jadi Nando dimana kelasmu?" ucap Meira
"di depan itu adalah kelasku" ucap Nando
"kalau begitu ayo!" ucap Meira
Krek... ( membuka pintu)
"Aku letakkan di sini ya" ucap Meira
"ok"
"ok, kalau begitu aku pergi dulu ya, sampai jumpa lagi Nando" ucap Meira sambil terseyum
"siapa? pacar kamu?" tanya Kelfin
"bukan" jawab Nando
"baguslah berarti kamu bisa dong kenalin aku sama dia sepertinya aku terlah jatuh cinta pada pandangan pertama" ucap Kelfin
Sementara itu Meira sudah sampai di kelasnya dan sekarang sedang di wawancarai oleh Sheila.
__ADS_1
"dari mana aja kamu Meira" ucap Sheila
"dari kelas 9 A" jawab Meira
"ngapain kamu ke sana?" tanya Sheila
"ngatarin buku, udah jangan tanya lagi aku bukan artis" jawab Meira
"pelit" ucap Sheila
"biarin" ucap Meira
"oh Iya Meira, nanti contekin oku pas ulangan ya" ucap Sheila
"curang itu namanya ngak jujur" ucap Meira
"dikit aja" ucap Sheila
"ngak ada, pakai otak sendiri sendiri" ucap Meira
"ayolah satu kali ini aja, aku lupa baca buku kemarin" ucap Sheila
"salah kamu sendiri kenapa lupa, belajar kok bisa lupa " jawab Meira
"alamat dapat godok lagi" ucap Sheila dalam hatinya
Krek... (ibuk guru datang)
Meira dan Sheila kembali ke tampa masing masing lalu duduk memperhatikan buk guru
"aslamuanlaikum anak anak" ucap buk guru
"walaikumsalam buk" Jawab murid murid
"Meira ambil ini, bagaikan ke teman teman kamu satu orang satu" ucap buk guru
Meirapun mengambil lembaran soal yang diletakkan buk guru di atas mejanya.
"Sheila ayo bantuin aku, kita bagi dua biar cepat" ucap Meira
"ok" ucap Sheila
Setelah selesai membagikan lembaran soal pada teman temanya Meira dan Sheila kembali duduk ke meja masing masing.
---------------------
"Meira ayo ke kantin! Aku uda lapar banget" ucap Shelia
"kamu ngak bawa bekal?" tanya Meira
"ngak, mama ngak sempet masak karena dikejar waktu" jawab Meira
"yah, kalau gitu kita hari ini harus ngantri dong" ucap Meira lesu
"sekali sekali ngak papa kali Meira, ayo cepat !" ucap Sheila
__ADS_1
Bersambung.......