
"Kamu tidak bisa menolak" ucap Fahri
"aku tidak menolak tapi aku memohon" ucap Sheila sambil menatap Fahri penuh harapan
"baiklah hanya untuk kali ini saja" ucap Fahri karena tidak tahan melihat tatapan mata Sheila
Meira langsung panik sendiri karena kebohongan yang dia buat berubah menjadi malapetaka.
"Nando kamu jadikan mau nginap dirumahku" ucap Meira
"katakan tidak" ucap Meira tampa suara
"jadi" ucap Nando
"salah kamu sendiri kenapa kamu berbohong" batin Nando
"tapi kalau laki-laki dan perempuan tinggal di atap yang sama akan menimbulkan fitnah" ucap Meira
"tenang nanti aku ajak kakak aku" ucap Sheila
"maksud kamu kak Ririn yang ada Nanti kita diceramahin" ucap Meira
"terus siapa lagi dong" ucap Sheila
"siapa aja asal jangan dia" ucap Meira
"ngak ada orang lain selain dia" ucap Sheila
"yaudah kalian ngak usah nginap dirumah aku" ucap Meira
"kalau soal itu kalian tenang aja, biar aku yang urus" ucap Nando
"baiklah kami serahkan padamu" ucap Sheila
"kami pergi dulu ya" ucap Sheila sambil menarik lengan baju Fahri pergi.
"apa yang kamu lakukan?" ucap Meira kesal
"kenapa? kamu sendiri yang berbohong jangan salahkan orang lain" ucap Nando sambil tersenyum jahat
"sial kenapa jadi kacau begini" ucap Meira dalam hatinya
Malam hari di rumah Meira
Malam ini rumah dia tidak sesepi biasanya karena malam ini tiba-tiba saja rumahnya kedatangan banyak tamu, ada sepasang kekasih, seorang jomblo dan seorang pria dewasa yang sudah menikah.
"Nando mana orang yang kamu bilang" ucap Meira kesal
"sabar" ucap Nando
"ini sudah satu jam dan dari tadi kamu cuman bilang sabar, sabar, lihat! Sheila saja sudah ngantuk" ucap Meira penuh emosi
__ADS_1
"enak aja kamu jual namaku" batin Sheila
"aduh berisik" ucap Sheila
"pelanakan suara kamu!" ucap Fahri tak kalah kesal
"apa? kamu marah? ini rumahku suka suka aku dong" ucap Meira ngegas
"kamu tahu dalam semenit rumah ini bisa jadi milik kami" ucap Sheila sombong
"mentang mentang anak sultan kamu bisa seenaknya?" ucap Meira nantang
"ya, kenapa?" ucap Fahri
Sebenarnya dia kesal bukan karena seseorang yang tidak kunjung datang tapi karena kesalahan dan kebohongan yang telah dia lakukan.
Ting tong (bel berbunyi)
"akhirnya dia datang juga" Meira langsung bergegas membukakan pintu
Krek..
"Hai semua, perkenalkan namaku Rio panggil aja Rio" ucap Seorang lelaki tampan yang katanya namanya Rio itu
"om kamu datang cepat sekali" ucap Meira sambil terseyum
"oh maaf ya gadis kecil aku punya perkerjaan dan seharusnya kamu berterimakasih karena aku sudah mau datang ke sini" ucap Rio
"oh jadi maksudnya om datang kesini karena terpaksa" ucap Meira
"oh kalau begitu terimakasih om tua sudah mau datang, silahkan masuk!" ucap Meira sopan
"om tua? gadis kecil ini lancang sekali aku masih muda gini dikatain tua" batin Rio
"selera kamu buruk sekali" bisik Rio pada Nando
"selera kamu lebih buruk om" ucap Nando
"silahkan duduk om" ucap Meira sopan
"dua menit yang lalu dia lancang sekali kenapa sekarang bisa berubah sembilan puluh persen seperti ini, ternyata selera orang aneh juga aneh" batin Rio
"ya" ucap Rio lalu duduk di sofa terdekat yaitu di samping Sheila
"kenapa kamu duduk di situ om tua" Fahri langsung pindah dan duduk di antara Sheila dan Rio
"kenapa?" ucap Rio bingung
"sebaiknya kamu menjauh dari tunanganku" ucap Fahri kesal
"iya pergi sana, kamu tidak di terima di sini" ucap Sheila
__ADS_1
"sayang geser kesana jangan dekat dekat om busuk ini" ucap Fahri
"tadi om tua sekarang om busuk, apa apaan anak zaman pada lancang semua" batin Rio
"aku akan pindah, siapa juga yang mau dekat dekat dengan kalian" ucap Rio kesal
"baguslah kami tidak perlu susah susah mengusirmu om" ucap Fahri dan Sheila
"pasangan yang aneh" batin Rio lalu dia pindah dan duduk di samping Meira
"teman kamu aneh sekali, apa mereka pacaran" bisik Rio
"diam" ucap Nando dan Meira serentak
"oh maaf aku menganggu kalian belajar ya, sebaiknya aku pindah ke sana" ucap Rio lalu pindah ke sofa di samping yang hanya muat untuk satu orang saja
"kenapa aku merasa tidak diterima ya disini" batin Rio
"soal nomor tujuh susah sekali" ucap Meira
"mana coba aku lihat!" Nando menelengkan kepalanya sedikit
"ini!" Meira memberikan lembaran soalnya pada Nando
Jauh di seberang sana
"Fahri lihat Mereka! sepertinya mereka ada apa apanya" ucap Sheila
"Sheila aku masih bisa mendengar kamu disini" ucap Meira
"kamu pura-pura tidak dengar saja" ucap Sheila
"baiklah" ucap Meira
"hahhaha mana bisa seperti itu, ternyata ada ya manusia seperti kalian di dunia ini" ucap Rio yang dari tadi memperhatikan tingkah remaja remaja itu
"dia kenapa?" tanya Sheila
"kerasukan setan di sini" jawab Fahri
"ih serem" ucap Sheila
"iya, makanya jauh jauh dari dia" ucap Fahri
"hei aku masih bisa mendengar kalian di sini aku tidak tuli!!!!, tiba-tiba aku jadi merindukan manusia manusia normal" batin Rio kesal
"yeah, akhirnya selesai" teriak Meira
"ya" ucap Nando
"ayo kita bakar jagungnya" ucap Meira
__ADS_1
"ayo!" ucap Sheila yang langsung bangun dari duduk
Bersambung..........