Malam Berbintang

Malam Berbintang
Episode 9


__ADS_3

pulang sekolah dia berniat untuk pergi menjenguk Sheila kerumah sakit namun di lorong sekolah dia di hadang oleh beberapa murid laki-laki yang sebelumnya mengidolakan dia dan selalu memberikan bunga atau coklat untuknya setiap pulang sekolah.


"apa yang kalian inginkan?" ucap Meira acuh


"mengangumu, kenapa? kamu takut?"


"menyingkirlah dari jalanku!, aku tidak pernah berbuat salah pada kalian" ucap Meira


"oh, kamu melakukan banyak sekali kesalahan pada kami, kamu telah menipu kami dasar simpanan om om"


"sudah berapa banyak om om yang bermain beraamamu?"


"percuma berjilbab tapi kotor"


"sudah? sekarang menyingkirlah" ucap Meira muak dengan orang-orang di depannya


"kenapa kamu begitu terburu buru? tidak sabar untuk mengadu pada om om kamu itu iya?"


"hahha hahha"


"menyingkirlah dari jalanku!!! aku tidak pernah menipu kalian dan aku tidak pernah meminta kalian menjadi fansku aku bukan artis!!!! " teriak Meira kesal


"bodoh, hanya karena foto editan itu kalian percaya" ucap Meira, kali ini tidak berteriak lagi


Mereka Semua langsung menepi membiarkan Meira lewat lalu mereka mendunduk merasa bersalah, kenyataan nya Meira memang tidak pernah meminta mereka menjadi fasnya tapi mereka sendirilah yang mau menjadi fansnya.


"apa kita memang salah?"


"kurasa begitu jika kita benar benar fans nya kita tidak akan percaya gosip yang dikatakan oleh perempuan bedak tebal itu"


"ya kamu benar kita sudah salah padanya"


"sekarang apa yang harus kita lakukan? dia terlihat marah sekali tadi"


"kita akan minta maaf padanya besok, kita harus membawakan bunga dan coklat yang lebih banyak besok untuk meminta maaf"


"huh sebenarnya aku pernah merasa senang kalian melihatku berharga tapi sekarang tidak lagi" batin Meira


 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


DI RUMAH SAKIT


"kamu tidak membawakan aku buah? kalau kamu mau menjenguk orang sakit itu harus membawa buah" ucap Sheila

__ADS_1


"buat apa aku membawakanmu buah bentar lagi juga kekasihmu itu akan membawakanmu banyak sekali buah, aku tahu sekali sifat nya yang sangat berlebih padamu, sebenarnya aku sangat sangat ingin tahu bagaimana kalian bisa bertemu" ucap Meira sekalian curhat sedikit


"apa yang aku dapatkan jika aku memberutahumu" ucap Sheila sambil terseyum jahat


"apa yang kamu inginkan katakan saja" ucap Meira


"kami berdua di jodohkan sudah kamu puas?" ucap Sheila.


"tidak..... aku sudah tahu kalian di jodohkan yang aku ingin tahu cerita bagaimana kalian berdua bisa menjadi seperti sekarang" ucap Meira geram" kalau di tanya soal ini dia pasti jawabnya di jodohkan akukan juga kepo bagaimana kalian bisa jadi pasangan yang tidak normal seperti sekarang " batin Meira


"Hahaha ternyata kamu manusia normal yang juga bisa kepo ya" ucap Sheila


"huh, menurutmu aku tidak tahu maskudmu" batin Meira


"ha? jadi menurutmu aku ini bukan manusia normal" ucap Meira pura-pura kesal


"ya, kadang kadang" ucap Sheila sengaja


"jangan kamu pikir aku tidak tahu maksud terselubungmu untuk mengalihkan pembicaraan" ucap Meira


"hahahaha siapa yang bilang kamu tidak tahu" ucap Sheila


"hmm sekarang ayo ceritakan!!" ucap Meira dengan nada memaksa


"Fahri kemana ya kenapa dia lambat sekali" ucap Sheila


"nanti kamu tanya sama dia saja" ucap Sheila


"tidak aku yakin dia tidak akan mau menjawaku, kamu dan diakan satu paket" ucap Meira


"tanya saja dulu siapa tahu dia mau jawab" ucap Sheila


"tidak kamu saja yang ceritakan padaku, aku sudah kepo semenjak waktu kita pertama kali bertemu tahu?" ucap Meira


----------------------


Kilas balik


"aku dengar pangerang sekolah tidak masuk sekolah hari ini bunga sekolah jadi kesepian"


"kalau begitu ayo kita samperin dia"


"ayo"

__ADS_1


"hai Meira, ayo kita ke kantin! " ajak teman teman sekelasnya


"tidak terimakasih" ucap Meira


"baiklah, kami pergi dulu ya"


"hei lihat itukan tunangan Fahri kakak kelas yang ganteng itu"


"sttt menjauhlah darinya"


Sekarang tersisa dua murid kelas 7 A di dalam kelas yang satunya tidur tampa terbebani yang satunya lagi merasa tidak enak hati dan ingin mendekati dia tapi ragu dan sedikit takut.


"hari ini aku merasa sangat lapar kalau saja ada orang yang bersedia memberikan aku makanan secara gratis aku akan langsung memakannya tampa ragu ragu dia menaruh racun dalam makanannya"


"hai Meira, apa kamu lapar ?" ucap Sheila malu malu


"kenapa" ucap Meira curiga


"aku bawa banyak makanan apa kamu mau?" ucap Sheila


"mau, tapi ini tidak ada racunya kan" ucap Meira (lupa pada janjinya yang beberapa menit lalu yang dia katakan)


"oh, kalau kamu tidak mau ya sudah" ucap Sheila kesal


"eh aku mau kok" ucap Meira


"tidak tadikan kamu bilang makananku ada racunya" ucap Sheila kesal


Tak.. Tak... Tak...


"Hei, apa yang kamu lakukan pada Sheila kenapa dia terlihat kesal seperti itu" bentak Fahri penuh emosi


"siapa kamu? dan apa apaan karena dia terlihat kesal kamu membentakku begitu saja tidak masuk akal sekali" ucap Meira tak mau kalah


"kamu berani menentangku, kamu tidak tahu siapa aku?" bentak Fahri kesal


"tidak, emang kamu siapa? tidak penting juga" ucap Meira


"dengan uangku, aku bisa menghancurkan keluarga kayamu itu dalam satu menit" ucap Fahri


"keluargaku?" ucap Meira


"Fahri apa yang kamu katakan dia tidak melakukan apapun padaku" ucap Sheila

__ADS_1


"biar anak manja ini tahu masih ada langit di atas gunung" ucap Fahri


Besambung.......


__ADS_2