Malam Berbintang

Malam Berbintang
Episode 7


__ADS_3

"ini makanlah!" ucap Nando sambil meletakkan sepiring nasi goreng itu di atas meja


"darimana kamu tahu aku belum makan?" tanya Meira


"dari Sheila" jawab Nando


"kenapa kamu membawakan aku makanan?" tanya Meira


" karena aku peduli padamu" ucap Nando


"kenapa kamu peduli padaku?" tanya Meira sambil mengangakat satu alisnya


"karena aku suka padamu" Jawab Nando serius


"hah omong kosong apa yang kamu katakan" Meira sedikit tergelak


"ini bukan omong kosong" batin Nando


"kamu membawakan aku makanan bagaimana denganmu apa kamu sudah makan?" tanya Meira


"sudah tadi dikantin" jawab Nando


"benarkah?"


"wow itukan Nando cowok yang kamu suka kenapa dia bersama perempuan busuk itu" ucap Inda


"mana mungkin" ujar Sasa yang asyik Berdandan sambil berjalan


"lihat saja kalau tidak percaya" ucap Inda sambil menunjuk Meira dan Nando yang ada di dalam kelas 8 A


"apa yang Nando lakukan bersama perempuan busuk itu" ucap Sasa kesal


"mungkin mereka pacaran" ucap Inda memanas manasi


"hahaha mana mungkin, kamu jangan asal bicara Nando itu punya selera yang tinggi" ucap Sasa


"siapa tahu dia di pelet sama perempuan busuk itu" ucap Inda


"benar juga kamu, ayo kita bantuin Nando!" ucap Sasa


"mungkin dia kesini mau nyariin aku terus malah ketemu perempuan busuk itu" batin Sasa


"ayo"


Dengan gaya sok cantiknya mereka berjalan menuju meja Meira.


"hai Nando, apa yang kamu lakukan di sini nyariin aku" ucap Sasa


"kamu siapa?" ucap Nando


"apa lagi yang mereka ingin lakukan? aku lagi lapar ni, awas aja nanti aku makan mereka kalau mereka macam macam" batin Sheila kesal

__ADS_1


"aku Sasa masa kamu sudah lupa" ucap Sasa


"oh maaf aku sudah lupa" ucap Nando


"Nando sudah di pelet makanya dia lupa sama kamu" bisik Inda (setan penghasut)


"ini pasti karena kamu sudah di pelet oleh seseorang dan itu pasti kamu"ucap Sasa penuh emosi sambil menunjuk Meira


" apa? Pelet? "tanya Meira tidak mengerti


" jangan pura-pura tidak tahu kamu "ucap Sasa


" aku memang tidak tahu "ucap Meira


Plak....(satu tamparan untuk Meira)


" apa yang kamu lakukan kenapa kamu menamparnya? "teriak Nando marah


"Sadarlah Nando kamu sudah dipelet oleh perempuan busuk ini" ucap Sasa


"bodoh, pelet apa yang kamu katakan" ucap Nando kesal


"Sadarlah Nando" ucap Sasa


"mengakulah kamu sudah ketahuan" ucap Sasa marah


Plak.. Plak.. Plak (satu, dua dan tiga tamparan untuk Sasa)


"aaw"


"kamu bisa lihat sendiri aku baik-baik saja atau tidak" ucap Sasa kesal punya teman kok gini gini amat


"apa yang kamu lakukan bodoh, kenapa kamu menamparnya" teriak Inda


"satu aku tidak pernah pelet dia (menunjuk Nando), dua berhentilah mengganggu kehidupanku tampa alasan yang tidak jelas" ucap Meira santai


"benar" ucap Nando


"Nando Sadarlah dan tolong Sasa, dia perempuan baik baik-baik kamu akan menyesal menyia nyahkannya" ucap Inda penuh dramatis


"aku tidak peduli, kenapa aku harus menolongnya, dia duluan yang menampar Meira dan tolong berhenti mengatakan pelet aku tidak di pelet siapapun" ucap Nando tegas


"Nando tolong aku" ucap Sasa penuh drama


"Nando dia sudah seperti ini kamu tidak juga menolongnya kamu akan menyesal" ucap Inda


"menyesal apanya kalian drama sekali" ucap Meira


"diamlah perempuan busuk" ucap Inda


"Nando" ucap Sasa menghiba

__ADS_1


"pergilah! " ucap Nando muak dengan dua orang perempuan di depannya


"ayo Sasa kita pergi! kita akan datang lagi besok untuk membalas dendam" ucap Inda


Brak... (mereka membanting pintu kelas)


"apa itu sakit?" ucap Nando


"tidak, aku kuat tak ada yang bisa menyakitiku" ucap Meira


"bodoh, kamu tidak sekuat yang kamu bayangkan" ucap Nando


"kamu tidak lihat tadi bagaimana caraku memberantas para penjahat betina itu" ucap Meira


"suatu hari kamu akan sadar maksud perkataanku" ucap Nando


"benarkah? kapan itu suatu hari nanti yang kamu maksud?" tanya Meira


"mana aku tahu karena itulah aku bilang suatu hari nanti pertanyaanmu kadang kadang aneh juga" ucap Nando


"salah kamu sendiri kenapa kamu berkata sok tahu seperti itu tadi " ucap Meira


"kita lihat saja nanti" ucap Nando


"ya ya ya terserah padamu" ucap Meira


"sebentar lagi kelas masuk aku akan pergi ke kelasku" ucap Nando


"ya pergilah!" ucap Meira


Dia kembali sendirian di kelas dia mengarahkan pandangannya keluaran jendela menikmati waktu sendirinya.


"Sheila mana ya? perasaan dari tadi ngak balik balik dari kantin" ucap Meira dalam hati


"Sheila beruntung ya, memiliki keluarga yang lengkap kadang kadang aku ingin menjadi dirinya bisa tidak ya bertukar nasib" batin Sheila


"apa apaan yang aku pikirkan ini syukuri apa yang diberikan Allah bodoh, aduh mending aku cari dia saja daripada berpikiran yang tidak tidak disini" batin Meira


Di lorong sekolah Meira bertemu dengan Fahri namun dia tidak bersama dengan Sheila.


"Meira, Sheila mana?" tanya Fahri


"Seharusnya tadi aku yang bertanya padamu" batin Meira


"aku tidak tahu aku, dia tidak bersamamu?" jawab Meira


"tadi dia bersamaku di kantin tapi setelah itu kami berpisah dia bilang dia mau ke kelas tapi kamu tidak melihatnya lalu dimana dia?" ucap Fahri panik


"tanang mungkin dia ke toilet dulu" ucap Meira


"baiklah ayo kita lihat ke toilet" ucap Fahri panik

__ADS_1


"Hei kenapa kamu sangat panik begitu? dia sudah besar kali bisa jaga diri sendiri, emang apa yang akan terjadi padanya?" batin Sheila.


Besambung......


__ADS_2