Malam Berbintang

Malam Berbintang
Episode 4


__ADS_3

Di kantin (jam istirahat)


"yah, ngak ada tempat duduk lagi" ucap Meira


"Ada tu disana" ucap Sheila sambil menunjuk dua kursi kosong


"oh iya, ayo kita kesana" ucap Meira


"boleh kami duduk di sini?" tanya Meira dan Sheila serentak


"boleh" ucap Nando


"sial kenapa dunia sempit sekali" batin Meira


"hai kamu Meirakan kenalin namaku Kelfin" ucap Kelfin


"Hai" ucap Meira lalu duduk


"kalian saling kenal" ucap Sheila


"iya, Sheila kenalin ini Nando dan Ini Kelfin mereka anak kelas 9 A, Nando dan Kelfin kenalin ini teman aku Sheila" ucap Meira


"oh, hai Nando hai Kelfin" ucap Sheila sambil terseyum


"sepertinya aku telah berpindah ke lain hati" batin Kelfin


"Hai Sheila" ucap Kelfin


"kalian berdua anak baru ya" ucap Kelfin


"bukan kami anak lama kok" jawab Sheila


"benarkah, kenapa aku ngak pernah lihat kalian di kantin sebelumnya" ucap Kelfin


"itu karena kami jarang makan di kantin" ucap Sheila


"benarkah?"


"iya"


"kamu sudah punya pacar?" tanya Kelfin


"belum tapi aku sudah punya tunangan" ucap Sheila


"Aku tidak percaya kamu pasti bercanda" ucap Kelfin


"tidak, aku serius" ucap Sheila


Karena sudah selesai makan Meirapun pergi begitu juga dengan Nando.


"apa dia juga sekolah di sini?" tanya Kelfin


"iya, biasanya dia akan marah kalau melihatku berduaan dengan laki-laki lain" ucap Sheila


"siapa namanya?" tanya Kelfin


"Meira kenapa kamu diam aja" ucap Sheila (menoleh ke samping)


"eh Fahri kamu ngapain di sini? Meira mana?" ucap Sheila kaget


"keget?, Meira mana, Meira mana? ngak usah pura-pura cari Meira kamu, dari tadi aku lihat kamu cuman berdua sama selingkuhan kamu" ucap Fahri penuh emosi


"ini tunangannya yang dia katakan?" batin Kelfin

__ADS_1


Lelaki bernama Fahri ini adalah tunangan Sheila, mereka sudah di jodohkan dari kecil


"wow teman kamu salah paham tadi kami berempat di sini" ucap Fahri


"diam kamu! aku tidak bicara padamu" ucap Fahri kesal


"yang dia katakan benar tadi di sini juga ada Meira sama Nando" ucap Sheila


"kami tidak ada apa-apa" lanjut Sheila


"kami? Kamu bilang kami" ucap Fahri sambil memukul meja


"maaf" ucap Sheila


"kamu dengarin ini baik-baik, Sheila siapa kamu?" ucap Fahri


"tunangan kamu" jawab Sheila pasrah


"Aku siapa?" tanya Fahri


"calon suami aku" jawab Meira


"kamu dengar itu dia milikku jadi jangan coba coba untuk mendekatinya" ucap Fahri


"kamu salah paham, aku dan dia bukan siapa siapa" ucap Kelfin


"kenapa aku tiba-tiba jadi perebut tunangan orang" batin Kelfin


"diam kamu suaramu membuatku kesal" ucap Fahri


Di tempat lain


"kamu ngikutin aku ya" ucap Meira kesal


"ngapain?" tanya Meira


"nyari buku rumus matematika terlengkap" jawab Nando


"sama aku juga mau cari buku itu kalau begitu kita barengan aja nyari nya" ucap Meira


 - - - - - - - - - - - - - - - - - -


"kamu udah ketemu bukunya?" tanya Meira


"udah tapi bukunya hanya ada satu" ucap Nando


"Yah, bukunya cuman sisi satu" ucap Meira


"bagaimana kalau kita belajar bareng?" usul Meira


"boleh, dimana?" ucap Nando


"dirumah aku aja lebih nyaman Karen ngak ada yang akan mengganggu kita belajar" ucap Meira


"maksud kamu dirumah kamu tidak ada orang selain kamu" ucap Nando


"tepat sekali" ucap Meira


"kamu kesepian?" tanya Nando


"Hahaha kesepian? Kamu bercanda" ucap Meira sambil tertawa garing


"Meira....." teriak Sheila

__ADS_1


"stt di perpustakaan ngak boleh teriak teriak" ucap Meira


"kenapa kamu ninggalin aku?" ucap Sheila, kali ini lebih pelan


"keran kamu makannya lambat" jawab Meira


"ha? Kamu tau ngak aku jadi kena marah sama Fahri gara gara kamu ninggalin aku" ucap Sheila


"benarkah kenapa?" tanya Meira acuh karena ini bukan kejadian yang baru


"dia salah paham dan mengira kalau aku selingkuh sama Kelfin" ucap Sheila


"hahahah sudah kejadian yang ke berapa kalinya kamu kepergok selingkuh sama dia?" ucap Meira sengaja


"baru dua kali" ucap Sheila


"baru dua kali apaan" batin Sheila


"baru dua kali? jadi kamu ada niat untuk selingkuh lagi" ucap Fahri (baru saja datang)


"eh kamu di sini, bukan bukan itu maksudku" ucap Sheila kikuk


"kalau kamu kedapatan selingkuh lagi siap siap aja besoknya kita langsung nikah" ucap Fahri


"apa? tidak?" ucap Sheila


"kamu tidak bisa menolak sayang" ucap Fahri


"ampun ampun aku tidak akan selingkuh lagi seumur hidup hanya kamu seorang" ucap Sheila


"mumpung dia ada di sini mending aku manfaatin" batin Meira


"Fahri kamu tau ngak malam ini istri kamu mau nginap dirumah aku" ucap Meira


"tau kenapa?" tanya Fahri


"tapi kamu pasti tidak tau kalau Nando juga mau nginap dirumahku" ucap Meira


"kapan aku bilang mau menginap di rumahnya" batin Nando


"kenapa kamu tidak bilang kalau ada laki-laki juga " ucap Fahri


"tidak aku tidak tahu" ucap Sheila panik


"Meira apa yang kamu lakukan aku belum mau menikah" Batin Sheila


"Sheila memang tidak tahu karena aku tidak memberitahunya" ucap Meira


"coba kamu bayangin kalau tiba-tiba saja Nando hilang kendali" lanjut Meira


"kamu menjadikan aku umpan awas kamu ya" batin Nando


"tidak.... aku saja belum pernah menyentuhnya" ucap Fahri prustasi


"makanya ajak dia menginap di rumahmu" ucap Meira


"tidak... kalau aku menginap di rumahnya sama saja dengan menginap di penjara" batin Sheila


"tidak aku mau nginap dirumah Meira" ucap Sheila


"kamu tidak bisa menolak sayang" ucap Fahri


"yey..." Meira

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2