
Di depan toilet
"kamu masuklah aku akan menunggumu disini kalau terjadi sesuatu teriak saja" ucap Fahri
"baiklah tenanglah emang apa yang akan terjadi pada kesayanganmu itu" ucap Meira
Meira masuk ke dalam toilet betapa terkejutnya dia saat melihat Sheila yang sudah acak acakan dan darah di dahinya.
"Meira" ucap Sheila lirih
"apa yang kalian lakukan padanya?" ucap Meira penuh emosi
"apa yang kami lakukan? kami membulinya kenapa? kamu marah?" ucap Deila
"karena kamu sudah di di sini kami akan membuli kamu juga" ucap Rani
"kalian berani mengganggu ny itu berarti kalian sudah punya nyali untuk berhadapan dengan harimau ngamuk" batin Meira
"Fahri masuklah!" teriak Meira
Brak....... (Fahri menendang pintu toilet dengan penuh amarah)
"apa yang kalian lakukan pada Sheila?" teriak Fahri dengan amarah yang memuncak
"Fahri tolong aku hiks hiks" ucap Sheila penuh dramatis, dalam hati "kita lihat saja nanti apa kalian masih sanggup mengatakan dia pria tampan dan baik hati yang kalian cintai itu"
Fahri mendekati Meira lalu menggendong nya "maaf sayang maaf,maaf" ucap Fahri
Fahri berlari pergi membawa Sheila ke UKS baginya dari pada orang orang itu yang lebih penting adalah Sheila.
"kalian tunggu saja nanti dia pasti akan membalas dendam pada kalian" ucap Meira lalu ikut berlari menyusul Fahri dan Sheila yang sudah jauh di depan
DI UKS
"apa masih ada yang terluka" tanya Fahri lembut
"tidak" jawab Sheila
"Nanti paman jo akan menjemputmu membawamu ke rumah sakit" ucap Fahri
"apa? aku baik baik saja kenapa harus ke rumah sakit" ucap Sheila
"kamu tidak bisa membantah" ucap Fahri tegas
__ADS_1
"baiklah tapi kamu ikut aku kerumah sakitkan aku takut sendirian di rumah sakit" ucap Sheila
"ya, nanti aku menyusul, Meira tolong jaga Sheila untukku aku mau pergi sebentar" ucap Fahri lalu pergi
Dengan langkah tergesa - gesa dia mencari orang orang tadi yang telah berani melukai calon istrinya itu dalam lubuk hatinya yang paling dalam siapapun yang berani menyakiti calon istrinya itu akan dia beri pelajaran dan tidak pandang bulu.
Sementara itu di dalam UKS dua wanita itu tengah berbincang bincang mengenai kejadian diluar dugaan yang baru saja terjadi beberapa menit yang lalu.
"hei, apa kamu benar-benar baik baik saja?" tanya Meira
"ya, Mereka tidak bisa menyakitimu kmaukan tahu, aku mantan petinju dalam mimpiku" ucap Sheila dengan penuh percaya diri
"ya ya dalam mimpimu" ucap Meira sambil mengangguk menggerakkan kepalanya ke atas dan ke kebawah
"benar oh, ya apa kamu mau tahu kenapa mereka tiba tiba-tiba membulyku?" ucap Sheila
"kenapa? apa karena Fahri?" tanya Meira antusias
"ya, mereka bilang mereka mencintai Fahri dan menyuruhku untuk meninggalkan Fahri" ucap Sheila sedikit muram
"hei mereka tidak terlihat di mata Fahri apa yang kamu khawatirkan" ucap Meira
"benar" ucap Sheila
"hei kenapa aku jadi teringat waktu pertama kali kita bertemu ya" ucap Meira yang tiba-tiba teringat masa lalu
"dingin?"
"ya kau tahu, teman sekelasmu yang hanya diam saat di sapa dan selalu diam di kelas sendirian saat jam istirahat" ucap Sheila
"hei kamu jangan mengada ngada aku membalas sapaan orang lain tahu" ucap Meira
"dalam hatimu begitu?" ucap Sheila
"hahahha"
"tapi walaupun begitu anak anak lainya selalu mengidolakanmu menganggapmu sebagai kembang sekolah berbeda denganku yang selalu di kucilkan" curahat Sheila
"ha? kamu iri sama aku ceritanya begitu?" ucap Meira
"ya, kamu sangat beruntung kamu harus bersyukur" jawab Sheila sambil mencubit pipi Meira
"hahahha kamu juga beruntung tahu? kamu yang harus lebih banyak bersyukur" ucap Meira
__ADS_1
"kamu dan mereka memiliki sesuatu yang tidak aku miliki, kalian tidak pantas iri padaku " batin Meira
"Hahaha benarkah?" ucap Sheila
"ya, ngomong ngomong paman jo mana ya kenapa dia ngak datang datang" ucap Meira
"bentar lagi juga datang, oh ya apa kamu sudah makan?" ucap Sheila
"sudah tadi Nando memberiku makanan" ucap Meira
"cie.. cie.. sepertinya dia jatuh cinta padamu" ucap Sheila sambil terseyum mengejek
"cinta cinta aku tidak percaya cinta" ucap Meira sambil memalingkan wajah malu
"hayo malu ya"
"siapa yang malu aku ngak malu kok biasa aja kamu tuh yang ngak biasa biasa aja" ucap Meira
"ngaku aja kamu juga jatuh cinta sama dia iya kan ayo ayo ngaku" ucap Sheila
Tok... Tok.... Tok.. (seseorang mengetuk pintu)
"masuk!" ucap Sheila
"aslamuanlaikum" ucap paman jo sebelum masuk
"walaikumsalam" Jawab Meira dan Sheila
"saya di perintahkan oleh tuan muda Fahri untuk membawa nona ke rumah sakit" ucap paman jo
"aku sudah tahu kok ngak usah di kasih tahu lagi kali" ucap Sheila
"sama orang tua yang sopan Sheila" ucap Meira
"paman jo aja ngak keberatan kenapa kamu yang keberatan, sudahlah mau kerumah sakit ayo paman jo" ucap Sheila
"huh pergi kamu sana!" ucap Meira kesal
-----------------------
"dia tidak pantas untukmu dia hanya perempuan manja yang tidak berguna, kami hanya ingin membantumu" ucap Deila
"terus siapa yang pantas untukku, kamu? ngaca!" ucap Fahri sambil terseyum sinis
__ADS_1
"kali ini aku lepaskan kalian tapi kalau terjadi kejadian sperti ini lagi awas saja kalian" ancam Fahri
Bersambung.....