
"Apa yang kalian lakukan pada Sheila" teriak Fahri marah
Semua orang langsung menoleh pada Fahri sedangkan Fahri terus menatap Sheila dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"kamu tidak apa-apa?" tanya Fahri sambil menarik lengan baju Sheila menjauh dari kerumunan
"tidak, ternyata mereka hanya ingin minta maaf" ucap Sheila sambil terseyum
"baguslah kalau kamu tidak apa-apa" Fahri terseyum
"maaf membuatmu berlari kesini" ucap Sheila merasa bersalah
"tidak apa-apa, aku senang karena akulah orang pertama yang kamu hubungi saat kamu merasa dalam bahaya" ucap Fahri
"terimakasih" ucap Sheila sambil terseyum
"ya, kalau begitu aku akan kembali ke kelasku" ucap Fahri lalu pergi
"mereka berdua sudah bertunangan bukan?"
"ya aku dengar Fahri sangat mencintainya"
"aku sering melihat Bunga sekolah bersama dengan tunangan Fahri ini apa jangan jangan mereka berteman ya"
"kalau benar dia temannya bunga sekolah kita harus bersikap baik padanya siapa bunga sekolah menyukai kita"
"ya kamu benar"
Tak... Tak... Tak... (ibuk guru datang)
"ibuk guru sudah datang! semuanya kembali keempat duduk"
"cepat cepat! kenapa jalanmu lambat sekali"
"hei kenapa kamu duduk di tempatku"
"kamu saja yang duduk di tempatku hari ini"
"hei mana bisa seperti itu"
KANTIN SEKOLAH
Empat orang remaja itu makan di satu meja panjang yang sama mereka menunggu pesanan datang sambil mengobrol tentang liburan akhir pekan.
__ADS_1
"kamu dengar tadi apa yang ibuk guru katakan? kita akan ujian semester ganjil bulan depan" ucap Sheila heboh
"kamu pikir aku tuli? jelas dong aku juga dengar akukan juga punya kuping" ucap Meira sedikit kesal
"itu artinya kita harus belajar ekstra" ucap Sheila heboh
"kenapa reaksimu seperti itu? ini bukan ujian semester ganjil yang pertama dalam hidupmu bukan? santai saja! nikmati saja ketegangan dalam detik detik menuju ujian semester ganjil tahun ini" ucap Meira
"apa? nikmati katamu? hanya kamu yang bisa berkata begitu" ucap Sheila salut
"kamu yang berlebihan tahu?" ucap Meira
"sekarang aku tanya sama kamu apa kamu pernah lihat anak sekolah yang mau ujian tapi biasa aja kayak kamu?" ucap Meira
".............."
"ngak adakan itu artinya kamu yang ngak biasa bukan aku" ucap Sheila
"apaan sih " elak Meira
"Meira, besokkan hari minggu bagaimana kalau kita bersenang senang dulu sebelum ujian skalian liburan akhir pekan" ucap Sheila
"kenapa begitu? biasanya juga kita bersenang senang setelah hasil uji keluar" ucap Meira
"haduh kamu ada ada aja" ucap Meira
"ayolah Meira!"
"aku ngak mau, ujung ujungnya juga aku jadi nyamuk" ucap Meira sambil mengingat ingat tahun lalu bagaimana dirinya dan paman jo menjadi nyamuk
"liburan?" ucap Nando yang dari tadi setia menjadi pendengar
"ya, apa kamu mau ikut? Meira ikutloh aku lihat kalian berdua punya sesuatu" ucap Sheila
"boleh tapi kita hanya pergi berempat ?" ucap Nando
"ya, ini hanya liburan setengah hari" ucap Sheila
"hei jangan bilang kamu hanya akan mengajak kami berjalan berkeliling mall seharian seperti dulu" ucap Meira
"tidak kok, kali ini kamu pasti akan puas dengan tempat liburan yang aku pilih" ucap Sheila
"tempat apa itu?" tanya Meira
"kamu suka ketenangan bukan? aku akan mengajakmu ke tempat yang tenang dan rindang" ucap Sheila
__ADS_1
"hutan? apa yang akan kita lakukan di hutan?" ucap Meira bingung
"bukan ditempat itu juga ada banyak air" ucap Sheila
"laut? kamu mau mengajakku ke laut untuk memancing?" ucap Sheila
"bukan laut, yang aku maksud bukan genangan air tampa ujung" ucap Sheila
"kenapa kamu jadi seperti main tebak tebakan cepat katakan saja apa nama tempatnya pasti aku tahu" ucap Meira geram
"danau angsa nama tempatnya kamu pasti tidak tahu tempat ini bukan? jelas saja karena tempat ini tidak cukup populer" ucap Sheila
"siapa bilang aku tidak tahu aku bahkan sangat sangat tahu danau angsa, tapi kenapa kesana? " ucap Meira
"benarkah? kenapa kamu tidak memberitahuku tempatan sebagus itu?" ucap Sheila marah
"mana aku tahu kamu juga suka tempat tempat seperti itu" ucap Meira
"huh tapi kamu berarti setuju dong" ucap Sheila
"tidak, kamu saja yang kesana aku sudah biasa dengan tempat itu emang apa yang akan kita lakukan di sana?" ucap Meira
"aduh Mei, kita bisa duduk di tepi danau sambil makan cemilan, mengobrol dan menikmati hembusan angin" ucap Sheila
"masa kita mengobrol sepanjang setengah hari" ucap Meira
"hei kita tidak harus mengobrol kali kita juga bisa melakukan hal lainnya" ucap Sheila
"membosankan" ucap Meira
"hei bukannya kamu suka hal hal yang seperti ini bisa nya kenapa sekarang kamu mendadak tidak suka" ucap Sheila
"siapa bilang aku tidak suka? aku hanya mengatakan itu membosankan" ucap Meira
"haduh.. terus apa yang mau kamu lakukan?" ucap Sheila sambil membuang nafas kasar
"nonton bioskop" Ucap Meira cepat
"tumben kamu mau ketempat ramai biasanya kamu paling anti tempat ramai" ucap Sheila
"kenapa? setelah aku pikir pikir keramaian bukanlah sesuatuhal yang buruk" ucap Meira
"hahhaha jadi selama ini kamu menganggap keramaian itu suatu hal yang buruk? Lucu sekali" ucap Sheila
Bersambung..........
__ADS_1