Malam Berbintang

Malam Berbintang
Salah paham


__ADS_3

"benarkah?" ucap Bima


"ya, kamu perlu tahu om sebenarnya kamu punya seseorang yang benar-benar menyayangimu dan dia ada di sekitarmu" ucap Meira


"siapa maksudmu ?" tanya Bima


"kak Ririn" ucap Meira


"Hahaha kamu bercanda? aku dan dia hanya teman" ucap Bima


"kamu yakin? lihatlah bagaimana dia memperhatikanmu mengkhawatirkan kamu dan selalu ada buatmu begitu pula denganmu sebenarnya kalian berdua itu saling mencintai tapi kalian tidak mengakui karena tidak mau pertemanan kalian hancur" ucap Meira


"hahaha aku bicara soal cinta tapi aku sendiri tidak mengenal cinta dan bahkan tidak tertarik untuk mengenal cinta" batin Meira


"benarkah sebenarnya aku mencinta Ririn" ucap Bima


"ya, pulanglah! dan berfikir!, pikirkan baik-baik dan rasakan siapa sebenarnya orang yang benar benar kamu cintai om" ucap Meira


"kamu benar, kalau begitu aku pergi dulu, terimakasih sudah selalu setia menjadi tampat curhatku dan maaf karena telah mengganggumu bekerja" ucap Bima


"tidak apa-apa kok om santai aja" balas Meira


 


Di SEKOLAH


Seperti biasa Meira berjalan sendirian namun bukan dua orang perempuan jahat yang menghadang nya hari ini tapi beberapa orang laki-laki yang tidak diketahui jahat atau baiknya.


"apa yang kalian inginkan kali ini?" ucap Meira kesal


"kami minta maaf kami telah salah, tidak seharusnya kami mengejekmu kemarin kami menyesal, hari ini kami membawakamu lebih banyak bunga tolong maafkan kami gadis idola" ucap Meira kompak sambil menyorokkan bunga bunga dan coklat


"hahahha syukurlah sebenarnya aku senang ada kalian yang menganggapku berharga" ucap Meira sambil terseyum


Mereka langsung tersipu saat melihat sang idola mereka terseyum bagi mereka itu bagaikan mimpi indah dan tak ingin bangun.


"hari ini kamu mau bunga dan coklat dari siapa gadis idola?" ucap Mereka kompak


"sebenarnya aku merasa tidak enak karena kalian selalu membelikanku bunga dan coklat akan lebih baik jika kalian menyimpan uang kalian" ucap Meira


"tidak apa-apa kami punya banyak uang"


"ya, aku tahu tapi aku senang saat kalian semua bisa berhemat" ucap Meira


"baiklah, tapi hari ini kamu harus mengambil semua bunga dan coklat dari kami"


"setuju" ucap Meira lalu mengambil semua bunga dan coklat dari para penggemarnya itu hingga tangannya dipenuhi oleh bunga dan coklat


"senang sekali akhirnya bunga sekolah mengambil bunga dan coklat yang aku berikan"

__ADS_1


"bunga sekolah perhatian sekali padaku bahkan dia menyuruhku untuk berhemat"


"aku lega sekali bunga sekolah tidak marah dia memang sangat baik"


"terimakasih semua" ucap Meira lalu kembali lanjut berjalan


"sama-sama" ucap mereka


"mereka lucu sekali membawakan lebih banyak bunga dan coklat sebagai permintaan maaf hahahaha padahal mereka tidak minta maaf padakupun tidak apa-apa" batin Meira


Sampai di kelas Meira menaruh bunga-bunga dan coklat itu di atas mejanya.


"wow Mei, mereka memberimu lebih banyak bunga dan coklat hari ini" ucap Sheila


"ini sebagai permintaan maaf mereka padaku" ucap Meira senang


"permintaan maaf apa maksudmu?" ucap Sheila


"kemarin mereka mengataiku, mengejekku karena sebuah foto editan" jelas Meira sambil memakan coklatnya


"foto editan apa? " tanya Sheila tidak paham


"kemarin Sasa menyebarkan foto aku sama om om terus dia bilang aku simpanan om om" ucap Meira


"oh lalu"


"lalu mereka merasa bersalah begitu" ucap Sheila


"yap" Meira mengangguk


"kadang kadang aku iri padamu tahu walaupun kamu orangnya agak sombong tapi banyak orang yang suka padamu" ucap Sheila sambil manyun


"benarkah? apa kamu mau coklatnya?" ucap Meira


"tidak, nanti Fahri marah" ucap Sheila masih manyun


"nah tu kamu tahu, untuk apa olehmu penggemar laki-laki itu sedangakan kamu punya Fahri" ucap Meira


"benar juga tapi aku juga mau penggemar perempuan" ucap Sheila


"aku juga sudah tidak punya penggemar perempuan lagi kok" ucap Meira sambil melirik sekelompok perempuan yang tengah menatapnya dengan sinis


"mereka termakan gosip yang di sebarkan Sasa ya" ucap Sheila


"sepertinya begitu" ucap Meira


sementara itu di seberang sana sebenarnya perempuan perempuan itu sedang berbisik bisik mengenai apa yang harus mereka katakan untuk meminta maaf.


"hei tadi dia melirik ke arah kita bukan?"

__ADS_1


"ya, tapi sepertinya dia melirik tidak suka pada kita"


"apa yang harus kita lakukan dong"


"ini semua karena kamu Jen"


"iya kamu yang duluan yang percaya pada perempuan bedak itu kemudian mengusulkan untuk menjauhi kembang sekolah"


"apa yang harus aku lakukan dong aku ngak bermaksud begitu"


"nanti kamu yang paling depan deh "


"baiklah"


"bismillah dulu woi"


"iya ini lagi baca bismillah dalam hati"


"kaki aku gemetaran ini lo"


"kau pikir aku tidak"


dengan pelan pelan dan takut takut Mereka berjalan menuju Meira dan Sheila untuk meminta maaf tapi di mata Meira dan Sheila mereka terlihat seperti akan membuat masalah.


"hei, apa yang akan mereka lakukan? apa mereka akan mengeroyok kita, sebaiknya aku menelepon Fahri" bisik Sheila


"kamu benar tapi chat aja ngak usah telpon" ucap Meira


"ok"


"Meira maafkan kami" ucap Mereka serentak sambil menundukkan kepala


Setelah sekian lama berbincang apa yang akan mereka katakan yang terpilih adalah kata simpel ini.


"maaf kenapa?" ucap Meira


"karena kemarin kami telah mengacukanmu"


"tidak apa-apa kok" ucap Meira sambil terseyum


"kamu memang baik hati bunga sekolah"


"aku pikir kalian mau mengeroyokku tahu" batin Meira


Mereka langsung berkerubung lalu memeluk Meira satu persatu dan mengacuhkan Sheila.


Fahri yang panik sudah berlari secepat yang dia bisa menuju kelas 8 A dan Sesampainya di kelas 8 A emosinya memuncak saat melihat Sheila di keroyokan padahal sebenarnya orang orang itu hanya sedang mengerubungi Meira dan terlihat seperti sedang mengeroyok seseorang.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2