
Rintikan hujan dengan deras di iringi kilasan kilat yang tajam berserta petir yang terus menyambar membuat Rena ketakutan dan mengengam lengan bara yang berotot dengan erat
"Lo bisa jauhan dikit gak!! Gue risih" cetus bara dengan dingin sembari berusaha melepaskan tangan nya dari Rena
"Gue takut.." jawab Rena sembari menangis tersedu-sedu
"Lebay Lo! Ini semua juga gara-gara lo! Kalo Lo gak banyak tingkah. Kita gak akan ketingalan rombongan" ujar bara dengan kesal sembari melepaskan tangan Rena yang terus memeluk lengan nya
"Salah Lo juga! Ngapain Lo nolongin gue. Kan gue gak minta" ujar Rena sembari melingkari tangannya ke tubuhnya untuk mengurangi rasa dingin
*Flash back
Sekolah Nusa Serasan tengah mengadakan kunjungan ke sebuah desa yang masih asri dengan hutan yang sangat indah.
Semua murid di wajibkan untuk membawa alat tulis untuk melakukan Riset di perkebunan warga selama tiga hari. Mereka pun di minta untuk membantu para warga bertani sekaligus belajar bercocok tanam. Namun sayang nya, kegiatan tersebut harus di hentikan karena ulah beberapa siswa yang nakal dan sering menganggu para warga. Pak Udin selaku ketua desa pun meminta agar pak Ilham menghentikan kegiatan sekolah nya tersebut
"Saya selaku perwakilan dari SMA Nusa Serasan sangat menyesali hal ini pak. Kami harap bapak dan warga dapat memaafkan anak didik saya yang sudah merusak perkebunan dengan sengaja ini" ujar pak Ilham
"Ngeh pak, kami juga minta maaf sudah tidak bisa menerima kalian disini lebih lama. Saya selaku kepala desa hanya ingin yang terbaik. Lagi pula, ini adalah permintaan dari para warga yang merasa di rugikan" jawab pak Udin
Pihak sekolah yang tidak dapat melakukan apa pun hanya bisa menghentikan kunjungan tersebut dan hendak kembali ke kota
"Reno, kamu umumkan kepada semua siswa untuk berkumpul di lapangan dan masuk ke bus sekarang" ujar pak Ilham sembari mengangkat telponnya yang tengah berdering
"Iya pak" jawab Reno sembari beranjak menghampiri teman-temannya bersama Adit selaku wakil ketua OSIS
"Eh, jangan lupa di absen ya" tambah pak Ilham sembari menjahui bus untuk menjawab telpon
"Gusy!! Ayo kumpul di lapangan. bus jemputan udah datang" ujar Reno berteriak
Mendengar hal tersebut, para murid pun bergegas menuju lapangan. Sedangkan Rena, ia kembali ke pinggir sungai untuk mencari gelang tangan peninggalan ayah nya yang hilang.
"Loh Ren, kan pak Ilham nyuruh absen pas mereka masuk bus" ujar Adit yang berdiri di sebelah Reno
__ADS_1
"Ah, udah lah! Tadi kan sudah absen pas bus belum datang" jawab Reno sembari mencoret tanda hadir di buku absen yang diberikan pak Ilham
"Ntar ada yang ketingalan gimana?" Tanya Adit sembari memperhatikan satu persatu teman nya memasuki bus
"Gak mungkin lah! Kan tadi udah pada kumpul semua" ujar Reno yang telah selesai mencoret tanda hadir di buku absen
"Iya juga ya! Ngapain di absen lagi" ujar Adit sembari tertawa kecil
"Ya kan! Ngabisin waktu. Lagi pula, mereka semua emang sudah gak sabar mau pulang. Disini kudet! Gak ada sinyal" ujar Reno sembari berkipas
Disisi lain, Bara tak sengaja melihat Rena terjatuh ke sungai dan terbawa oleh arus yang sangat deras. Tanpa berfikir panjang. Ia pun berlarian meninggalkan barisan untuk menolong Rena yang terbawa arus
Bara berlarian dengan kencang di bibir sungai dan menarik tangan Rena yang masih muncul di atas air. Karena banyak bebatuan yang besar membuat tubuh Rena tersangkut hingga mempermudah bara untuk menolong dirinya
"Woi! Bangun" ujar bara sembari meletakkan Rena di pinggir sungai
Bara yang melihat Rena masih tak sadarkan diri pun bergegas mengendong nya untuk kembali ke rombongan agar mendapatkan pertolongan pertama
Disisi lain, Para Siswa pun telah masuk ke dalam bus di iringi oleh Adit dan Reno selaku OSIS berserta panita.
"Udah pak aman! Ini absen nya" ujar Reno sembari memberikan buku kepada pak Ilham
"Oke, ayo pak berangkat" ujar pak Ilham kepada supir untuk melajukan mobilnya
Mendengar perintah dari pak Ilham. Pak sopir pun melajukan bus tanpa memperhatikan sekitar
Disisi lain, bara berteriak saat melihat bus berjalan meninggalkan dirinya. Ia pun bergegas meletakkan Rena yang masih tak sadarkan diri dan berusaha untuk mengejar bus tersebut
"Ahh! Sial" Gerutu Bara dengan kesal saat melihat bus semangkin jauh. Ia pun kembali menghampiri Rena yang masih tak sadarkan diri
"Woi beban!! Gara-gara Lo! gue ketingalan bus" gerutu bara sembari menggoyahkan tubuh Rena mengunakan kaki nya
Melihat Kaki Rena yang terluka. Ia pun bergegas merobek baju dalam nya untuk membalut luka Rena. Tak lama, Rena pun tersadar dari pingsan nya dan terkejut melihat bara tengah memegangi kaki kanan nya
__ADS_1
"Arghh!! Dasar mesum" ujar Rena berteriak sembari menendang tubuh bara hingga terjatuh
"Lo mau apain gue!" Tambah Rena sembari menutupi dada nya
"Apaan sih! Gak tau terima kasih banget! Gue tuh lagi ngebalut luka Lo" ujar bara dengan ketus sembari berdiri
Rena pun melihat kaki kanan nya yang terbalut kain putih. Ia pun mulai merasa perih di kaki nya tersebut
"Eh, Lo mau kemana?" Teriak Rena saat melihat bara berjalan meninggalkan dirinya
"Pulang!! Siapa tau Nemu orang yang mau Anter keluar dari desa ini" ujar bara tanpa melihat kebelakang
"Jalan kaki?" Tanya Rena yang membuat bara menarik nafas dengan dalam
"Ya udah kalo gak mau! Tunggu aja disitu. Paling gue tinggal" ujar nya sembari melanjutkan langkah kaki nya
Rena melihat ke kiri kanan yang terdapat hutan yang sepi. Ia pun bergegas mengejar bara. Namun, terjatuh karena kaki kanan nya yang masih terluka
"Aw!! Sakit" rintihan Rena sembari memegangi kaki nya yang bengkak terbalut kain putih yang telah memerah karena darahnya
Bara yang terkenal dingin dan tak berperikemanusiaan pun hanya diam dan tak menghentikan langkah kakinya saat mendengar Rena terjatuh
"Bodo amat! Gara-gara Lo, gue terdampar di sini! Gue gak mau ngelakuin kesalahan dengan menolong Lo lagi" gerutu bara sembari membalut kedua tangannya di dalam kantong celananya. Sedetik kemudian, langkah kaki nya terhenti dan kembali menghampiri Rena yang tengah menangis
Tak lama, Adegan memperlihatkan Bara menggendong Rena dan berjalan menuju perdesaan untuk meminta bantuan.
"Bar, kita jalan hampir satu jam loh! Kok masih hutan ya? Perasaan dari lapangan ke desa cuma butuh waktu lima menit" tanya Rena yang terus melihat ke arah hutan rimba
"Serius!! Kalo gitu Salah arah dong" ujar bara menghentikan langkah kakinya
"Gimana sih? Kok bisa salah arah" gerutu Rena
"Gue lupa! Soalnya gak ada plag nama" ujar bara
__ADS_1
"Gawat dong! Mana dari lapangan ke desa luar hutan semua" ujar Rena
Mendengar hal tersebut, bara pun bergegas berbalik arah untuk kembali ke desa. Tak lama, hujan turun dengan deras membasahi pakaiannya. Hari yang semangkin gelap pun membuat mereka terpaksa berteduh di kandang sapi terlantar di tengah hutan