MALAM PERTAMA ANAK SMA

MALAM PERTAMA ANAK SMA
SEPOTONG ROTI


__ADS_3

Pihak sekolah pun berusaha menghubungi Rena. Namun, ia selalu menolak untuk berkomunikasi dengan siapa pun termasuk sahabatnya


"Rena sayang. Kamu udah gak sekolah selama dua munggu loh" ujar ibu Suki berusaha untuk mendekati putri nya. Namun, Rena hanya diam menyelimuti seluruh tubuhnya mengunakan selimut


"Bahkan kamu gak pulang ke rumah bara. Nanti dia nyariin loh" tambah ibu Suki


"Harus nya dia udah balik seminggu yang lalu. Bahkan dia gak chat atau pun telpon untuk nanya keberadaan gue. Itu tanda nya dia gak peduli sama sekali" batin Rena


"Aduh Rena! jelas lah kalo dia gak peduli sama Lo. Orang dia udah punya tunangan. Terus nasib gue gimana nanti nya? Setelah mereka mengumumkan pernikahan. Otomatis gue di buang gitu aja nantinya" tambah Rena


"Ren, kok kamu gak mau jawab mama sih?" Ujar ibu Suki sembari memeluk putri Nya


Rena beranjak bagun dari ranjang tidur dan masuk ke kamar mandi. Melihat hal tersebut, sang ibu hanya diam dan memilih untuk membuat makanan untuk Rena


Tak lama, ibu Suki terkejut saat melihat Rena keluar dari kamar mengunakan seragam sekolah nya. Ia pun bergegas menghampiri sang putri dengan girang


"Sayang, kamu udah mau sekolah lagi?" Tanya sang ibu sembari memeluk Rena


"Parfum mama bau! Rena gak kuat kalo harus nahan nafas Deket mama terlalu lama" ujar nya beranjak pergi meninggalkan sang ibu yang mematung.


"Beli parfum puluhan juta. Eh, malah di bilang bau sama anak sendiri" gerutu ibu Suki sembari menciumi pakaian nya


Disisi lain, jam pelajaran kedua telah dimulai. Rena memanjat tembok untuk masuk ke kelas nya. Ia pun mengendap-endap memasuki kelas agar ibu Ida tak melihat dirinya


"Buk, Rena telat" teriak bara dengan datar sembari menyalin pelajaran di papan tulis.


Langkah kaki Rena pun terhenti. Ia melirik ke arah bara dengan sinis. Hal tersebut membuat bara bersemeringai


"Nyengir-nyengir lagi Lo! Seneng banget liat gue susah" batin Rena yang kesal pada suami dinginnya tersebut


"Bagus ya Rena! Kamu pikir ini sekolah punya nenek moyang mu. Udah gak masuk dua Minggu. Eh, sekarang malah masuk jam sebelas siang" ujar ibu Ida dengan tegas


"Ya, daripada saya gak masuk sama sekali kan buk" cetus Rena


"Berani kamu ya!! Keluar dari kelas saya sekarang" teriak ibu Ida dengan lantang. Jantung Rena berdetak kencang karena terkejut mendengar ibu Ida berteriak di dekat nya. Ia pun bergegas keluar dari kelas tersebut


"Sejak ada bayi sialan ini! Gue jadi gampang kaget" gerutu nya sembari duduk di anak tangga

__ADS_1


Tak lama, Rena pun di panggil oleh kepala sekolah untuk di sidang. Sebab, akhir-akhir ini dirinya sering membuat para guru kesal karena ucapannya yang pedas


Selain itu, diri nya juga akan di beri hukuman karena telah bolos selama dua Minggu tanpa izin


Rena di hukum membersihkan seluruh lingkungan sekolah selama satu bulan sebelum jam pelajaran dimulai dan setelah jam sekolah berakhir


Namun, Rena tak menjalankan hukumannya tersebut. Ia dengan santai berlagu seakan tak ada apapun.


"Bukannya Lo di hukum piket selama satu bulan? Kok jam segini udah pulang" tanya bara saat melihat Rena kembali dengan cepat


"Berisik.." gerutu nya dengan dingin dan beranjak pergi ke kamar nya


Tak lama, handphone Rena berdering dari sahabatnya. Ia pun bergegas menjawab telpon tersebut


"Ren, Lo udah cek grup gosip di kelas kita gak?" Tanya iva


"Nggak! Emang ada apa?" Tanya Rena dengan lemas


"Kok suara Lo kayak lemes gak bersemangat gitu ren? Lo sakit lagi ya" tanya iva


"Oh ya, gosip yang Lo maksud apaan?" Tambah Rena


"Si bara ternyata punya cewek ren! Gila, cewek nya cakep bener. Pantesan, pas gue deketin dia. Dia acuh tak acuh gitu! Ternyata lagi jaga hati" ujar Iva


"Lo liat foto nya di grup ghibah kelas kita. Si Ani dapat foto itu dari akun ige cewek nya" tambah Iva


"Oh ya, gue mau tarik tantangan yang udah gue kasih ke Lo. Karena gak mungkin si bara berpindah hati ke Lo. Dari pada Lo botak kan" tambah nya


"Iya, gue juga benci banget sama dia! Gak Sudi gue ngedeketin dia" jawab Rena sembari menutup telpon dari sahabatnya itu


Ia pun membuka grup ghibah dan melihat foto Celine tengah memeluk bara di bandara sebelum bara kembali ke Indonesia.


"Aduh! Nasib gue gimana?" Ujar Rena yang tak sadar menjatuhkan air mata nya


Rena kembali mengurung dirinya tanpa memakan apa pun. Sikap bara yang sengaja menjahati Rena dengan tujuan agar Rena tak menyukai diri nya dan agar lebih mudah mengurus perceraian pun membuat Rena benar-benar membenci nya


"Nyonya, tolong buka pintu nya" ujar ana terus mengutuk pintu Rena yang terkunci

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya bara dengan dingin


"Nyonya gak keluar dari kamar seharian tuan. Bahkan, beliau gak memakan apa pun" jawab ana dengan khawatir


"Biarin aja! Ntar kalo lapar keluar sendiri" ujar bara dengan dingin beranjak pergi ke ruangan pribadi nya


Ana pun hanya menuruti perintah dari majikannya. Ia pun meletakkan makanan di depan pintu kamar dan pergi mengurus perkejaan lain


Melihat asistennya yang telah menghilang dari kejauhan. Bara pun keluar dari ruangannya. Ia bergegas membuka kamar Rena mengunakan kunci cadangan


"Makan.. kalo Lo sakit gue yang repot!" Cetus nya sembari meletakkan makanan di atas meja


Bara kesal kepada Rena yang hanya diam membelakangi nya. Ia pun menggoyahkan tubuh Rena.


"Kok panas?" Tanya bara saat tak sengaja menyentuh kening rena


Bara pun bergegas membawa Rena ke rumah sakit untuk di tindak lanjuti.


"Ibu Rena sudah membaik pak. Tapi tolong di perhatikan lagi ya. Beliau harus banyak istirahat agar bayi nya tetap sehat" ujar dokter tersebut membuat bara terkejut


"Apa? Maksudnya gimana?" Tanya bara dengan syok


"Istri bapak lagi hamil muda dan rawan keguguran. Kondisi tubuhnya saat ini sedang lemah. Mungkin karna terlalu banyak aktivitas" jawab dokter tersebut dengan prihatin


Bara terdiam mematung mendengar hal tersebut. Ia melirik ke arah Rena yang masih tak sadarkan diri


Keesokan harinya, Rena tersadar dari tidur nya. Ia melihat bara telah rapi mengunakan seragam sekolah tengah menyiapkan sarapan untuk nya


"Lo gak taro racun kan?" Tanya Rena dengan ragu melihat sandwich di atas meja


Tanpa berkata-kata, bara mengigit ujung sandwich tersebut untuk membuktikan kepada Rena


Melihat hal tersebut, Rena pun mau memakan sandwich pertama buatan bara untuk nya


"Gue berangkat! Kalo butuh apa-apa panggil ana aja. Dia ada di luar! Ntar di sekolah gue absenin aja" ujar Hans dengan datar sembari memakai tas nya dan beranjak pergi


Rena termenung mendengar hal tersebut. Bagaimana tidak, seorang bara yang selalu jahat pada nya tiba-tiba menjadi baik

__ADS_1


__ADS_2