
"Saya gak mau siapa pun dari keluarga Mahesa mengetahui hal ini" ujar bara
"Apakah ini tidak terlalu beresiko tuan?" Ujar Ana
"Saya juga gak punya pilihan lain. Saya harap, kalian semua bisa membantu saya untuk menutupi hal ini jika papa curiga" ujar bara
"Baik tuan, kami akan melakukan yang terbaik" jawab beberapa pelayan tersebut
"Saya juga berharap kalian melindungi dia disaat saya tidak ada" tambah bara sembari pergi meninggalkan pelayan nya
Ibu ana, pak Rusdi dan pak Doni adalah pelayan terpercaya dan setia. Mereka selalu bersama bara di kondisi apa pun juga. Jadi jangan heran jika mereka selalu diberitahu apapun
beberapa hari kemudian, mereka telah kembali bersekolah. Meski satu rumah. Ia dan bara tak pernah mengobrol. Sebab, bara selalu berada di ruangan pribadi nya. Dimana tidak ada boleh memasuki ruangan tersebut
"Ren, kok form night kemarin lo pulang cepet sih?" Tanya Aya
"Iya, kita nyariin Lo tapi gak ketemu" tambah Iva
"Iya, nyokap gue nyewa kamar VIP. Mangka nya gue pisah sama rombongan" ujar nya sembari tersenyum paksa
"Emang boleh? Tapi kok Kita mau nyewa VIP kok gak di perbolehin?" Tanya Iva
"Ah sudahlah, keburu dingin SOP gue. Lagian yang nyewa nyokap gue. Gue ikut-ikutan tidur aja" ujar Rena agar terhindar dari pertanyaan teman-temannya
"Iya juga ya! Eh, nanti kita shopping yuk. Udah lama kan gak ngeborong barang baru di mall" ujar Iva menggebu-gebu
"Boleh juga tuh" jawab Aya sembari tertawa
Tak lama, mata Aya dan iva memandangi Rena yang hanya diam sembari menyedot minumannya
"Ren, Lo ikut juga kan?" Tanya Iva
Rena tersenyum paksa karena tak tau harus menjawab apa. Ia pun mengingat percakapannya dengan bara saat sarapan sebelum berangkat sekolah
"Gue jatahin Lo satu juta perbulan ya" Ujar bara membuat Rena tersedak
"Hah! Mana cukup" jawab nya
"Cukupin aja lah! Lo juga gak ngurus bulanan dapur" ujar bara dengan dingin
"Tapi kan gue harus perawatan, harus shopping, jalan-jalan bareng bestie gue" ujar Rena
"Gue kasih cuma buat jajan doang. Kalo mau foya-foya kerja sendiri" cetus bara beranjak pergi
"Satu lagi. Ke sekolah gak usah bareng gue" tambah nya dan pergi meninggalkan Rena yang masih menyantap makanan nya
Rena menarik nafas panjang membuat Iva dan Aya kebingungan. "Ren... Kok bengong sih?" Ujar Iva sembari menepuk pundak Rena agar tersadar kembali
__ADS_1
"Gue kayak nya gak bisa ikut kalian" ujar Rena memurung
"Yah.. kenapa?" Tanya Iva
"Gue ada urusan. Tapi, nanti gue kabarin lagi ya" ujar Rena kembali menyantap makanan nya
Tak lama, para murid berlarian ke arah lapangan dan bersorak. Rena dan teman-temannya pun bergegas menghampiri untuk mencari tau apa yang terjadi
"Gila, keren banget" ujar Rini sembari bertepuk tangan
Rena melihat bara melepaskan kaca mata nya yang cupu dan tengah bermain basket bersama team nya. Ia menjadi populer dan di incar para murid
"Gila, bara cakep banget tanpa kaca mata" ujar Aya dengan mata yang terbelalak
"Iya memang. Tapi sayang, dia itu gak punya hati. Hati nya udah beku" ujar iva dengan kesal
"Lo bilang gitu Karna di tolak Mulu sih haha" ujar Aya meledek Iva
"Tapi gue punya ide" ujar Iva tersenyum licik sembari menarik kedua sahabatnya untuk menjauh dari keramaian
"Ide apaan?" Tanya Aya
Iva menatap Rena sembari mengeluarkan senyuman psikopat nya. "Kenapa Lo liat-liat gue?" Ujar Rena yang merasa tak enak
"Lo kan cewek yang disukai banyak cowok. Ke popularitas Lo juga bagus banget kan. Selain itu, banyak cewek yang pengen jadi Lo" ujar Iva membuat Aya dan Rena saling bertatapan karena Bingung
"A-apa?" Tanya Rena dengan gugup
"Kalo Lo bisa buat bara jatuh cinta dan bucin banget. Gue kasih mobil BMW yang baru gue beli" ujar Iva
"A-hahaha.." tawa Rena dengan paksa dan hendak pergi meninggalkan iva dan Aya. Namun, Iva menarik tangannya
"Kalo Lo gagal. Lo harus botak" ujar Iva
"Apa!! Nggak ah, gak mau gue" ujar Rena
"Ya elah Ren. Lo kan jago buat cowok baper. Ntar gue tambahin kalung berlian deh" ujar Iva sembari tersenyum dan menaikkan alis nya
"Tapi bara beda! Dia itu manusia es. Keburu kesel gue sama dia" ujar Rena menghentakkan kakinya ke lantai
"Jadi Lo nolak nih?" Ujar Iva sembari menunjukkan kunci mobil dan kalung yang sedang ia pakai.
Mata Rena terbelalak saat melihat barang mewah di depan mata nya tersebut
"Tantangan nya yang mudah dikit Napa? Masa bara sih" ujar Rena sembari melirik ke arah bara yang sedang mencetak poin
"Ciah!! Takut di tolak ya hahaha! Oh iya, kalo Rena di tolak kan. Citra nya yang populer dan cewek impian sejuta cowok bakal hancur haha" ujar Iva tertawa mengejek rena
__ADS_1
"Nggak gitu! Masalah nya gue benci sama dia. Dia tuh ngeselin" jawab Rena
"Ah, udah! Bilang aja Lo gak berani" ujar Aya membuat Rena kesal
"Tapi, gue kan pernah tidur sama dia. Seharusnya gampang! Apalagi gue sekarang istri nya. Seorang istri berusaha membuat suami es nya meleleh bukan suatu kejahatan kan? Siapa tau dia jadi so sweet dan gak ngeselin lagi" batin Rena
"Woy!! Ngelamun Mulu. Jadi gimana?" Ujar Iva
"Oke, gue coba" ujar nya dengan penuh percaya diri
"Nah, ini baru Rena yang gue kenal" ujar Iva sembari merangkul Rena
"Batas waktu satu bulan ya" tambah Iva
"Gampang!!..." Jawab Rena dengan santai
Tak lama, bel pun berdering. Semua murid kembali ke kelas masing-masing untuk memulai pelajaran
"Anak-anak, nama yang bapak sebutkan harap ke ruang guru Sekarang! Adit,Alya, bara, Dini dan Rena" ujar pak Aldo beranjak pergi ke kelas lainnya
"Gue? Ada apa ya?" Tanya Rena kepada para sahabatnya
"Gak tau.. tapi yang jelas Lo punya peluang pertama" ujar iva sembari melirik ke arah bara yang beranjak keluar dari kelas
Rena pun hanya mengedipkan satu mata nya dan ikut ke ruang guru.
"Oke, sebelum di bawa olimpiade ke Singapura. Kalian akan melewati masa test terlebih dahulu. Hanya ada empat orang yang akan kita bawa" ujar pak Dadang
"Hah, apa pak? O-olimpiade?" Ujar Rena berteriak karena terkejut
"Iya! Kenapa kaget?" Ujar pak Dadang
"Kok saya masuk sih pak? Saya kan gak pinter" ujar nya dengan panik
"Tapi bara bilang kamu mau ikut" ujar pak Dadang
Mendengar hal tersebut, Rena melirik ke arah bara dengan sinis. Sedangkan bara hanya menaikkan satu alis nya sembari tersenyum licik
"Sudah, ini sudah di rekap dan kamu gak bisa mundur. Tenang saja, Senin besok ada seleksi" ujar pak Dadang
"Oke, sampai sini aja! Silahkan kembali ke kelas masing-masing" ujar pak Dadang beranjak pergi keluar ruangan.
Para murid yang terpilih pun satu persatu keluar dari ruangan tersebut. Rena mengejar bara yang hendak kembali ke kelas dengan penuh Amara
"Lo apa-apaan sih? Kenapa daftarin gue kompetisi itu" ujar nya dengan kesal. Namun, bara hanya diam dan hendak pergi
"Tunggu! Gak sopan Lo ya" tambah nya sembari menarik tangan bara
__ADS_1
Bara tetap diam dan hanya menaikkan satu alis nya. Melihat hal itu, Rena menjadi kesal dan pergi meninggalkan bara