MALAM PERTAMA ANAK SMA

MALAM PERTAMA ANAK SMA
pulang


__ADS_3

Rasa lelah yang lebih besar dari pada rasa takut pun membuat Rena tertidur di atas tumpukan jerami sembari melingkari tangan nya di tubuhnya sendiri untuk mengurangi rasa dingin.


Bara yang mulai tak tega melihat Rena mengigil pun perlahan mendekati nya dan melempari nya dengan jaket untuk menyelimuti tubuh Rena


"Tumben manusia es ini baik?" Tanya Rena di dalam hati sembari melihat ke arah bara dengan tatapan aneh


"Gak usah GR! Gue kasih jaket bukan karena gue peduli! Tapi biar Lo gak sakit dan gak nyusahin gue lagi" Cetus bara dengan dingin sembari menghangatkan jemari nya di dalam kantong celana nya


"Sudah gue duga! Mana mungkin manusia kutup ini tiba-tiba peduli" gerutu Rena sembari menyelimuti tubuh nya dan mulai memejamkan matanya


Sedangkan bara bergegas mengumpulkan beberapa tumpuk jerami untuk membuat api agar menghangatkan mereka berdua


Singkat cerita, Pagi pun tiba. Rena terbangun oleh suara yang samar-samar memanggil namanya. Perlahan ia membuka mata nya dan melihat sang ibu telah berada di depannya


"Mama..." Panggil nya sembari memeluk ibu nya dengan erat


"Kamu gapapa kan? Kok bisa ketingalan bus sih!" Ujar sang ibu yang kesal


"Cerita nya panjang mah! Mama kok bisa disini sih?" Ujar Rena sembari beranjak untuk duduk


"Iya, Mama dapat kabar dari Joni kalo kamu ketingalan bus! Jadi mama langsung on the way ke sini buat jemput kamu" jawab ibu Suki sembari melirik ke arah pak Ilham dengan sinis


"Maaf Ren. Bapak gak teliti sampai kalian ketingalan! Bapak baru sadar kalau kalian gak ada sewaktu rombongan sudah sampai sekolah" ujar pak Ilham dengan nada kecil


"Enak saja! Saya akan tetap melaporkan pihak sekolah yang tidak becus menjaga anak murid nya! Kalau anak saya kenapa-kenapa gimana? Apa lagi disini cuma berdua sama lawan jenis" tegas ibu Suki sembari berteriak


"Ugh! Berisik" gerutu bara yang masih terlelap sembari menutup kedua telinga nya


Ibu Suki terdiam saat melihat jam tangan mewah melekat di tangan bara. Ia pun memperhatikan sepatu bara yang bermerk dan memiliki harga yang fantastis


"Ayo kita pulang!" Ujar ibu Suki sembari menarik tangan putrinya dan bergegas masuk ke mobil


"Bara! Kok masih molor sih! Ayo kita pulang juga. Atau kamu mau tinggal disini aja" ujar pak Ilham sembari menarik tangan bara untuk duduk


Melihat bara yang kembali merebahkan tubuh nya pun membuat Pak Ilham kesal. Ia pun memapah bara yang masih memejamkan mata nya.


Singkat cerita, Mereka pun tiba di sekolah. Para guru dan teman-teman Rena telah menunggu kepulangan nya


"Rena.." panggil Aya sembari memeluk Rena yang baru saja tiba

__ADS_1


"Lepas ah! Sok drama banget Lo! Pas gue gak ada di bus kenapa gak nyadar?" Ujar Rena dengan kesal


"Hehe, sorry Ren. Gue pikir Lo lagi sama ivana" ujar Aya sembari menyengir


"Ah, itu Lo aja yang sibuk pacaran sama Ale" sela Rena


"Udah! Yang penting Lo udah balik dangan selamat dan baik-baik aja! Yang lalu biar lah berlalu" ujar Ivana sembari merangkul kedua sahabatnya


Rena melihat sang ibu berbicara empat mata dengan serius bersama bara. Nampak bara terlihat kesal dengan apa yang ibu Suki katakan


"Mama sama bara ngomongin apa sih? Kok mama kayak serius gitu. Dan bara kaya kesel banget denger nya?" Tanya Rena di dalam hati sembari memandangi bara dan ibu nya


"Kan!! Kebiasaan si Rena nih! Suka banget ngacangin orang" ujar Iva sembari mencolek pinggang Rena agar tersadar


"Eh, sorry hehe" jawab Rena sembari tersenyum paksa dan kembali melihat ke arah bara dan ibu nya yang masih berbicara


Iva dan aya pun melihat bara dan ibu suki berbicara dengan serius dan hendak menghampirinya. Namun, Rena menghentikan sahabat nya dan memilih untuk tidak menganggu percakapan mereka


"Ren, Kayak nya bara kena marah sama nyokap Lo deh" ujar Iva yang khawatir pada bara


"Udah biarin aja! Kalo kita kesana takutnya memperburuk keadaan" jawab Rena sembari duduk di kursi menunggu sang ibu


"Lo kenapa kelihatan khawatir gitu? Kan yang kena marah si bara bukan Lo?" Tanya Rena


Mendengar pertanyaan Rena. Iva pun terdiam dan mulai salah tingkah. Melihat hal tersebut, Rena dan Aya saling bertatapan sembari tertawa untuk mengoda sahabat nya itu


"Aciee!! Naksir ya? Ohh nggak. Lebih tepat nya khawatir sama mas pacar" ujar Rena sembari tertawa


"Hahaha, Bantuin tuh! Kasian mas pacar nya kena marah" tambah Aya sembari tertawa


"Apaan sih! Nggak kok" jawab Iva dengan pipi yang memerah


"Ututu, pipi nya merah Ren. Haha" ujar Aya sembari menunjuk pipi Iva


Mereka pun tertawa terbahak-bahak dan terus menggoda ivana yang sedang tersipu malu. Tak lama, ibu Suki pun menghampiri mereka


"Maaf ya Iva,Aya. Rena harus pulang untuk istirahat. Kalian ketemu lagi besok di sekolah aja ya" sela ibu Suki dengan ramah sembari merangkul pundak putri nya


"Iya Tan, hati-hati di jalan ya" jawab Aya dan Iva sembari tersenyum ramah melihat mobil Rena melaju meninggalkan mereka

__ADS_1


"va, temenin gue ke mall yuk" ajak Aya sembari merangkul tangan Iva


"Iya, traktir gue ya haha" ujar Iva sembari tertawa


"Aman itu mah!! Yuk" ujar Aya hendak menglangkah pergi. Namun, ia melihat bara hendak pulang mengunakan motor nya


"Eh, Iva! Gue gak bisa Anter Lo pulang. Gue ada urusan. Lo balik sama bara aja ya" teriak Aya sembari melirik bara yang sedang mengunakan helm


"Hah, apaan sih ay" ujar Rena yang malu sembari menyubit pelan tangan Aya


"Bar, gue titip bestie gue ya!" Teriak Aya sembari melepaskan genggaman tangan Iva


"Baek-baek Lo Sama bara! Biar langgeng haha" tambah Aya sembari pergi meninggalkan iva


"Ih, Aya..." Panggil Iva dengan manja dan menghampiri bara yang telah siap melajukan motornya


"Apa!!" Cetus bara dengan dingin


"ih bara! Kita kan se arah. Ikut" ujar Iva dengan manja membuat bara semangkin kesal


"Dih, ngomong di imut-imut in gitu tujuan apa? ngerasa cakep Lo?" Cetus bara sembari memberikan iva helm


"apaan sih, kan gue emang gini dari dulu" ujar Iva semangkin melembutkan nada suaranya sembari memakai helm yang diberikan bara


"Buruan!! Gue tinggal Lo ya" ujar bara yang kesal melihat Iva yang terlihat kesulitan memakai helm


"ih, bantuin kek!" Ujar Iva. Namun, Bara hanya mengabaikan diri nya


"Pak Ilham" panggil bara saat melihat pak Ilham berjalan menuju parkir


"Kenapa bar?" Ujar pak Ilham


"Rumah bapak Deket sama rumah Iva kan ya? Saya titip dia ya. Saya mau pergi jemput adek" ujar bara sembari melajukan mobilnya dengan santai


"ih, kok pak Ilham sih? Perasaan dia anak semata wayang gak punya adik!! Bara mah" gerutu iva dengan kesal


"Ayo va.." ujar pak Ilham sembari berjalan menghampiri mobil nya yang sedang terparkir


Iva pun dengan rasa yang terpaksa mengikuti pak Ilham dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2