MALAM PERTAMA ANAK SMA

MALAM PERTAMA ANAK SMA
jatah


__ADS_3

Rena menaiki angkot untuk pulang ke rumah. Ia melihat bara tengah membaca buku di ruang tamu


"Bara!!!..." Teriak nya menghampiri bara


Namun, bukannya merespon istri nya yang baru saja tiba. Lelaki dingin itu hanya melirik sekilas dan kembali fokus membaca buku


"Bara.. gue gak bisa kalo cuma satu juta perbulan" Rintihan Rena memelas berharap belas kasih suami dingin nya tersebut untuk menambah jatah bulanannya


"Ya udah.." jawab lelaki es itu dengan dingin dan menyembunyikan wajah tampan nya di balik buku yang sedang ia baca


"Kok ya udah doang? Minimal tambahin kek" gerutu Rena kesal


"Oke.." jawab nya dengan dingin


Rena sangat girang saat Mendengar jawaban singkat itu. Ia pun mendekati bara sembari memijat kaki suami es itu


"500 ribu perbulan" tambah Bara.


Mata Rena terbelalak mendengar nominal yang di sebut oleh bara. bagaimana tidak, setelah komplain pasal bulanan yang minta di tambah. Justru malah di kurangi oleh pria dingin itu


"Kok malah ngurang sih?" Ujar nya dengan kesal sembari mendorong kaki bara yang ia pijat


"300 ribu" tambah bara dengan dingin dan datar


"Kok gak berperikemanusiaan gitu kau!!" Teriak Rena


"Dua Ra..." Ujar bara terhenti karena di sela oleh Rena


"Ya udah! Ya udah! Lama-lama gak ada lagi duit jajan gue. Dasar pelit" cetus nya beranjak meninggalkan bara yang sedang bersantai membaca buku di ruang tamu


"Duh, dapat duit dari mana gue? Mana bisa gue hidup tanpa shopping bareng bestie" gerutu nya menaiki satu persatu tangga menuju kamar nya


Langkah Rena terhenti di depan ruangan pribadi bara. Dimana tidak ada siapa pun yang boleh memasuki ruangan tersebut


"Ruangan ini gak ketutup rapat. Tumben gak di kunci. Kira-kira Apa ya isi dalam nya?" Tanya Rena dengan hati-hati memasuki ruangan tersebut


Mata Rena terbelalak saat melihat dalam ruangan yang begitu mewah dan tersusun rapi. "Wah gila, Keren banget" ujar nya sembari melihat ke kiri dan kanan


Langkah kaki Rena terhenti di depan foto wanita yang sedang menari ballet dengan indah terpajang besar di dinding.

__ADS_1


"Dia siapa? Ibu nya kah?" Tanya nya sembari menyentuh foto tersebut dengan penuh hati-hati


"Celine Wilantara " ujar Rena membaca tulisan nama yang terletak di foto tersebut


"Apa ini nama nyokap nya? Ngomong-ngomong gue gak tau wajah orang tua bara. Boro-boro wajah, nama nya aja gak tau" gerutu Rena beranjak melangkah kaki untuk melihat foto di atas meja


"Ini siapa?" Tanya nya sembari mengangkat foto di atas meja yang Terdapat foto bara bersama orang tua nya


Tak lama, Rena mendengar suara langkah kaki sedang menuju ke arah nya. Ia pun bergegas meletakkan foto tersebut dan bersembunyi di bawah meja kerja


"Iya pah, bara pulang ke sana kalo udah menyelesaikan sekolah di sini" ujar bara dan duduk di kursi nya


"Apa!! Papa sekarang lagi otw ke sini?" Teriak nya dengan panik


"I-iya, bara tunggu.." jawab nya dengan terbata-bata.


"Ana..." Teriak Bara dan tak lama, ana datang menghampiri bara


"Papa saya sebentar lagi tiba di rumah ini. Tolong kau bawa Rena pergi untuk sementara waktu. Suruh dia liburan ke Bali atau kemana kek. Intinya yang jauh, biar dia gak ketemu papa" ujar nya dengan panik


Ana yang mengerti pun bergegas menuju kamar Rena untuk membawa nya menjauh dari rumah tersebut. Tanpa mereka ketahui, bahwa Rena berada di bawah meja nya


"Tuan muda.." ujar Ana dengan panik menghampiri bara


"Pintu kamar nyonya di kunci. Sudah saya ketuk dan memanggil beliau. Tapi, beliau tidak menjawab" ujar nya


Bara pun hendak pergi ke kamar Rena. Namun, langkah kaki nya terhenti saat sang ayah tiba-tiba masuk keruangan tersebut


"Pa-papa.." ujar nya


"Kenapa kamu gugup? Apa ada yang kamu sembunyikan dari saya?" Tanya Takur dengan dingin sembari menghampiri putra nya yang sedang berpikir keras untuk membuat alasan


"Kok diam?" Tambah nya


"Nggak ada kok. Papa ngapain kesini?" Tanya nya untuk mengalihkan pertanyaan sang ayah


"Untuk menjemput mu! Minggu depan Celine kembali ke London. Jadi kamu harus menyambut kepulangan nya" ujar pak takur sembari duduk di kursi


"Apa gak bisa di tunda? Minggu depan bara ada kompetisi sains" ujar bara

__ADS_1


Plak... Pak takur menepak meja dengan keras dan mulai menaikkan nada bicaranya "kamu berani menentang saya!" Ujar nya


Rena yang sedang berada di bawah meja pun berusaha untuk tak mengeluarkan suara saat takur menepak meja


"Nggak pah, cuma kompetisi itu penting untuk bara" jawab nya dengan ragu


"Apa Celine gak penting! Dia tunangan kamu" jawab pak takur dengan penuh penekanan


"Hah, tunangan? Jadi bara udah punya tunangan" batin Rena


Bara hanya diam menundukkan kepalanya. Ia tak sengaja melihat helaian rok di bawah meja. Pak takur yang melihat putra nya sedang memperhatikan bawah meja pun hendak memeriksa nya


"Iya pah!! Besok bara ke sana" ujar bara dengan spontan agar ayah nya tak melihat ke bawah meja


"Oke, itu yang ingin saya dengar" ujar pak takur beranjak berdiri dan hendak pergi. Namun, langkah kaki nya terhenti dan tertarik untuk melihat meja


"Pah, bara butuh bantuan papa" ujar bara yang sadar bahwa ayah nya sedang memperhatikan bawah meja tempat Rena bersembunyi. Dengan cepat, ia merangkul sang ayah untuk keluar dari ruangan tersebut


Sedangkan Rena merasa legah saat melihat bara keluar bersama sang ayah. Ia pun perlahan keluar dari tempat persembunyiannya dan mengendap-endap ke kamar nya


"Huft, aman! Gila, serem banget bokap nya bara" ujar Rena sembari mengelus dada nya


"Eh, tapi yang gue dengar tadi bener gak ya? Masa iya anak SMA udah punya tunangan" gerutu Rena sembari mengintip bara yang sedang mengantarkan ayah nya ke dalam mobil


Setelah mobil tuan Takur keluar dari kediamannya. Bara pun melirik ke arah jendela kamar Rena. Rena yang sadar pun bergegas bersembunyi


Tak lama, sebuah ketukan terdengar di pintu kamar nya. Rena yang takut ketahuan pun bergegas merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan berpura-pura tidur


Disisi lain, ana melihat bara menghampiri nya yang tengah mengetuk pintu Rena. Ia pun bergegas pergi meninggalkan bara


Ceklek... Suara pintu terbuka, Rena pun mengeluarkan suara dengkuran yang keras agar bara tak mencurigai nya. Namun, bara dengan santai duduk di sofa dan mengawasi nya dengan tajam


"Anjirr, kenapa dia malah duduk di situ! Kenapa gak pergi sih?" Batin nya dengan kesal dan membalikkan tubuhnya untuk membelakangi bara


Setelah beberapa jam berpura-pura. Rena pun tanpa sadar tertidur dengan pulas. Ia dibangunkan oleh sengatan matahari yang menusuk di kulit nya


Perlahan ia membuka mata dan terkejut saat melihat sekeliling nya yang sudah berubah menjadi kolam. Karena panik, pelampung kasur yang ia gunakan tak seimbang dan terus bergoyang membuat nya terjatuh ke dalam kolam


Rena pun mengeluarkan kepala nya dari air untuk bernafas. Ia melihat bara tengah duduk di kursi pantai sembari memperhatikan dirinya dengan tatapan yang tajam seakan macan yang hendak menerkam mangsanya

__ADS_1


__ADS_2