
Rena menaiki tangga kolam untuk naik ke permukaan. Ia menghampiri bara yang hanya diam meminum bir
"Lo apa-apaan sih? Untung gue bisa berenang. Kalo nggak bisa mati gue" ujar Rena dengan kesal
"Itu hukuman untuk orang yang suka melanggar peraturan. Siapa suruh Lo masuk ke ruangan gue" Jawab bara dengan tenang beranjak pergi meninggalkan Rena
"Oh, awas kau ya! Tunggu lah pembalasan ku" gerutu Rena beranjak pergi mengikuti bara dari belakang
Tak lama, bara mendadak menghentikan langkah kakinya. Sehingga membuat Rena tertabrak tubuh kekar pria es tersebut
"Aduh!! Ini orang ya! Ngeselin banget" gerutu Rena
"Besok gue pergi ke London. Jadi Lo jaga rumah baik-baik" ujar bara dengan datar
Mendengar hal Tersebut. Rena hanya menganggukkan kepalanya dan berusaha menahan kegirangan nya
"Yes, gue bebas" batin nya dengan girang.
Pria dingin tersebut meninggalkan Rena yang masih berada di pinggir kolam
Rena termenung memandangi diri nya dari pantulan kolam yang tenang. Ia kembali mengingat percakapan bara dan ayah nya
Sedangkan bara yang tak mendengar langkah kaki nya pun membalikkan tubuhnya dan melihat Rena termenung. Entah apa yang di pikirkan oleh Rena. Nampak di wajah nya sedang tak baik-baik saja.
"Dia gak mungkin sedih karna udah tau kebenaran nya kan?" Tanya bara di dalam hati
"Ya nggak mungkin lah! Gue sengaja jahat sama dia. Mana mungkin dia tahan. Apa lagi sampe suka sama gue" tambah nya beranjak Pergi
Singkat cerita, bara telah berada di London untuk menyambut kepulangan tunangannya. Sedangkan Rena tetap bersekolah
"Ren, ini perasaan gue aja atau emang Lo yang berubah?" Tanya Aya sembari memperhatikan Rena yang hanya diam meminum lemon tea favorit nya
"Iya, dari tadi Lo diem aja Gak kayak biasanya" tambah Iva
"Gapapa, akhir-akhir ini gue cuma ngerasa gak enak badan aja" jawab Rena
"Hah serius? Jangan-jangan Lo Virusan!" Cetus Iva sembari bergeser menjauhi Rena
"Enak aja! Gak enak badan bukan berarti Virusan ya" jawab nya dengan kesal
"Ahahaha becanda" tawa Iva yang kembali mendekati Rena
"Eh, tapi di liat-liat pipi Lo tambah cubby ya?" Ujar Aya yang dari tadi memperhatikan perubahan fisik sahabat nya itu
__ADS_1
"Masa sih?" Ujar Rena dengan tak percaya sembari memegang kedua pipi nya
"Iya, bahkan badan Lo kayak nambah gemuk gitu? Masa Lo gak ngerasa" ujar Aya
"Mungkin sih! Soalnya akhir-akhir ini nafsu makan gue nambah. Sehari bisa empat kali makan tau. Mana porsi kuli lagi" jawab Rena sembari berseringai
"Gila!! Ntar Lo over gendut gimana?" Ujar Iva
"Gak tau Va! Gue udah berusaha menahan nafsu makan gue. Tapi, gak bisa.." ujar Rena sembari merebahkan kepala nya di atas meja
"Jujur, sekarang gue lagi laper" tambah nya memelas
"What!! jam istirahat pertama tadi Lo udah makan kan. Dan itu pun baru satu jam yang lalu" ujar iva berteriak karena terkejut
"Biasa aja kali" ujar Rena dengan malas
"Oke Ren! Demi kebaikan popularitas dan juga tubuh Lo yang langsing. Lo harus diet! Nanti istirahat ke dua Lo cuma boleh makan kentang dan Orange juice aja". Ujar Aya dengan penuh semangat
Tak lama, bel pergantian pelajaran berdering. Para guru pun memulai tugas nya masing-masing. Sedangkan Rena berusaha untuk menahan kantuk nya
"Rena..." Teriak ibu Ida saat melihat Rena memejamkan mata nya
"Hah, iya buk" jawab Rena dengan spontan
"Eh, anu buk. Maaf, saya gak tau" ujar Rena dengan ragu
"Apa!! Keluar kamu dari kelas saya" teriak ibu Ida dengan kesal.
Rena pun melangkahkan kakinya dengan penuh semangat. Singkat cerita, bel istirahat kedua pun berdering. Aya dan Iva mencari keberadaan Rena. Namun, mereka tak menemukan nya
"Mana si Rena? Apa di kantin ya" ujar Aya
"Pas di kelas dia bilang laper! Udah pasti di kantin anak nya" ujar Iva sembari menarik tangan Aya menuju kantin
Aya dan Iva terkejut saat melihat Rena menyantap burger jumbo dengan lahap. Mereka pun menghampiri Rena untuk menghentikan nya. Sebab, semua mata tertuju padanya yang sedang makan
"Apa sih.." ujar Rena yang tak jelas. Sebab, mulut nya yang penuh dengan makanan
"Lo kan udah janji mau diet! Kok makan burger sih. Mana banyak banget lagi" ujar Aya dengan wajah yang khawatir
"Lo abis makan bakso tiga mangkok Ren?" Tambah Iva terkejut saat melihat mangkok kosong tersusun di atas meja. Sedangkan Rena hanya menganggukkan kepalanya dan hendak mengigit kembali burger nya
"Stop! Lo udah makan banyak. Ntar badan Lo gembul kaya ibel" ujar Aya sembari menahan tangan Rena yang hendak memakan burger
__ADS_1
"ih, tapi gue belum kenyang" ujar Rena sembari berusaha mengigit kembali burger nya. Namun, Iva merebut burger tersebut dan membuang nya
"Kok di buang si" ujar Rena memelas
"Lo udah makan banyak banget! Lo mau gendut?" Ujar Iva dan Rena pun menggelengkan kepalanya
"Ya udah gak usah makan lagi" jawab Iva sembari menarik tangan Rena agar menjauh dari kantin
"Udah, kita di kelas aja. Biar Lo gak ngiler lagi liat orang makan" gerutu iva
Rena merebahkan kepala nya di kursi dan meletakkan kedua tangannya di pangkuan sahabatnya
"Apa nih?" Tanya Aya dengan bingung
"Badan gue rasa nya mau remuk. Pegel semua" jawab nya dengan santai Sembari mengangkat kedua kaki nya di atas meja
"Jadi Lo nyuruh kita pijet tangan dan kaki Lo?" Ujar Iva dan Rena pun menganggukkan kepalanya
"Hah? Ogah ah.." ujar Iva hendak pergi. Namun, Rena menarik pakaiannya agar terduduk kembali
"Buruan!!" Perintah Rena sembari menggoyahkan tangannya untuk memberi kode kepada temannya
Dengan paksa, Iva dan Aya pun memijat tangannya. Tak lama, Rena pun merasa janggal dengan perutnya. Ia pun berlarian ke toilet untuk memuntahkan isi perutnya
"Tuh kan, kebanyakan makan sih" gerutu Aya yang sedang menunggu di depan pintu bersama Iva
Rena terduduk dengan lemas. bagaimana tidak, seluruh makanan yang ia makan terbuang
Ia pun diperbolehkan untuk pulang dengan cepat. Namun, pak Dadang menahan dirinya
"Kamu sudah terdaftar peserta sains. Tapi gak pernah ikut ujian seleksi Dan sekarang kamu mau pulang?" Ujar nya dengan kesal
"Saya mengundurkan diri dari lomba itu pak! Lagian kan, saya gak ikut seleksi kemarin. Kenapa gak langsung di kick dari daftar peserta sih" jawab Rena dengan kesal beranjak pergi meninggalkan pak Dadang yang hendak berbicara
"Dasar murid kurang Ajar! Saya belum selesai berbicara loh" ujar pak Dadang
Rena kembali merasakan keanehan dengan tubuh nya. Ia pun meminta agar sopir angkot berhenti sejenak dan memuntahkan isi perutnya
"Gimana mau jadi orang kaya dek. Naik angkot aja mabuk apa lagi mobil sport" ujar sopir angkot tersebut sembari tertawa meledek Rena
"Udah deh pak. Pergi sana! Ini ongkos saya. Kembalian nya ambil aja" ujar rena dengan kesal meninggalkan Angkot tersebut
"Ye, gaya mu sok bilang kembalian ambil aja. Duit nya aja pas-pasan kok" gerutu sopir tersebut sembari memasukan uang ke dalam kantong
__ADS_1