MALAM PERTAMA ANAK SMA

MALAM PERTAMA ANAK SMA
pertanda


__ADS_3

Rena yang masih di pinggir jalan pun bergegas menelpon sang ibu agar menjemput diri nya.


Tak lama, sebuah mobil sport yang mewah berhenti tepat di depan nya.


"Siapa sih?" Tanya nya dengan bingung


"Hai, Hunny bunny sweety" ujar ibu Suki keluar dari mobil tersebut dengan pakaian yang mewah dan bermerk menghampiri nya


"Ma-mama..." Ujar Rena dengan tak percaya pada perubahan sang ibu. Bagaimana tidak, yang ia ketahui bahwa keluarga nya bangkrut dan terjebak kemiskinan. Namun, tiba-tiba sang ibu yang memiliki barang yang mewah


"Iya sayang. Yuk pulang" ujar ibu Suki sembari merangkul putrinya dan membukakan pintu layak nya seorang putri


"Mama minjam mobil siapa?" Tanya Rena dengan polos


"Minjam?? Ya nggak lah sayang! Ini mobil mama" ujar ibu Suki dengan senang


"Kok bisa? Mama dapat uang dari mana?" Ujar Naya dengan Bingung


"Ada deh. Kamu gak perlu tau hehe" Ujar ibu Suki sembari tersenyum kecil


"Karena bara lah. Gak sia-sia rencana saya menjebak kalian berdua. Kamu juga pasti senang kan tinggal di rumah mewah bara haha" batin ibu Suki sembari tersenyum senang


"Aneh banget!" Ujar Rena yang sudah tak peduli sumber kekayaan ibu nya tersebut


Tak lama, mereka memasuki gerbang rumah yang besar dan mewah. Mata Rena terbelalak saat sang ibu mengatakan bahwa rumah tersebut adalah milik nya


"Kok bengong sih? Ayo masuk" ujar ibu Suki


Rena pun melangkahkan kakinya dengan ragu. Ia tak menyangka bahwa kehidupan sang ibu membaik sejak diri nya pergi meninggalkan nya


"Mama, Rena pembawa sial ya?" Ujar Rena sembari meringis memeluk sang ibu dengan manja


"Kok kamu bilang gitu sih? Ya nggak lah" jawab ibu Suki sembari membelai rambut anak nya tersebut


"Buktinya, pas Rena gak ada. Hidup mama malah jaya" ujar Rena meringis


"Ini semua juga berkat kamu sayang. Kalo gak ada kamu gak akan bisa gini" ujar ibu Suki


"Hah, maksud mama?" Tanya Rena dengan bingung

__ADS_1


Ibu Suki terdiam sesaat dan berfikir keras untuk membuat alasan agar sang putri tak mengetahui apa yang sudah ia lakukan selama ini


"Kan anak itu pembawa rezeki. Semua ini pemberian Tuhan karena mama sudah ikhlas merawat kamu dari kecil sampai menikah" ujar ibu Suki sembari tersenyum paksa


"Oh gitu.." jawab Rena sembari mengerutkan keningnya nya


"Kenapa? Kok ekspresi kamu gitu?" Tanya ibu Suki saat melihat sang putri seakan menahan sesuatu


Rena tak menjawab dan pergi ke bawah pohon untuk memuntahkan isi perutnya. Ia terduduk lemas di bawah pohon tersebut


"Kamu lagi sakit ya? Yuk ke rumah sakit" ujar ibu Suki dengan panik sembari membantu putri nya untuk berdiri


"Gak mau kerumah sakit! Rena cuma pengen rebahan doang" ujar nya meringis menahan mual nya


Ibu Suki pun hanya bisa menuruti keinginan anak nya. Ia pun hanya memanggil dokter untuk memeriksa nya


Disisi lain, Bara berada di bandara untuk menjemput Celine. Tak lama, seorang gadis dengan kaki yang ramping berambut cokelat dan Mata yang indah menghampiri diri nya


"Bara.." panggil nya dengan riang sembari memeluk pria es tersebut


Bara hanya diam sembari melemparkan senyuman palsu di depannya


"Ayolah, gak usah maksa untuk senyum gitu! Serem tau" ujar nya sembari tertawa kecil


"Yes, I know! Padahal senyum mu manis loh kalo ikhlas" ujar wanita tersebut yang tak lain adalah Celine


"Oh ya, malam ini gue ada pertunjukan loh. Lo nonton kan" tambah nya sembari merangkul lengan bara yang kekar


"Nggak! Gue sibuk" cetus bara dengan dingin


"ih, kok gitu sih" ujar Celine menghentikan langkah kaki nya


"Ya udah kalo gak mau pulang" ujar bara dengan dingin saat melihat Celine menghentikan langkahnya


"Bara, tungguin" ujar Celine sembari berlarian mengejar bara


"Dasar cowok es! Bukannya di bujuk malah di tinggal" gerutu Celine sembari merangkul tangan bara


Disisi lain, Dokter telah selesai memeriksa kesehatan Naya. "Gimana kondisi anak saya dok?" Tanya ibu Suki yang khawatir

__ADS_1


Dokter tersebut tersenyum sembari memberikan vitamin kepada ibu Suki untuk Rena. "Anak ibu baik-baik saja. Begitupun dengan kandungan nya" ujar dokter tersebut membuat Rena berteriak


"Apa!! Gak mungkin" ujar nya dengan panik


Melihat reaksi Rena yang tak biasa. Ekspresi Dokter tersebut pun berubah. Ibu Suki yang menyadari hal tersebut pun tertawa paksa untuk mengalihkan perhatian dokter


"Ahaha, dia emang kayak gitu dok. Suka bercanda! Makasih ya" ujar nya sembari merangkul lengan tangan nya dan membawa nya keluar dari kamar Rena


"I-iya, sama-sama. Kalau begitu saya pamit ya" ujar dokter Erna tersenyum paksa dan beranjak pergi


Ibu Suki menghampiri Rena yang sedang termenung di kamar nya.


"Sayang, selamat ya" ujar nya sembari merangkul pundak Rena. Namun, Rena menepis tangan nya dan bersembunyi di balik selimut


"Rena mau sendiri mah, Please" ujar nya sembari menahan tangis. Bagaimana tidak, ia tengah mengandung benih bara yang sudah memiliki tunangan resmi. Sedangkan diri nya hanya seorang istri sah secara agama. namun, tidak secara negara


"Apa bara bakal nyuruh gue gugurin bayi ini kalo dia tau gue hamil?" Pertanyaan tersebut terus mengema di kepalanya


Disisi lain, keluarga bara dan Celine tengah mengadakan makan malam bersama untuk membahas kerja sama yang sudah di rencanakan dan di rancang bertahun-tahun.


Dulu, ayah bara merupakan ketua mafia dan ayah Celine merupakan ketua gangster. Mereka telah bermusuhan selama bertahun-tahun lamanya.


Mereka saling serang dan tak segan-segan menghabisi nyawa orang lain demi memperebutkan kekuasaan atas suatu daerah


Suatu saat, mereka mendapatkan saingan baru yang jauh lebih kuat dari mereka. Demi mengalahkan Kubu tersebut dan mendapatkan kembali kekuasaan yang telah direnggut.


Mereka pun memutuskan untuk berkerja sama. Dan menjodohkan anak-anak mereka sebagai simbol dan jaminan atas persatuan antara mafia dan gangster.


Celine yang muak dengan hal tersebut pun memutuskan pergi keluar untuk mencari angin segar


"Kamu temani dia bar" perintah sang ayah. Bara yang selalu patuh dengan sang ayah pun bergegas menghampiri Celine


"Kamu yakin dengan perjodohan itu bar?" Tanya Celine


"Mau gimana lagi! Gue gak mau dikurung dalam ruangan itu lagi" jawab bara dengan datar


"Hahaha, gitu dong" ujar Celine sembari memeluk lengan bara dan merebahkan kepalanya di pundak bara


Bara hanya diam memandangi pantulan bulan di lautan. Perlahan, ia melepaskan tangan Celine yang sedang memeluk lengan nya

__ADS_1


"Dasar manusia kutup! Romantis dikit kek jadi orang" ujar Celine dengan kesal. Namun, bara hanya diam dan beranjak pergi meninggalkan Celine


singkat cerita, Bara pun kembali ke Indonesia dan siap memulai pelajaran seperti biasa. Sedangkan Rena terus mengurung dirinya dikamar dan enggan untuk berangkat ke sekolah selama dua Minggu


__ADS_2