MALAM PERTAMA ANAK SMA

MALAM PERTAMA ANAK SMA
uang 1M


__ADS_3

Ibu Suki mematung saat melihat hasil leb yang diberikan pengacara pada nya. Tangan yang bergetar membuat bara tertawa kecil dengan puas


"Udah jelas kan Tan! Masih mau laporin saya ke polisi? Nih, polisi nya udah ada" ujar bara bersemeringai dengan santai


"Tapi gapapa kalo Tante belum percaya. Kita bisa ke rumah sakit sekarang untuk tes leb Rena! Kalo terbukti saya memperkaos dia. Saya siap di penjara. Tapi, kalo tidak! Tante yang akan saya tuntut atas pencemaran nama baik" tambah nya


Mendengar hal tersebut, Ibu Suki mengantur nafas nya agar terlihat tenang. Ia pun meletakkan kembali hasil leb yang di bawa oleh bara ke atas meja


"Oke, saya percaya kalau kamu tidak memperkaos anak saya! Urusan kita selesai" ujar buk Suki sembari menarik tangan Rena untuk menjauh dari nya


"Mama! Mama nyuruh bara nikahin aku karena ngira dia memperkaos aku?" Tanya Rena


"Orang mana yang gak curiga kalo sepasang lawan jenis berada di suatu tempat yang sepi?" Ujar ibu Suki dengan nada yang gemetar


"Mama kenapa gak nanya Rena dulu?" Ujar Rena yang kesal


"Udah, gak usah dibahas! Ayo pulang" jawab nya sembari menarik tangan Rena


Disisi lain, Bara melihat Rena dan ibu nya pergi menaiki taxi. Ia pun bernafas lega dan mulai mengeluarkan beberapa kartu


"Akting kalian bagus! Nih, upah nya" ujar bara sembari memberikan kartu debit ke orang tersebut


"Wah, terimakasih loh mas! Gak nyangka mas puas dengan ekting kami! Padahal kami cuma tukang ojek" ujar Markum sembari menyambut kartu yang di berikan bara


"Pergi lah.." ujar bara sembari menarik nafas panjang


"Kenapa harus bayar pengacara dan polisi palsu sih bar? Jangan-jangan Lo bener memperkaos dia ya?" Tanya Didin sahabat bara yang menyamar menjadi dokter


"Nggak!! Kalo gue bener-bener melakukan tes lab. Nanti mata-mata bokap gue buat masalah. Kasihan Rena dan nyokap nya. Bokap gue pasti ngira dia ancaman buat Celine dan berusaha menghancurkan hidup nya. Lo tau kan, kalo bokap gue kekeh ngejodohin gue sama Celine" ujar bara


"Iya ya, kalo mereka tau hal ini bisa gawat. Lo bisa di kurung kayak dulu" ujar Didin


"Yaps! Gue gak mau kehidupan bebas gue ini berakhir" ujar bara


Disisi lain, ibu Suki terus mencari informasi tentang bara. Ia pun mendapatkan artikel tentang keluarga nya. Bara merupakan tuan muda generasi tiga dan ahli waris kelurga terkaya di China.

__ADS_1


"Gak boleh lolos! Kapan lagi punya mantu kaya raya! Tapi anak itu pintar dan susah di kelabui. Gimana ya cara nya biar Rena bisa jadi pendamping nya" gerutu ibu Suki di dalam hati sembari memikirkan sebuah ide


"Duh, gimana ya? Gue malu banget" Gerutu Rena sembari mengigit ujung kuku nya


Rena terus mengeliat di atas ranjang. Sebab, ia tidak dapat tidur dengan nyenyak karena memikirkan masalah di resto tersebut


Singkat cerita, Rena pun pergi ke sekolah tanpa tidur semalaman. Tak seperti biasa, ia nampak tidak tenang dan terus berjalan menundukkan kepalanya


Tak lama, Langkah kaki nya terhenti saat kepalanya menyentuh dada yang bidang dan tinggi. Perlahan, ia melihat wajah orang yang berdiri di hadapannya tersebut


"Ba-bara.." ujar nya dengan malu dan berbalik hendak menghindar. Namun, bara menarik tangan nya


"Mana hp Lo?" Ujar bara sembari menapankan tangan nya


"Buat apa?" Jawab Rena dengan ragu


"Udah mana sini" ujar bara dengan dingin. Rena pun mengeluarkan handphone nya dan dengan ragu meletakkan handphonenya di atas tangan bara


Setelah beberapa menit mengotak Atik handphone Rena. Ia pun mengembalikan nya dan pergi meninggalkan Rena tanpa sepatah kata pun


"Kenapa tuh orang? Gak jelas amat" gerutu Rena yang melihat bara berjalan memasuki kelas


"Apaan dah! Kaget tau" ujar Rena sembari mengelus dada nya


"Lo tadi ngapain sama bara? PDKT ya haha" ujar Iva sembari tertawa meledek Rena


"Nggak lah gila! Mana mau gue sama manusia es itu" jawab Rena dengan kesal


"Ya sih! Gue aja nyerah ngedeketin dia. Tuh manusia kek gak punya hati" ujar iva sembari merangkul Rena dan Aya


"Aelah, baru ngedeketin satu Minggu aja udah nyerah" ujar Aya


"Mana ada satu Minggu! Gue ngejer dia satu tahun. Cuma gue gak ngasih tau kalian aja" ujar Iva


"Ini nih akibat gak terbuka! Coba aja Lo kasih tau kita. Bisa kita bantu tuh" ujar Aya

__ADS_1


"Malu gue! Soalnya di tolak Mulu. Setiap kali gue kasih sesuatu ke dia. Selalu berakhir di kotak sampah" ujar iva


"Lagian ngapain Lo ngejar manusia es itu? Kayak gak ada cowok lain aja" ujar Rena


"Nah itu dia! Tapi gue sekarang udah punya cowok baru tau ahaha" ujar iva sembari tersenyum mengigit ujung jari nya


"Siapa tuh? Anak kelas kita bukan?" Tanya Rena yang kembali bersemangat


Iva pun dengan malu menunjuk ke arah Adit yang tengah menulis di papan pengumuman. Rena dan Aya yang sadar pun mengoda iva dan mendorong nya agar terjatuh di pelukan Adit


"Ah, so sweet haha..." Ujar Aya dan Rena sembari pergi meninggalkan iva dan Adit


Sesampainya di kelas, Rena melirik bara yang tengah membaca sebuah buku dengan santai. Ia pun membuka handphonenya dan terkejut melihat mutasi rekening bank nya


"Apa? Sa-satu M! Dia transfer gue duit satu Miliar? Kok bisa?" Ujar Rena yang tak sadar berteriak dan terdengar di kelas nya


"Wihh, cair!! Bagi dong" ujar Toni sembari tertawa menghampiri Rena


"Dapat transferan dari mana loh? Spill dong haha" ujar Aya mengoda Rena


Rena pun baru tersadar bahwa ia berteriak dengan sangat kencang. membut teman sekelas nya mendengar apa yang ia katakan termasuk bara


"Aduh!! Rena..." Ujar Rena yang merasa malu dan pergi meninggalkan kelas dengan terburu buru


"ih Ren, mau kemana?" Ujar Aya mengejar Rena dari belakang


Bara pun hanya diam, ia mengeluarkan handphone nya dan mengirim sebuah pesan kepada Rena dan kembali fokus membaca buku nya


Disisi lain, Rena lari terbirit-birit ke toilet dan berusaha untuk menenangkan dirinya


"Duh malu banget! Kenapa gue teriak sih?" Ujar nya mengemerutu sembari menepak kening nya


Tak lama, handphone nya berdering. Ia melihat sebuah pesan dari bara "terima duit itu dan jangan coba-coba ganggu gue lagi! Atau, kalian tau akibatnya"


"Dih, sok banget lu! Siapa juga yang mau berurusan sama Lo. GR banget jadi manusia" ujar Rena bergemerutu

__ADS_1


"Rena!! Lo kenapa lari sih?" Ujar Aya yang baru saja tiba dengan nafas yang tak teratur


"Tadi gue kebelet pup. Sekarang udah nggak kok! Yuk, balik ke kelas" ujar Rena sembari merangkul tangan Aya


__ADS_2