MALAM PERTAMA ANAK SMA

MALAM PERTAMA ANAK SMA
jodoh


__ADS_3

"mama tadi bahas apa sama bara? Kok kayak serius gitu" tanya Rena


"Nanti kamu juga tau! Mama udah buat kesepakatan sama dia. Jadi kamu harus nurut nanti nya" ujar ibu Suki sembari menyetir mobil


"Kesepakatan? Kesepakatan apa?" Tanya Rena yang mulai merasa keanehan pada ibu nya


"Kamu tau kan kalo ekonomi kita lagi krisis? Rumah kita sudah disita pihak bank. Mobil ini juga mau mama jual" ujar ibu Suki yang masih fokus menyetir mobilnya.


"Apa!! Jadi kita tinggal dimana?" Ujar Rena


"Kamu tenang aja! Selagi kamu mau di ajak kerja sama. Hidup kita akan baik-baik aja. Dan kamu gak perlu merahasiakan kebangkrutan kita ke teman-teman mu lagi" ujar ibu Suki sembari tersenyum kecil.


Ya, keluarga Rena mengalami kebangkrutan. Namun, dikarenakan gaya hidup sang ibu dan Rena yang selalu berfoya-foya. membuat sang ayah memilih pergi meninggalkan mereka dengan setumpuk hutang


"Mama gak berencana untuk jual aku kan?" Ujar Rena dengan Ragu


"Nggak, Nanti kamu tau sendiri kok" jawab ibu Suki membuat Rena semangkin takut


Tak lama, mereka pun sampai ke sebuah rumah yang berada di tengah gang kecil. Rena pun mulai mempersiapkan dirinya untuk melarikan diri dari ibu nya


"Udah tenang aja Ren! Mama gak ada niat jahat kok. Ini rumah baru kita. Emang kecil dan kumuh tapi lebih baik dari pada tidur di jalanan kan" ujar ibu Suki saat melihat wajah sang putri nampak pucat dan berkeringat


"Kapan mama pindah nya? Kok Rena gak tau" ujar Rena dengan ragu keluar dari mobil nya


"Pas kamu masih kunjungan ke desa itu! Maaf ya, mama gak mampu nyewa rumah yang besar" ujar ibu Suki sembari merangkul putri nya


"Tapi gimana kalo temen-temen Rena tau hal ini ma? Rena pasti di bully sama mereka" ujar Rena sembari melangkah masuk ke dalam rumah baru nya


"Mama udah punya jalan keluar nya. Sabar ya! Mama juga gak mau hidup susah lama-lama. Nanti apa kata temen-temen sosialita mamai" ujar ibu Suki sembari menutup pintu rumah nya.


"Serius mah? Jadi kemiskinan kita ini sementara kan?" Ujar Rena kembali bersemangat mendengar perkataan sang ibu


"Iya sayang! Kita bisa bebas dari kemiskinan ini. Tapi, mama butuh bantuan kamu" ujar ibu Suki sembari memegang kedua tangan putrinya


"Ba-bantuan? Bantuan apa mah?" Tanya Rena


"Kamu istirahat dulu. Nanti malam mama kasih tau" ujar ibu Suki sembari pergi ke dapur

__ADS_1


Rena pun tak ingin berfikir yang tidak-tidak terhadap sang ibu. Ia pun memutuskan untuk beristirahat di kamar baru nya


Disisi lain, Iva terus berusaha untuk mendapatkan hati bara yang dingin. Ia pun menghampiri bara yang tengah berada di cafe


"Hai bar.." sapa nya sembari duduk di kursi depan bara


"Ngapain Lo ke sini?" Ujar bara dengan dingin sembari memijat kening nya


"Lo lagi banyak masalah ya? Cerita dong" ujar Iva


"Kita gak sedekat itu! Mending Lo pergi dari sini. Gue mau sendiri" ujar bara dengan dingin


"Kenapa sih bar? Kok Lo gak mau ngelirik gue semenit pun" tanya Iva dengan suara lirih


"Gak usah berharap lebih!" Cetus bara beranjak pergi meninggalkan iva sendiri


"ih, gue kurang apa sih? Kok bara selalu nolak gue" gerutu iva sembari bercermin


Singkat cerita, malam pun tiba. Rena telah berdandan sesuai yang di inginkan sang ibu. Ia melangkahkan kaki nya dengan ragu di depan cermin


"Nggak! Udah, kamu percaya aja sama mama" jawab nya sembari merangkul pundak Rena untuk menenangkan dirinya


Rena pun hanya diam dan berusaha untuk menghapus pikiran negatif terhadap sang ibu. Mereka pun pergi ke suatu restoran yang telah di booking hingga tak ada pengunjung lain selain mereka


"Kita mau ketemu siapa mah?" Tanya Rena yang terlihat binggung saat melihat kursi kosong di depan nya


"Orang yang akan mengeluarkan kita dari kemiskinan ini" jawab sang ibu dengan santai


"Mama mau nikah lagi ya? Bukannya mama sama papa belom cerai" ujar Rena


"Udah, gak usah banyak nanya. Tuh, orang nya udah datang" ujar ibu Suki sembari merapikan rambut nya saat melihat penjaga resto membuka kan pintu untuk seseorang


"Ayo berdiri.." tambah ibu Suki sembari mencolek pinggang Rena yang hanya mematung


Rena pun berdiri dan bersiap untuk menyambut calon papa nya tersebut. Ia nampak terkejut saat melihat bara yang datang menghampiri nya


"Mama mau nikah sama bara? Dia kan cuma anak SMA!!" Tanya Rena dengan nada di tekan

__ADS_1


"Sst.. berisik" balas sang ibu dengan ketus


"Mah, pokok nya Rena gak mau punya papa tiri yang seumuran sama Rena!! Rena gak setuju kalo mama sama dia" tambah Rena dengan kesal. Namun, ibu Suki hanya melemparkan lirikan mata yang tajam seakan tengah mengancam nya


"Sorry, harus membuat kalian nunggu lama" ujar bara sembari duduk di kursi yang telah di siapkan


"Telat dua puluh menit!! Lain kali, Kamu harus bisa Mengatur waktu" ujar buk Suki sembari duduk


"Langsung ke inti!! Saya menolak dan Keputusan saya sudah bulat" ujar bara dengan dingin sembari mengangkat jari telunjuk nya untuk memberi kode berhenti ke pelayan yang tengah menuangkan bir di cangkirnya


"No problem, paling kamu di penjara" jawab ibu Suki dengan santai sembari tersenyum licik


"Kita buktikan aja! Saya atau anda yang akan di penjara" jawab bara dengan serius membuat suana menjadi mencekam


Tak lama, beberapa orang datang menghampiri meja mereka dan berdiri di belakang bara dengan tegap. Mereka adalah dokter dan juga pengacara sekaligus polisi


"Apa-apaan ini?" Tanya ibu Suki yang sedikit panik


"Klien saya sudah melakukan tes leb dan tidak ada aktivitas s*ksual selama beberapa bulan terakhir. Bisa di cek hasil nya" ujar sang pengacara sembari meletakkan secarik kertas di atas meja


Ibu Suki melihat ke arah bara yang hanya tersenyum kecil menatap dirinya


"Sialan!! Ternyata anak ini cerdas juga! Gak bisa di tipu" gerutu ibu Suki


*Flash back


Setelah ibu Suki dan pak Ilham menjemput Rena dan bara di desa terpencil tersebut. Ibu Rena melihat jam dan sepatu mewah yang di pakai oleh bara. Ia pun memanfaatkan kondisi di kandang sapi tersebut


"Maaf tan, tapi saya beneran gak ngapa-ngapain rena disana! Harusnya Tante berterima kasih karena saya telah menyelamatkan nyawa anak Tante. Bukan menuduh saya memperkaos dia disana" jawab bara saat di tuduh menodai Rena


"Kalo Tante gak percaya, tanya aja sama dia" tambah bara


"Saya tidak percaya! Kamu pasti memanfaatkan dia saat dia tidur dan memaksa dia untuk gak mengakui perbuatan mu kan" jawab ibu Suki


"Saya tidak mau tau! Kamu harus bertanggung jawab atas hal ini! Kalau tidak, saya akan laporkan masalah ini atas kasus pemerkaosan/pelecehan" tambah ibu Suki dan hendak pergi meninggalkan bara. Namun, langkah kaki nya terhenti dan menambah ucapan nya


"terserah mau menolak atau menikahi anak saya! Tentu kamu tau, kalau kamu menolak. Maka, siap-siap membusuk di penjara! Saya tunggu kamu di restoran bomnah nanti malam" tambah nya dan pergi meninggalkan bara

__ADS_1


__ADS_2