
Rena kembali ke kelas bersama Aya sahabat nya. Langkah kaki Aya berhenti saat melihat papan pengumuman yang berisi form night memperingati hari jadi sekolah
"Ren... Ada form night" ujar Aya dengan girang
"Halah, apa seru nya! Dah yuk ke kelas" ujar Rena sembari menarik tangan Aya untuk kembali ke kelas
"Ih, sekolah kita udah gak mengadakan form night selama dua tahun loh. Jadi pasti acara nya seru banget. Apa lagi di adakan di kapal pesiar" ujar Aya dengan girang
"Iya deh iya!!" Ujar Rena
Tak lama, kelas pun dimulai. Rena diam-diam melirik bara yang sibuk memperhatikan ibu Erna yang sedang menjelaskan materi pelajaran
"Siapa yang bisa menjawab pertanyaan ini?" Ujar ibu Erna sembari mengetuk soal di papan tulis
"Buk..." Ujar bara mengangkat tangan kanan nya
"Iya bara, silahkan maju?" Ujar ibu Erna menunjuk ke arah bara
"Bukan saya buk! Itu si Rena yang mau coba jawab soal nya" ujar bara dengan dingin
Mendengar hal tersebut, Rena pun menjadi panik. Sebab, ia tak memperhatikan ibu Erna saat menjelaskan materi tersebut
"Ayo Ren!!" Ujar ibu Erna
"Sialan! Awas kau ya" gerutu Rena sembari melirik bara dengan sinis
Rena melangkahkan kaki nya dengan ragu. Tak lama, ia menjatuhkan tubuh nya ke lantai dan mulai berakting pingsan
Hal tersebut berhasil membuat kegaduhan di kelas, para siswa pun berbondong-bondong ingin membawa nya ke UKS sekolah
"Bara!! Kamu saja yang bawa Rena ke UKS" ujar ibu Erna yang melihat, hanya bara yang tak menawarkan diri nya untuk membawa Rena
"Apa! Kenapa saya buk?" Ujar bara yang sedikit kesal
"Udah Bawak aja! Cepet, kasihan Rena" ujar ibu Erna sembari menarik bara untuk memaksa nya mengendong Rena
Bara yang tak punya pilihan lain pun. Mau tak mau mengendong Rena yang sedang berpura-pura pingsan
"Huft, untung aja gue pinter ekting. Jadi aman deh" ujar rena di dalam hati
Bara berjalan melewati UKS dan meletakkan Rena di tengah lapangan futsal yang sedang sepi. Ia pun pergi meninggalkan Rena dengan dingin
__ADS_1
"Kok panas sih? Silau lagi" ujar Rena di dalam hati
Perlahan, ia membuka mata nya dan terkejut saat melihat dirinya telah tergeletak di tengah lapangan yang panas dan trik
"Apa-apaan ini? Argh! Awas kau bara" ujar nya dengan kesal saat melihat bara berjalan meninggalkan dirinya
"Bara..." Panggil nya sembari mengejar bara
"Apa?" Jawab nya dengan ketus
"Kok Lo taro gue di lapangan sih? Kurang ajar banget" ujar Rena dengan kesal
"Terus dimana lagi kalo bukan lapangan? UKS kan tempat orang sakit bukan tempat orang akting" jawab nya dengan dingin dan pergi meninggalkan Rena
"Dih! Dasar orang gila" ujar nya berteriak saat melihat bara berjalan menuju kelas
Singkat cerita, lonceng pulang pun berdering. Semua siswa berhamburan keluar dari ruang kelas masing-masing. Semua murid mempersiapkan Form night yang akan di adakan Minggu depan
Singkat cerita, form night yang di tunggu-tunggu para murid pun tiba.
Rena datang bersama Aya dan Iva. Mereka pun berpisah karena berpasangan dengan pasangan masing-masing kecuali Rena
Pak Dadang memang menyukai ibu Suki. Ibu Suki yang masih mengincar bara pun memanfaatkan kesempatan ini untuk menjebak nya dan menjadikan nya sebagai menantu
Ia pun rela untuk menjadi pasangan dansa pak Dadang yang gendut dan berpenampilan aneh
"Re-ren!! Itu kan nyokap Lo" ujar Aya yang melihat ibu Suki masuk ke ruang pesta bersama pak Dadang
"Lah iya!! Ngapain dia disini" ujar nya yang malu. Sebab, ibu nya mengandeng pak Dadang yang terkenal aneh dan bodoh
"Cie, kayak nya bakal punya bokap tiri nih" ujar Tiara menyindir Rena
"Diam Lo!!" Ujar Rena yang kesal pada ucapan Tiara
Rena pun menghampiri ibu nya dan menarik nya ke tempat yang sepi untuk berbicara. Ibu Suki hanya tersenyum kecil sembari memegangi kedua pundak putrinya dan pergi meninggalkan Rena
"Mama!!" Ujar Rena yang kesal
Ibu Suki tak menghiraukan putri nya dan pergi ke tempat minuman yang telah di siapkan oleh pihak panitia
Setelah beberapa jam pesta berlangsung. Ibu Suki pun mencari kesempatan untuk meletakkan sebuah obat di minuman.
__ADS_1
"Mas, tolong beri jus jeruk ini ke bara ya" ujar nya sembari tersenyum
"Oh, iya buk" ujar panita tersebut sembari membawa jus Tersebut
Ibu Suki melihat bara dari kejauhan. Ia pun tersenyum puas saat bara menghabiskan jus jeruk yang telah ia beri sesuatu
"Ren, minum gih" ujar ibu Suki sembari memberikan jus ke Rena
"Ah, gak mau! Belum haus" jawab Rena
"Minum!!" Ujar ibu Suki dengan keras membuat Rena takut. Sebab, ini pertama kali sang ibu membentak diri nya. Ia pun meminum jus yang telah di berikan sang ibu
"Ayo ikut mama" ujar ibu Suki memapah sang putri yang nampak pusing
"Kok Rena tiba-tiba pusing ya?" Ujar nya sembari memijit kepalanya
"Mungkin kamu mabuk laut! Udah yuk kita ke kamar. Mama udah sewa kamar VIP. Jadi kamu gak perlu tidur sempit-sempitan dengan teman mu" jawab ibu Suki dengan lembut. Rena pun menuruti perkataan sang ibu. Dan Suki pun membawa Rena ke kamar
Tak lama, bara juga merasa pusing dan gerah. Ia pun menjauh dari pesta tersebut dan kembali ke kamar yang VIP yang ia sewa untuk diri nya sendiri. Namun, ibu Suki sudah Menganti nomor kamar nya dengan nomor kamar Rena.
Sehingga membuat bara salah masuk ke kamar Rena
"Sial! Gerah banget" ujar bara sembari melepaskan pakaiannya dan hendak pergi berendam di kamar mandi
Bara melihat Rena yang telah berendam di bathtub tanpa busana
"Ini gue yang salah liat apa gimana?" Ujar nya sembari mengusap kedua matanya
Ia pun mendekati Rena untuk memastikan keberadaan nya. Namun, Rena yang telah terpengaruh obat rangsang yang di berikan sang ibu pun mencium bibir bara
Bara mendorong tubuh Rena untuk melepaskan ciuman nya. "Ini gue mimpi apa gimana?" Ujar bara sembari menepuk pipi nya
Rena mengeliat karena merasa tak nyaman yang disebabkan obat tersebut. Ia mengengam tangan bara Dengan erat. Tak lama, ia menarik bara sehingga terjatuh di pelukan nya
Rena kembali mencium bibir bara. Namun, bara kembali mendorong tubuh rena untuk menghentikan aksi nya.
Rena yang tak sadar akan apa yang ia lakukan pun menarik leher bara dan kembali mencium bibir nya. Namun, bara tak menunjukkan perlawanan dan membalas ciuman Rena
Bara membawa Rena ke atas ranjang dan mencium leher nya. Ia membelai rambut Rena dengan lembut sembari mencium pipinya
Rena mengelus dada bara yang bidang. Hal tersebut membuat bara semangkin bergairah. Ia pun kembali mencium leher Rena dan meninggalkan cap merah di atas nya
__ADS_1