
"Sayang udah dong jangan nangis lagi, aku ga papa kok. kamu ga perlu khawatir kayak gitu okey." kata Zika menenangkan, tetapi itu malah membuat Dhita marah.
"Apa katamu? Tenang! gimana aku bisa tenang coba, kamu itu ga sadarkan diri selama 4 jam gimana ga khawatir coba.. aku aja sampe mikir yang enggak-enggak tau ga sih kamu tuh!" Jelas Dhita membuat Zika tersenyum bahagia...
Kalian pasti taulah kenapa Zika bahagia! zika bahagia karena Dhita yang selama ini selalu bicara kasar padanya akhirnya bicara dengan nada khawatir dan lembut.... wowww
"Maaf" kata Zika menundukkan kepalanya dan membalas pelukan Dhita yang semakin erat.
"Aku akan maafin kamu, jika kamu ga ngelakuin hal yang kek tadi lagi!" seru Dhita pada Zika.
"Insyaallah, aku janji sayang!" jawab Zika tersenyum...
Saat ini Dhita dan Azika sedang berpelukan seperti Teletubbies...
Dhita benar-benar merasakan ada kehangatan dalam tubuh Zika, dan itulah yang membuat Dhita nyaman dekat Zika...
Awalnya Dhita hanya menganggap Azika adalah sebuah dosen baru yang super duper nyebelin dan selalu menggoda Dhita dengan rayuan - rayuan gombalnya itu...
Tapi entah kenapa beberapa hari ini Dhita merasa ada keanehan pada dirinya...
contohnya seperti Zika yang memeluknya secara tiba-tiba dari belakang tetapi Dhita hanya diam saja dan tak melakukan apa-apa sebaliknya dengan sifatnya yang dulu dia selalu memberontak jika Zika memeluknya secara tiba-tiba...
Apakah mungkin ini perasaan yang selama ini ia rasakan jika selalu dekat dengan Zika..
tapi perasaan apa itu??
"Arind!" seru Zika pada Dhita.
"Ada apa?" tanya Dhita sambil mendongakkan kepalanya ke arah Zika.
__ADS_1
"Boleh kah nanti malam aku tidur satu ranjang bersamamu lagi?" tanya zika pada Dhita.
"Emm, tentu saja boleh asalkan kamu tak macam - macam dengan ku" ucap Dhita tersenyum.
"Makasih" ucap Zika dan hanya dijawab dengan anggukan oleh Dhita.
Lalu mungkin karena mereka berdua sudah sangat lelah, akhirnya mereka berdua tidur dalam satu ranjang lagi dengan berpelukan...
*Pagi hari*
Mereka berdua tertidur sampai jam 09.00 pagi. Saat sinar matahari mulai naik ke atas permukaan dan mulai memantul cahayanya...
Saat itulah Zika terbangun dari tidurnya...
"Uuhg, jam berapa sih ini?" ucap Zika dan mengambil jam tangan miliknya.
"Ternyata Arind masih tidur ya, mungkin dia kecapean ngerawat aku kemarin malam" guman zika sambil membelai rambut Dhita yang halus itu.
"Uuhgg, Huuuaaahh" Uapan dhita dan Zika lah yang menutup mulut Dhita dengan tangannya itu.
"Udah pagi ya?" tanya Dhita pada Zika yang masih dalam keadaan setengah sadar.
"Iya, udah pagi" jawab Zika tersenyum.
"Heem, tuh pipi sampe sembab kayak gitu gara-gara tadi malem!" kata Zika sambil mengusap pipi Dhita dengan lembut.
__ADS_1
"Emm, iya" jawab dhita agak gugup.
Dhita sadar atas apa yang telah dilakukan nya tadi malam, dia begitu agresif pada Zika...
"Aku boleh nanya ga?" izin Zika pada Dhita.
"Boleh aja!" kata Dhita.
"Apa saya boleh tau, sebenarnya saya ini kamu anggap sebagai apa?" tanya zika.
"Aku anggap kamu sebagai calon suami!" kata Dhita tersenyum.
"Dan satu hal lagi, sebenernya aku ini udah mulai punya perasaan sama kamu" ucap Dhita dengan memandang kedua mata Zika.
"Itu artinya kamu udah bisa mulai mencintaiku" Lirih Zika membalas senyuman pada Dhita.
"Mungkin iya" kata Dhita..
"Tapi, aku masih harus memastikan perasaanku sama kamu, karena sejujurnya aku masih belum yakin dengan perasaan ini" Ucap dhita.
"Aku memang sudah menyayangimu sejak kita tunangan, tapi untuk masalah mencintai sepertinya aku masih perlu waktu untuk menyakinkan perasaan itu dulu. Karena aku tak mau membuat kamu kecewa nantinya" jelas Dhita pada Zika....
"Itu tak masalah bagiku Arind, aku akan selalu menunggu kamu. lagi pula pernikahan kita tinggal 2 hari lagi... intinya aku akan selalu menunggu kamu sampai kapan pun itu.!" ucap Zika jelas dan lembut.
"Makasih, kamu udah ngertiin perasaan ku" ucap Dhita tersenyum..
Zika pun akhirnya mencium kening dan juga kedua pipi Dhita yang saat ini sedang memerah seperti kepiting rebus.....
__ADS_1
Zika mencium Dhita sebagai tanda kasih sayangnya.... yang saat ini Dhita sudah mengakui perasaannya pada Zika.. ya walaupun belum sepenuhnya........