
"Arind, mas minta klo nanti ada masalah di dalam rumah tangga kita, sebaiknya kita bicarakan baik-baik dan diselesaikan dengan kepala dingin. Bantu mas untuk menjadi pemimpin yang baik untuk keluarga kita nanti." Pinta Zika pada Dhita.
Azika menarik genggaman tangan mereka, mengecup punggung tangan yang kini sudah menjadi istrinya itu. Hal itu membuat pipi Dhita merah merona seperti kepiting yang sedang direbus.
Azika hanya tersenyum melihat pipi Dhita yang saat ini sedang merona, karena sentuhannya.
"Aku suka pipi mu yang sedang merona merah seperti ini. kamu sangat cantik dan menggemaskan." Goda zika.
"Ihh, mas ini tuh ya bisa banget buat aku salting and deg deg kan." ucap Dhita tersenyum malu.
"Masa masih salting and deg deg kan sih sayang?" goda zika membuat jantung Dhita berdebar sangat hebat....
"...."
"Ehh, kok malah ngelamun sih!" ucap Zika bingung.. karena dari tadi Dhita diam dan suara detak jantungnya mengisi ruang kamar itu.
Zika yang mendengar suara detak jantung Dhita pun tersenyum...
Lalu azika pun memeluk Dhita dari samping😱
"Sayang detak jantung mu kencang sekali, kamu gpp kan?" tanya zika.
"Em.. eh.. aaku.. gpp kok kak... eh mas!" ucap Dhita terbata-bata karena gugup, dan ia juga terkejut karena Zika yang tiba-tiba memeluknya dari samping.
Astaghfirullah... Napa ni detak jantung kenceng amat sih!!! (Batin Dhita).
"Tidur yuk udah malem!" pinta Zika.
"Iya mas" jawab Dhita.
__ADS_1
"Oh iya mas, besok aku kuliah ya. Kemaren - kemaren kan cuma nitip absen doang ama Tara" ucap Dhita.
"Kamu kan masih pengantin baru, jadinya libur ga apa-apa lah. lagi pula kamu udah aku ijinin kok" ucap Zika.
"Ijin?" tanya Dhita.
"Iya, lagi ada ngurusin suami" jawab Zika santai.
"Oh!" ucap Dhita.
"What? ngurus suami!" ucap Dhita kaget.
"Aduh sayang, kebiasaan banget sih klo teriak tuh jangan di telinga nya orang." kata Zika memperingati.
"Maap, khilap mas." ucap Dhita cengengesan.
"Iya, mas ijin gitu!" ucap Zika...
Lalu mereka berdua pun tertidur sangat nyenyak...
Dhita sedang duduk di kursi sebuah taman favoritnya dulu. Dia sangat bahagia karena dia telah menemukan seorang pria yang siap menerima nya dalam keadaan apa pun.
Tapi pikiran Dhita entah melayang kemana, tiba-tiba dia berpikir. Dalam rumah tangga pasti suatu saat nanti ada sebuah pertengkaran entah itu masalah kecil maupun besar...
Dia ragu akan keputusannya...
Malam itu dia bermimpi sangat buruk.. lebih buruk dibandingkan mimpi - mimpinya dulu...
__ADS_1
Menurut Zika hari ini adalah hari istimewa baginya tgl 10 Agustus adalah hari pernikahan nya dengan Dhita. dia tak pernah menyangka bahwa Dhita lah yang dia pilih sebagai pendamping hidupnya...
Bagi Zika ini adalah takdir yang menyatukan mereka berdua...
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
*Pagi hari*
Zika bangun dari tidurnya, dan dia melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 04.30. lalu dia beranjak dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi untuk mandi dan mengambil air wudhu.
selesai dari kamar mandi ia tak lupa membangunkan istrinya untuk menunaikan kewajiban nya..
-----------------------------------------------------------------------
Sinar matahari telah terbit dan menerobos fentilasi yang ada dikamar Dhita...
Zika yang merasa terganggu akibat cahaya itu pun bangun dari tidurnya.
Saat dia ingin bangun dari ranjang, dia merasakan ada beban berat di tangannya.
saat dia menoleh, dia hanya tersenyum karena melihat istrinya yang tengah tidur di tangan kirinya sebagai bantal...
*******
Apa Dhita masih ragu akan keputusannya yang telah diambil nya sendiri??
__ADS_1