Married to My Teacher

Married to My Teacher
MTMT#8


__ADS_3

"Udah puas kamu ketawain saya kayak gitu?" tanya zika agak kesal.



"Emm, klo belum napa?" tanya Dhita balik.



"Ditanyain malah balik nanya gimana sih" Cibir Zika dengan kesal.



"Hhhh, Sans lah" tawa Dhita.



"Udah dong meluknya. dari tadi perasaan ga dilepas - lepas deh!" ucap Dhita.



"Aku ga mau lepasin pelukannya!" ucap Zika yang semakin mempererat pelukannya pada Dhita.



"Peluk sih peluk, tapi ya jangan erat-erat banget, lo mau gue mati keabisan napas ya?" cibir Dhita dengan napas tersengal-sengal.



"Ga gitu juga" ucap Zika merasa bersalah dan melonggarkan pelukannya pada Dhita.



"Lah terus?" tanya Dhita kesal.



"Aku cuma ga mau kehilangan kamu dan aku juga ga mau kamu tinggalin" ucap Zika dengan ekspresi sedih.



Aduh napa gue kek kasian sama nih orang sih, padahal kan gue ga bermaksud bikin dia sedih...(Batin dhita)



"Napa lo sedih sih? ga lucu tau!" ucap Dhita pada Zika sambil memegang dagu Zika.



"Aku ga sedih kok, lagian kan ada kamu yang selalu bersama denganku" kata Zika bahagia.



"Dih, lo tuh ke -Ge-Er-An!" cibir Dhita kesal.



"Emangnya Lo tau dari mana klo gue bakal selalu ada buat lo?" tanya Dhita penasaran.



"Karena aku bakal buat kamu jatuh cinta sama aku" ucap Zika tersenyum lembut pada Dhita.


__ADS_1


"Terserah lo, gue ga akan jatuh cinta sama lo" kata Dhita sinis.



Tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari kamar yang di tempati oleh Dhita....



Tok... tok... tok... tok...



Lalu Dhita berjalan ke arah pintu itu dan membukakannya.



Dan saat pintu itu udah terbuka ternyata yang muncul adalah Rea adeknya Dhita sendiri.



"Kak, lo sama kak azika udah siap apa belom sih?" tanya Rea.



"Gue sama dia udah siap, lah emang napa?" tanya Dhita pada Rea.



"Disuruh turun sama mama, buat nyambut para tamu yang udah dateng!" kata Rea.



"Okeh kita bakal turun sebentar lagi" ucap Zika.




"Tuh anak napa demen banget nyuruh - nyuruh orang sih. bikin kesel aja" gerutu Dhita pelan, tetapi masih bisa didengar oleh Zika.



"Mungkin udah dari sananya kali" ucap Zika tiba-tiba.



"Lho, kok lo bisa denger gerutu gue, padahal gue gerutu nya pelan banget" ucap Dhita kaget.



"Dasar, ternyata calon istri ku ini tuh ga bisa bedain antara keras sama pelan ya!" remehan Zika pada Dhita itu.



"Ga usah ngeremehin gue deh, jangan-jangan Lo kali yang ga bisa bedain" ucap Dhita meremehkan Zika.



"Aku bisa bedain Lo" kata Zika tersenyum.



"Udah, gue males debat sama lo. mending lo sama gue turun ke bawah aja pasti udah di tungguin sama mama" jelas Dhita dan hanya diangguki oleh Zika.

__ADS_1



Saat mereka berdua menuruni tangga, mereka bergandengan tangan layaknya seperti orang bermesraan....



"Nah itu mereka berdua udah turun!" kata mama Kya.



"Iya, duh cocok banget ya mereka mesra banget. bikin orang iri aja deh" ucap mama gue sambil tersenyum...



"Hai mama, mama Kya!" sapa Dhita pada wanita paruh baya yang sedang menantikan kedatangan mereka berdua itu.



"Hai juga sayang" jawab mereka berdua dengan mencium kedua pipi Dhita dan tak lupa pada azika ya....



"Ayo, kalian harus menyalami tamu undangan yang hadir!" perintah mama Kya pada kita berdua.



"Iya ma" jawab gue bersamaan dengan Zika.



Dhita dan Azika menuju ke arah tempat duduk yang telas khusus disediakan untuk mereka.



"Selama ya, semoga besok pernikahannya lancar ya!" doa para tamu...



"Selamat, semoga bisa langgeng ya"



"Selamat"



"Selamat, semoga bahagia selalu"



"Selamat, semoga bahagia sejahtera selalu"



"Selamat"



Dan blaa... bla... blaa.. blaa...



Sampai acara pun selesai. Dhita dan zika disuruh oleh mamanya untuk istirahat dikamar hotel yang tadi mereka berdua tempati.

__ADS_1



__ADS_2