
"Eh, kok dikurangin sih pak! gue kan ga salah apa-apa" jawab gue.
"Pertama kamu ga ada dikeals saat aku sedang mengajar, kedua jangan panggil pak aku bukan bapakmu,ketiga karena kamu ga sopan" jelas Zika.
"Ish, kan gue ga tau kalo waktu itu ada guru baru, terus panggil apa?, bodo' amat." jawab gue ketus.
"Panggil kak aja, lagi pula aku sama kamu itu seumuran cuma beda setahun aja." kata Zika.
"Bodo' ga peduli gue" kata gue kasar.
"Mau nilainya dikurangin?" ancamnya.
"Lagi pula kata temen-temen kamu, kamu itu rada gesrek otaknya" sambungnya.
"Kalau gesrek Napa? suka-suka gue lah, otak-otak gue juga!" ucap gue kesel. Zika pun hanya tertawa melihat tingkah ku.
"Napa Lo ketawa? salah makan obat?" tanya gue heran.
"Ga papa, mungkin aja" katanya sembari tersenyum.
Dan. Bla...bla...bla...bla...bla...
Setelah selesai bicara di taman belakang gue sama Zika balik ke ruang tengah.
"Eh, kalian udah balik,sini duduk. ada yang mau kita bicarakan sama kalian!" kata mereka.
"Bicarain apa? kok kek serius gitu?" tanya gue.
"Dengerin kita bicara ya" kata Tante Kya.
"Kita mau melamar kamu ARINDHITA PRINSES HIRATA!" Ucap Om Zanc dan Tante Kya.
"What? Lamar?" kata gue sangking kagetnya.
"Iya sayang, mereka kesini itu mau ngelamar kamu!" jelas mama.
"Tapi ma__" kata gue tapi dipotong oleh Tante Kya.
"Kita ga maksa kamu buat nerima lamaran kamu kok prinses" kata mereka.
"Aku janji bakal ngejagain kamu kok" kata Zika, yang sedari tadi diam.
"Tapi mana mungkin Dosen menikahi muridnya sendiri" kata gue kesel.
__ADS_1
"Ada lah, ini buktinya" kata dia.
"Oohh, jadi yang Lo maksud tadi ini. Lo mau ngelamar gue?" tanya gue
"Iya" jawab Zika.
"Aku bakal terima lamaran ini, dengan satu syarat!" kata gue tegas.
"Syarat apa itu sayang?" kata Tante Kya.
"Aku masih butuh kebebasan, selama menikah aku harap aku masih bisa untuk bebas" kata gue tegas.
"Asalkan kebebasan itu masih sewajarnya aku bakal turutin itu!" kata Zika mantap dan tegas.
"Baik aku terima lamaran ini" kata gue.
"Baiklah semua sudah setuju, maka kita tinggal atur pernikahan nya saja!" kata papa gue. Dan diangguki oleh semua orang.
"Gimana kalo Minggu depan aja pernikahan nya?" kata mama gue dan Tante Kya.
"Apa kenapa secepat itu?" tanya gue.
Dan mereka setuju...
*Skip Kampus*
Hari ini gue sangat lesu, gue mager banget. tapi hari ini gue tetep harus berangkat ke kampus.
"Pagi All" sapa gue lesu.
"Pagi juga Prinses" jawab mereka semangat.
"Lo napa prins kok lo lesu gitu?" tanya Lita.
"Litaaa, gue mau dilamar orang. gue mau dinikahi orang Lit" kata gue kesel.
"What? Lo jangan becanda deh ga lucu tau!" kata Lita.
"Gue ga becanda, gue serius!" rengek gue.
"Sama sapa Lo dilamar?" tanya Lita.
__ADS_1
"Sama dosen baru!" kata gue.
"Anjir lu nyet, ga mungkin lah.orang Lo aja ga tau dia!" kata Lita ngeremehin gue.
"Nih liat!" kata gue sambil menunjukkan isi ponsel gue .
"Anjir, ini serius?" tanya Lita.
"Seriuslah" kata gue pasrah.
"Alhamdulillah, akhirnya sahabat gue bakal nikah!" teriak Lita.
"Ga usah teriak-teriak lo. anjir" kata gue kesel.
"Pagi anak-anak" Sapa dosen baru itu, tak lain adalah Zika.
"Pagi juga kak" kata mereka semua.
"Hari ini kita ga akan pelajaran, tetapi kita akan mengadakan kuis, bagaimana?" tanya zika pada mereka.
"Boleh kak, seru juga tuh. tapi kak kali ini yang jadi ketua kuisnya Si Prinses aja ya kak!" kata temen gue, dan mereka menggangguki nya.
"Ish bocah, kok gue lagi sih yang jadi ketua nya. ga mau gue" tolak gue.
"Udah ga usah debat. Prinses kamu yang jadi ketua, sepakat" kata Zika sambil tersenyum kearah gue tanpa ada yang sadar.
"Kita mulai dari kelompok bagian belakang" kata Zika.
"Mulai menghitung, 1 2 3 4 5 stop. berhenti di angka 5. kelompok 5 satu orang perwakilan" kata Zika.
"Kak Prinses aja yang maju" ucap Lita
"Kok gue sih" pekik Prinses.
"Ayo Prinses maju dan kerjakan soal ini!" perintah Zika.
"Ish, dosen kok nyebelin banget sih" gerutuku sambil mengambil spidol.
"Udah ga usah gerutu kek gitu dong" bisik Zika.
"Untung anak orang Lo" bisik Prinses kesal.
__ADS_1