Married to My Teacher

Married to My Teacher
MTMT#6


__ADS_3

Setelah Dhita selesai mandi dia langsung keluar dari kamar mandi...



Lalu Dhita menyuruh Zika untuk segera mandi dan bersiap-siap karena hari ini adalah hari Resepsi pernikahan mereka.



"Bapak Azika, sana mandi!" suruh dhita pada Zika dengan tersenyum sinis.



"Apa kamu bilang?" tanya zika pada dhita, dia berharap Dhita memanggil namanya tidak menggunakan kata *Bapak*.



"Bapak, emang napa? ga suka" tanya Dhita dengan senyum jahilnya.



"Ya kalau ga pun saya bisa berbuat apa? atau kamu mau saya cium?" goda zika pada Dhita.



Dhita yang merasa bahwa dirinya sedang digoda oleh (bapak-bapak)Azika itu pun langsung menutup mulutnya dengan tangan miliknya..wkwkwk



"Mau ngapain lo? jangan macem-macem ya!" ancam Dhita sambil menatap tajam ke arah Zika.



"Hhhhh, saya hanya bercanda Dhita. Tadi kamu anggap saya serius ya?" tawa Zika.



"Sudahlah, cepet sana mandi dan bersiap-siap lah!" perintah Dhita yang sedang mengalihkan topik pembicaraan dan juga memalingkan wajahnya yang sudah memerah seperti tomato...



"Baiklah baiklah, aku akan mandi" kata Zika sembari meninggalkan Dhita dan menuju ke kamar mandi.



Tok...tok...tok...tok



Tiba-tiba ada suara ketukan pintu di depan kamar Dhita, lalu Dhita berjalan dan membukakan pintu tersebut...



"Mama" sapa Dhita pada wanita paruh baya itu.

__ADS_1



"Lho Zika dimana sayang?" tanya mama.



"Ish, anak mama tuh siapa sih? yang ditanya bukannya Dhita malah Zika." ucap Dhita kesal.



"Anak mama ya jelas kamu dong sayang, tapi mama cuma tanya dimana Azika? bukannya kalian tadi malem tidur bersama satu ranjang" kata mama yang berhasil membuat Dhita sangat terkejut.



kenapa mama bisa tau soal ini, atau jangan-jangan mereka semua yang udah ngerencanain ini semua....(batin Dhita).



"Ada tuh, di kamar mandi!" ucap Dhita datar.



"Ya udah inj baju yang udah mama siapin khusus kalian, ini bajunya Azika calon menantu mama, dikasih ke dia ya sayang. klo gitu mama pergi dulu ya" kata mama sembako pergi meninggalkan kamar Dhita.



"Ish, mama tuh apa-apaan sih bikin kesel aja" gerutu Dhita.




"Nih baju buat Lo!" kata Dhita sambil menyodorkan baju yang diberikan oleh mama nya tadi.



"Astaghfirullah, Napa lo ga pake piyama aja sih?" kata Dhita sambil membalikkan badannya...



"Di kamar mandi ga ada piyama!" jawab Zika dengan muka sok polos nya itu, dan itu membuat Dhita semakin kesal dengannya saja.



"Terserah, mending sekarang lo pake baju ini di sini dan gue di kamar mandi.!" perintah Dhita.



"Awas aja lo klo ngintip gue!" ancam Dhita sambil memberikan tatapan tajam pada Zika.



"Santai dong Arind sayang, aku ga akan ngintip kamu kok. sekarang kamu ganti baju cepet!" kata Zika pada Dhita.

__ADS_1



Setelah mereka bersiap-siap, mereka berdua turun menuruni tangga. kedua pasangan itu sangat cocok sekali...



Dan ternyata dibawah tepatnya di ruang tamu sudaha dan orang tua Zika dan orang tua gue..



"Morning calon mantu mama!" sapa mama pada Zika dan itu membuat buat gue kesel.



"Anak mama tuh siapa sih?" tanya Dhita kesal pada mamanya, dan semua orang yang ada disana pun tertawa karena tingkah laku gue.



"Kak, tumben banget hari ini very beautiful" puji Rea..



"Oh makasih. tapi sayangnga tiap hari gue udah cantik." ucap gue membanggakan penampilan gue.



"Bercandanya udah dulu ya, kita pergi ke acara Resepsi nya sekarang. okey" kata papa Zanc.



"Okey" jawab mereka semua, kecuali Dhita karena dia masih kesal atas perbuatan Zika dan juga mama nya itu.












__ADS_1


__ADS_2