Married to My Teacher

Married to My Teacher
MTMT#14


__ADS_3

Batin Dhita:



Waktu berlalu terlalu cepat. Tiba saatnya acara pernikahan itu berlangsung. meskipun terbilang sangat cepat, namun semua persiapan sudah selesai. Di acara ijab qobul nanti kerabat, tetangga, teman terdekat yang mereka undang. Hari ini adalah acara ijab qobul dan resepsi yang dilaksanakan secara bersamaan......



Sedangkan Zika:



Zika tak bisa diam. sesekali ia jalan mondar-mandir tak bisa tenang. zika selalu gelisah dan gugup.




Sesaat kemudian, Azika langsung menuju ke ruang tamu, tempat dimana ia akan mengucapkan janji suci untuk mengikat seorang perempuan menjadi istrinya...



Di ruang tamu, sudah ada para tamu, penghulu, saksi, dan juga pak Hira selaku ayah dari mempelai wanita. Pak Hira sendiri yang akan menikahkan Zika dengan putrinya itu. Azika merasakan getaran yang lain. Saat berhadapan dengan Pak Hira ia mendadak kembali gugup.



Azika takut jika ijab qobul yang akan ia ucapkan keliru. Namun, sepasang tangan menepuk bahunya. Azika menoleh dan mendapati sang papa tengah menatapnya; menyakinkan bahwa Azika bisa melaluinya...



Azika duduk berhadapan dengan Pak Hira. Sedangkan Pak Zanc berada disebelahnya sebagai saksi, begitupun dengan pak penghulu. Pak Hira mengulurkan tangannya, lalu menggenggam tangan laki-laki yang sebentar lagi akan jadi menantunya itu...



Keringat dingin mulai bercucuran. sungguh, saat ini azika benar-benar gugup. Bahkan, degub jantung nya yang sudah tidak normal berpacu lebih cepat. pikirannya berkecamuk. segala bayangan tak penting terlintas begitu saja...



Sedangkan di ruangan lainnya, Dhita duduk dengan ketegangan juga. Dhita menggenggam tangan mamanya dan temannya Tara yang menemaninya di ruangan itu. Rasa tegang Dhita bertambah saat mendengar suara lantang Zika. Tak urung juga hatinya berdebar mendengar kalimat sakral itu di ucapkan...



{"Saya terima nikah dan kawinnya


Arindhita Prinsess Hirata


Binti Hira Ar-Rasyid dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"}

__ADS_1



Sah?



"SAH"



"Alhamdulillah" syukur Dhita dalam hati..



Dhita pun memeluk mama nya dan Tara bergantian. Tangis haru bercampur di antara mereka. Nama Dhita dan Tara pun saling menatap satu sama lain dan mengangguk. Dhita menghela napas sejenak kemudian berdiri. beberapa saat lagi ia akan bertemu dengan dosen baru yang sekarang sudah menjadi suaminya itu...



Di ruangan para tamu, Azika tak lepas dari rasa syukur, karena telah mengucapkan kalimat itu dengan lantang dan hanya satu tarikan napas. laki-laki itu memiliki kelegaan tersendiri saat berhasil mengucapkan janji sakral itu...



Azika berbalik saat penghulu mengatakan bahwa pengantin perempuan memasuki ruangan. Dhita pun berjalan dengan diampit oleh sang mama dan sahabat nya itu....




"Assalamualaikum, Bidadari surgaku." ucap azika.



pipi Dhita saat ini sedang merona...



"Wa'alaikumsalam, imam surgaku." Jawab Dhita.



Azika tersenyum, meraih tangan Dhita lalu menuntun nya menuju ke depan penghulu. setelah menandatangani buku nikah, Dhita segera mencium punggung tangan laki-laki di depannya ini yang kini sudah resmi menjadi suaminya...



setelah itu, giliran azika mengecup kening Dhita lama...


__ADS_1


Setelah itu, mereka memasangkan cincin perkawinan...



Acara ijab qobul pun selesai. setelah beberapa jam istirahat, acara resepsi akan segera dimulai. Acara nya akan berlangsung selama 5 jam..




Selama acara resepsi dimulai ....



Azika selalu menatap Dhita dengan senyuman yang menunjukkan kasih sayangnya....



"Arind" panggil Zika...



"Apa?" jawab dhita...



"Aku seneng banget hari ini, akhirnya aku bisa jadi suami kamu sayang!" ucap Zika...



"Heem" jawab Dhita dengan deheman...



Dhita sangat gugup ketika dia berada di dekat Zika setelah menikah, padahal ketika dia masih dengan status Tunangan dia sama sekali tak gugup ketika dekat dengan Zika...



tapi entahlah kenapa dia begitu sangat gugup....





__ADS_1



__ADS_2