
"Lha, kalau bukan anak orang terus apa dong sayang?" tanya zika dengan bisikan.
"Anak kucing lo!" kata Prinses kesal.
"Emangnya mau punya suami yang emak nya kucing tapi anaknya orang?" tanya zika tertawa.
"ish, amit-amit deh, ya jangan sampe lah. gue ga mau!" jawab Prinses kesal.
"Hahaha, Arindhita Arindhita ada-ada aja deh kamu ini!" kata Zika tersenyum kecil.
"Udah selesai belum ngerjainnya?" tanya zika.
"Bentar lagi selesai, udah diem gue lagi fokus ngerjain nih soal." kata Prinses.
"Prins tumben otak lo ga gesrek gesrek amat!" ucap ketua kelas ngeremehin prinses.
"Dodol diem lo, serah gue lah otak-otak gue juga, kalau pun gesrek juga ga papa kali" jawab Prinses kesal.
"Hhhhh, Kayak nya macannya udah mulai ngamuk nih, kabur ah dari pada entar gue di semprot" kata ketua kelas cengengesan yang membuat semua murid tertawa terbahak-bahak. kecuali Azika.
Gue pun melanjutkan mengerjakan soal kuis itu dan akhirnya selesai juga...
"Yeeeaaahhhhh, Alhamdulilah akhirnya selesai juga nih. sumpah deh ini tuh soal atau apa ya soalnya susah banget bikin pala gue puyeng" kata gue teriak.
Saat gue teriak semua yang ada di dalam kelas pun terkejot karena denger teriakan gue yang lumayan keras itu... hhhhh....
"Arindhita prinses, jangan teriak-teriak. ini bukan di hutan ya, kalau mau teriak-teriak di hutan aja sana jangan dikelas saya." ucap Zika kesal karena kaget denger teriakan gue, karena dia yang berada paling deket sama gue....
"Sans dong pak.. eh maksud kak. Jadi saya boleh keluar kan pak?" tanya Prinses kegirangan.
__ADS_1
"Ga boleh, belum waktunya Prinses!" ucap Zika tegas.
Dan yang lain pun hanya tertawa melihat Prinses yang sedang kesal itu...
Setelah itu gue diperbolehkan duduk ke tempat duduk gue dan kita diskusi bersama dalam mengerjakan soal kuis yang lain.
"Baiklah, anak-anak kita akhiri pelajaran hari ini, dan jangan lupa kerjakan tugas yang saya berikan tadi!" perintah Zika dosen baru itu.
"Baik kak" jawab mereka serempak.
"Prins kantin yuk, gue traktir mumpung gue lagi bahagia tingkat dewa nih" kata Tara.
"Ga, gue Meles mending tidur enak, bisa ketemu sama oppa-oppa Korea. Wkwkwk." jawab gue ketawa.
"Mau ikut ga? klo ga mau gue tinggal nih" sambung Tara.
"Tinggal aja, gue ga mau" jawab gue.
Setelah semua siswa-siswi keluar dan ga ada satu pun yang ada diruang kelas, akhirnya gue bisa tidur nyenyak ga akan ada yang ganggu kecuali Zika karena dia masih ada dikelas gue.
entalah tuh orang ngapain masih dikelas gue padahal kan hari ini udah ga ada pelajaran nya....
"Arindhita" panggil Zika.
"Heem, paan sih ganggu orang lagi tidur aja. udah tau gue tuh lagi ngantuk juga." kata Dhita yang setengah sadar.
"Bangun dulu dong sayang, mumpung masih sepi belum pada balik dari kantin!" perintah Zika lembut.
__ADS_1
"Iya, ni gue dah bangun puas lo!" kata gue kesel.
"Udah ga usah kesel gitu!" ucap Zika santai dan mengacak-acak rambut gue.
"Lo tuh mau ngomong apaan sih?" kata gue kesel dan menarik tangan Zika supaya dia berhenti mengacak-acak rambut gue.
"Entar pulang bareng ya?" pinta Zika.
"Ga, gue ga bisa soalnya harus jemput adek gue dulu" ucap gue.
"Kamu bawa mobil kan?" tanya zika lagi.
"Iya, emang napa?" tanya gue.
"Ya udah entar Andrea suruh bawa mobil kamu aja!" perintah Zika.
"Ga, gue ga mau!" jawab gue ketus.
"Ayolah, ini tuh disuruh mama kamu tau!" kata zika.
"Sembarang aja lo klo ngomong, mama gue ga mungkin nyuruh kek gini!" ucap gue ngegas.
"Tapi emang itu kenyataan nya Arindhita!" jawab Zika lembut.
"Gue nanya Rea dulu, awas aja ya klo lo bohong, gue tampol lu." ucap gue kesel.
"Iya, silahkan aja Arindhita sayang" jawab Zika lembut.
__ADS_1