
Selepas acara Resepsi selesai, Azika dan Dhita memasuki kamar pengantin. Dikamar itu Dhita langsung duduk menghadap meja rias sambil menghapus make-up di wajahnya itu. Sedangkan azika, dia langsung masuk ke kamar mandi karena tubuhnya sudah lengket akibat keringat.
20 menit kemudian terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, azika keluar dengan menggosok-gosok rambutnya yang basah menggunakan handuk kecil...
Mereka berdua masih agak gugup dan canggung satu sama lain, dan saat Dhita melepas kerudung dia tiba-tiba tertusuk jarum yang membuat nya merintih kesakitan. Azika yang mendengar suara rintihan itu pun langsung menghampiri Dhita istrinya itu...
Azika pun langsung menarik jari Dhita lalu menutup nya dengan tissue. setelah itu, Azika membersihkan lukanya dengan sangat telaten dan menutup nya dengan plester.
Arindhita yang melihat perbuatan suaminya itu membuat Dhita tersenyum bahagia...
"Lain kali hati-hati. Apa yang sedang kamu pikirkan sayang?" tanya azika lembut dan memegang tangan istrinya itu.
"Aku sebenarnya masih bingung dengan perasaan ini. apa ini yang namanya cinta sesungguhnya?" (Batin Dhita)
"Sayang, ada apa?" tanya azika sekali lagi dengan melambaikan tangannya didepan muka Dhita.
"Em.. eh.. A... aku gpp kok Pak!" jawab Dhita terbata-bata karena sangking gugupnya ia berada didekat Zika.
"Sayang, udah berapa kali aku bilang jangan paling aku dengan sebutan *Bapak* okey" ucap zika pada Dhita dan ia pun membalas dengan anggukan..
"Ya sudah kalau begitu, aku bantuin lepasin jarumnya. Nggak ada penolakan" kata azika.
"Okey" jawab dhita..
Dada Dhita terasa sangat hangat. Apa ini rasanya cinta yang sesungguhnya?...
__ADS_1
POV Author:
Kalian semua pasti akan merasakan kebahagiaan yang tiada Tara jika kalian diperlakukan secara spesial oleh seseorang, apa lagi kalau itu suami kalian sendiri. Walaupun itu hanya perhatian karena hal kecil.
😊
Setelah selesai, Dhita mulai beranjak menuju ke kamar mandi.
Satu jam kemudian. Dhita selesai membersihkan diri. ketika keluar dari kamar mandi, ia melihat azika yang tengah duduk ditempat tidur. Azika menyandarkan punggungnya dengan bantal dengan memainkan ponselnya itu.
Dhita pun menuju meja rias untuk menyisir rambut pendeknya yang masih basah itu, kemudian ia menuju tempat tidur...
ya walaupun sebenarnya Dhita memikirkan hal-hal aneh...hahaha
Mata Dhita menatap langit-langit kamar nya itu dengan tatapan kosong...
Azika yang dari tadi memperhatikan Dhita yang kelihatannya sedang berfikir..
Setelah itu Dhita pun mulai mengatur nafas nya dan memanggil suaminya itu..
Tetapi alangkah kagetnya dia ketika dia hendak memanggil, ternyata dari tadi Zika menghadap Dhita dan memperhatikan nya.
"Astaghfirullah, Mas" ucap Dhita karena terkejut...
__ADS_1
Entalah tiba-tiba mulut Dhita mengucapkan kata "Mas"... zika yang mendengar nya pun tersenyum..
"Ada apa wife?" tanya zika memperhatikan Dhita yang dari tadi mengelus dadanya itu, detak jantung Dhita saat ini sungguh luar biasa sangat kencang...
"Em... eh... tidak apa-apa" jawab Dhita gugup.
"Aku hanya ingin bertanya sama kamu, Mas?" ucap Dhita.
"Tanya apa sayang?" jawab Zika penasaran.
"Apa mas bahagia dengan pernikahan ini? dan kenapa mas lebih memilih Dhita?sedangkan diluar sana masih banyak wanita-wanita lain yang menginginkan mu mas!" tanya Dhita.
Azika pun mulai menyandarkan kepalanya di kepala ranjang dan menatap mata Dhita..
Perlakuan Zika benar-benar sudah membuat Dhita sangat gugup dan malu, semua yang dirasakan Dhita saat ini menjadi satu...
"Sayang, dengarkanlah suamimu ini baik - baik okey..... Saya sangat bahagia dengan pernikahan ini. Mas ga peduli itu sayang, karena mas hanya mencintai satu wanita seumur hidup mas, sejak awal niat mas menikahimu sebagai penyempurna iman ku dan mendapatkan ridho serta lindungannya. Dengan mas menikahimu, mas akan terjaga dari godaan syaitan, pandangan yang tidak halal, seta bisikan hati yang tidak baik. Dan satu hal yang terpenting, Mas merasa bahwa kamu adalah wanita yang baik, karena itulah mas mencari pendamping hidup yang tepat untuk anak-anak kita nanti" jelas zika membuat Dhita menangis haru...
Dhita benar-benar tak menyangka bahwa dia telah mendapatkan suami yang begitu baik dan juga taat dengan agama...
Arindhita benar-benar sangat bahagia karena telah mendapatkan suami seperti dia...
Semoga bahagia.....
__ADS_1