
“Ke-kenapa kita masuk kesini? “ Tanya sang pria yang terkejut ketika mereka kini sedang berada di sebuah ruangan dengan lampu remang-remang.
“Tentu saja kau harus menemaniku. Aku sejak dulu ingin sekali masuk kesini, tapi tidak ada teman dan takut masuk sendiri”
“Hah, dasar wanita aneh” Geram sang pria
“Ayolah, pliss. Kali ini aja deh. Okk” pinta wanita dengan wajah memohon yang sebenarnya terlihat imut jika mungkin menurut pria lain.
“Baiklah. Hanya untuk yang satu ini aku menemanimu”
“Ok. LET’S GOOOOOO!!” tarik sang wanita dengan penuh semangat.
“ehh tunggu deh, ini kan kita udah masuk di rumah hantu ya?? Huuaaaaaa, takutttt “ nyalinya seketika menciut saat menyadari keberadaan mereka dan berujung menjadikan tubuh Geza sebagai tameng atau lebih tepatnya tempat bersembunyi ‘agar tidak terlihat oleh hantu, mungkin.
“Haaahhh” Geza hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan wanita aneh yang baru ditemuinya tadi.
**
Cihh!
Apa dia sudah punya pacar?! Gumam Lin yang sempat melihat drama sejoli yang saling tarik-tarikan ditengah keramaian itu. Entah kenapa perasaannya jadi tidak nyaman.
“Pak, kita pulang sekarang”
“Baik Non”
Sesampainya dirumah Lin segera membersihkan tubuhnya. Kali ini dia ingin berendam dan merilekskan tubuh serta pikirannya.
Nikmatnya berendam, tiba-tiba dia teringat kejadian tadi di pasar malam. Geza, ya geza pria culun itu sedang bersama seorang wanita cantik dan kelihatannya seumuran dengan mereka.
Apa mungkin selama ini dia menolak tawaran ku karena wanita itu? Haah,,entahlah. Rasanya memusingkan. Pikir Lin kembali dia teringat semua kelakuannya akhir-akhir ini kepada Geza.
Flashback ~
“Maaf mengganggumu. Apa malam ini kau sibuk?” Tanya Lin yang sejatinya sedang gugup karena untuk pertama kalinya dia mendekati seorang cowok lebih dulu.
“ ehh tunggu deh, bukan mendekati yaa,, lebih tepatnya Lin membutuhkan cowok ini.” Ralatnya.
“Hmm, ada apa” lagi, lagi Lin mendengar kata Hmm itu keluar dari mulut pria culun ini.
“emp, maaf tapi aku hanya ingin membicarakan sesuatu hal. Lebih tepatnya aku membutuhkan bantuanmu”
Geza menatap heran kepada wanita didepannya ini. Entahlah tapi mereka tidak seakrab itu. Jadi kenapa juga Lin harus meminta bantuan kepadanya.
“Katakan saja disini”
“Ta-tapi ini sedikit privat. Aku tidak mungkin mengatakannya di tempat umum seperti ini” kikuk Melina sambil memperhatikan anak-anak di sekitar mereka yang kini tengah menatap kearah dirinya dan Geza.
Karena kepopulerannya, hal sekecil ini pasti akan dibicarakan anak-anak. Apalagi Lin yang menghampiri Geza duluan. Sungguh keajaiban menurut mereka.
__ADS_1
“Maaf, tapi malam ini aku sibuk… permisi” jawab Geza kemudian pergi meninggalkan Lin.
What. Lin menggigit bibir bawahnya sambil menahan kesal karena dirinya seperti sedang ditolak oleh seorang pria. Apalagi prianya sekelas Geza. Memalukan.
“Okey, sepertinya cowok ini agak jual mahal padaku. Bukan Lin namanya gak bisa naklukkin seorang pria seperti dia, heeh!” Sifat ambisi seorang Melina Mao tiba-tiba keluar.
…
“emp, Geza tunggu” panggil Melina saat melihat Geza di tempat parkiran motor.
“Ada apa Melina?” tanyanya
Tenggorokan Melina seperti tercekat mendengar Geza memanggil namanya.
“ehm begini. Soal pembicaraanku waktu itu,, apa hari ini kau sudah tidak sibuk? Atau kapanpun itu kau bisa memberitahuku” Pinta Lin dengan tampang serius. Tapi di satu sisi wajahnya tidak terlihat seperti sedang memohon, sehingga Geza berpikir mungkin tidak sepenting itu.
“Maaf tapi aku tidak bisa. Kau bisa mencari orang lain untuk membantumu” tolak Geza dan untuk kesekian kalinya pergi meninggalkan Lin lebih dulu.
Lin hanya bisa menatap datar motor Geza yang sudah menghilang dari pandangannya saat ini.
Flashback off
“Hahhhh ,, Aku sungguh sudah gila melakukan itu. Kenapa juga harus dia yang terpikirkan” serasa kesal dengan dirinya sendiri, Lin menyeburkan seluruh wajahnya ke dalam air untuk menetralkan pikirannya.
**
Hari ini langit tampak berkabut, sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. Hujan adalah sebuah mimpi buruk bagi Lin. Tetesan demi tetesan air yang jatuh nyatanya mampu membuat Lin meratapi kehidupannya yang tak secerah dulu. Senyuman dan tawanya seketika hilang semenjak kehilangan orang yang berharga dalam hidupnya.
Rumah tampak sepi. Tentu saja karena yang tinggal dalam rumah itu hanya Lin dan beberapa pelayan serta orang kepercayaan keluarga. Jangan tanyakan soal ibu tirinya, zaskia. Terhitung sudah 3 bulan lebih ini dia tidak pernah berdiam di kediaman keluarga Mao. Beberapa kali dia terlihat datang hanya 15 menit lalu keluar lagi, dan akan kembali beberapa hari berikutnya.
Lin memang sedikit penasaran dengan apa yang dilakukan ibu tirinya itu diluar sana, sehingga ia mengutus beberapa orang suruhannya untuk mengikuti dan memantau Zaskia. Dan tepat hari ini dia akan menerima hasil kerja anak buahnya itu.
Sementara menunggu laporan dari orang kepercayaannya, Lin memutuskan untuk mengemas pakaian serta perlengkapannya untuk kegiatan praktek lapangan yang akan diikutinya bersama teman sekelas. Katanya mereka akan ke sebuah desa terpencil dan tertinggal selama seminggu untuk melakukan penelitian berkaitan dengan tugas akhir.
~
“Jadi bagaimana hasilnya pak? Tanya Lin pada salah satu anak buah Riko yang bertugas menyelidiki Zaskia.
“Begini non, kami menyelidiki nyonya Zaskia selama beberapa minggu ini dan sejauh ini apa yang dilakukan olehnya tidak berbahaya ataupun sesuatu yang perlu kita khawatirkan” Ungkapnya.
“Hmm, jelaskan lebih detail”
“Baik non. Nyonya Zaskia selama ini tinggal di sebuah apartemen di kota Z dan setiap 2 hari sekali dia selalu mengunjungi rumah salah seorang temannya yang bernama Rosaline. Mereka menghabiskan hari hingga nyonya Zaskia selalu pulang malam dari rumah temannya itu. Selain itu nyonya Zaskian hanya banyak menghabiskan waktu di dalam apartemen dan beberapa kali terlihat berbelanja di minimarket terdekat.”
Mendengar penjelasan itu, Lin merasa ada sesuatu yang janggal.
“Tunggu dulu. Apa dia tidak pernah ke pusat perbelanjaan atau sekedar membeli pakaian atau tas mungkin?” Tanya Melina
“Tidak Non. Beberapa minggu ini tidak pernah. Bahkan ke salon pun tidak”
__ADS_1
“Aneh. Dia itu adalah orang yang tidak bisa hidup tanpa memanjakan dirinya” gumam Lin yang masih terdengar oleh beberapa penghuni dalam ruangan itu.
“ baiklah. Sekarang tugas kalian menyelidiki siapa Rosaline itu dan apa saja yang mereka lakukan dalam rumah itu” Perintah Lin
“Siap non. Kalau begitu kami semua permisi dulu” ucap mereka dan serempak memberikan hormat sebelum kemudian pergi meninggalkan Melina.
***
Lembaran foto hitam-putih
Aku coba ingat lagi warna bajumu kala itu
Kali pertama di hidupku
Manusia lain memelukku
Lembaran foto hitam putih
Aku coba ingat lagi wnagi rumah di sore itu
Kue cokelat, balon warna-warni
Pesta hari ulang tahunku
*Dimana pun kalian berada*
*Kukirimkan terima kasih*
*Untuk warna dalam hidupku dan banyak kenangan indah*
*Kau melukis aku*
.....
Para siswa sedang asik menyanyikan sebuah lagu dari penyanyi yang sangat terkenal itu untuk menikmati perjalanan mereka menuju ke sebuah desa yang entah mereka pun tidak tahu. Yang pasti jaraknya cukup jauh karena memakan waktu sekitar 8 jam dari kota.
...************************%%%%%%%%%*******%%%%*******************...
Hai readers?! Masih penasaran kan dengan kelanjutan kisah Melina dan Geza??..
Maaf yaa, author jarang update karena lagi ada kesibukan akhir-akhir ini🙏
__ADS_1
Tolong kasi authornya vote, like dan hadiah yaa.. biar tambah semangat nulisnya🤗🥰