Married With A Geeky Man

Married With A Geeky Man
Bab 5


__ADS_3

Mereka berjalan kaki sekitar 10 menit ke rumah pak Wasil. Dan semenjak kejadian tadi, pak supir beberapa kali menangkap Lin yang terus memperhatikan pemuda yang menolong mereka barusan. Ya pemuda itu memang kelihatan cupuh dengan kaca mata besar dan tebal menghiasi wajahnya yang tampan mungkin kalau tidak menggunakan benda itu.


Penampilannya juga memang seperti orang kebun pada umumnya, baju yang kumuh dan tidak layak pakai sebenarnya menurut sang supir. Tapi jangan ditanyakan soal bela diri nya. Pak supir sampai terpukau melihatnya tadi.


Setibanya dirumah, pak Wasil langsung mengambil kotak obat dan mengobati pak supir. Sementara Geza ke dapur untuk membuat minuman.


Lin hanya sesekali melirik supirnya yang sedang diobati sambil dirinya mengirim pesan pada bawahannya agar menjemput mereka disini.


“Silahkan di minum” kata Geza saat menyerahkan the hangat yang dibuatnya ke tamu mereka. Seolah mendapat kembarannya Lin, pak supir hanya bisa tertawa dalam hatinya melihat muka datar tanpa ekspresi dari Geza. Sama seperti nona muda nya, batin pak supir.


Setelah mengantar minuman, Geza berlalu keluar rumah sambil membawa sebuah buku. Dan hal itu tak pernah lepas dari pengamatan Lin.


Tanpa berkata apapun, Lin berlalu keluar rumah mengikuti Geza.


“Hai, aku Lin” kata Lin yang saat ini mengulurkan tangannya di depan pria yang sedang duduk manis sambil membaca buku.


Geza hanya melirik tangan itu tanpa berniat menyambutnya. “Hmmm” balas Geza.


“HMMM?? OH ASTAGAA, APAKAH SEKARANG AKU SEDANG DICUEKIN??! YAAMPUNNN… SABAR LIN, SABARR “Teriak Lin dalam hatinya setelah kejadian memalukan ini benar-benar terjadi.


“Terima kasih sudah menolong kami. Mmmp, siapa namamu?” Tanya Lin yang saat ini sedang duduk di sebelah Geza yang terlihat cuek-cuek aja.


“Geza. Sama-sama” jawab Geza. Dia memang saat ini sudah merubah penampilannya. Sebenarnya kaca mata yang digunakan Geza hanya kaca mata biasa tanpa lensa, karena matanya memang tidak minus.


Lin pikir Geza hanya akan meresponnya dengan kata “hmmm” lagi, tapi ternyata Lin salah.


“Geza ya..?! “ lagi-lagi Lin hanya bisa bersuara dalam hati. Lin bahkan tidak sadar kalau sekarang dia tengah tersenyum. Entah apa yang membuat Lin tersenyum. Tak berselang lama, senyum Lin langsung buyar melihat beberapa mobil berhenti tepat depan rumah pak Wasil.


Tampak beberapa bawahannya keluar dan tergesa-gesa menghampiri Lin. Mereka kompak membungkukkan badan dan memberi hormat pada Lin. Melihat hal itu, membuat sesi membaca seorang Geza Ziagar terhenti. Dia melirik wanita yang duduk disampingnya yang Nampak biasa-biasa saja.

__ADS_1


“Maaf non, kami terlambat. Nona muda baik-baik saja?” Tanya pak Riko yang adalah Ketua dari pengawal keluarga Mao.


“hmm saya tidak apa-apa. Hanya saja pak Sam sedikit terluka karena melindungi saya, dia sedang diobati di dalam.” Jawab Lin yang sudah kembali ke mode datarnya


“Baik non, apakah anda akan pulang sekarang? Dan mengenai kejadian tadi, kami sudah mengusutnya. Para pelaku sementara dicari oleh polisi non” Lapor Riko.


“baiklah. Saya akan pulang, sepertinya latihannya saya tunda dulu” kata Lin setelah menimbang keadaannya saat ini yang tidak memungkinkan lagi pergi latihan bela diri.


“Baik non” Balas Riko.


“Terima kasih atas bantuannya pak Wasil, saya pasti akan membalas kebaikan anda” kata Lin dengan sopan dan bersunguh-sungguh dengan ucapannya.


Mereka kini sedang berdiri didepan rumah pak Wasil.


“Tidak masalah non, saya senang bisa membantu, dan tidak perlu membalasnya. Biarkan yang diatas saja yang membalas” kata pak Wasil dengan tersenyum ramah.



Kediaman Mao,


“MELINAA!! “ teriak seorang wanita yang tak lain adalah Zaskia.


“Kenapa kau mengurangi uang bulananku?” lanjutnya lagi sambil berteriak.


Zaskia sangat marah karena Lin mengurangi uang bulanannya. Saat ini yang mengatur keuangan adalah Lin. Tanpa persetujuannya takkan ada uang sepeserpun yang bisa keluar begitu saja, termasuk memberikan uang bulanan kepada ibu tirinya ini.


Lin sengaja mengurangi uang bulanan Zaskia karena kesal Zaskia menamparnya waktu itu. Dan Lin tahu betul balasan yang paling bagus adalah apa yang dilakukannya sekarang. Terbukti dari kemarahan wanita didepannya kini. Lin sudah cukup bersabar saat dirinya dimaki setiap hari oleh Zaskia.


Seolah tidak menghiraukan perkataan wanita itu, Lin sengaja tak menggubris dan berniat naik keatas menuju kamarnya. Lin juga sebenarnya lelah dengan kejadian hari ini, cukup menguras energinya.

__ADS_1


Coba saja kalau tidak ada Geza dan pak Wasil, entah apa yang akan terjadi padanya dan pak Sam tadi sore. Pikir Lin.


Karena merasa diacuhkan, Zaskia kembali berteriak dan membuat Lin terhenti dan menatapnya dengan tajam.


“KAU MEMANG SANGAT MIRIP DENGAN IBUMU. TAK BERGUNA DAN SELALU MEMBUAT ORANG LAIN KESAL.” teriak Zaskia dan berhasil membuat Lin marah. Bagaimana tidak, ibunya sampai dikata-katai oleh Zaskia, dan Lin sangat tidak menyukai itu.


“KAU JANGAN SEKALI KALI MEMBAWA IBUKU DALAM URUSAN INI. IBUKU SUDAH BAHAGIA DI ALAM SANA. JANGAN BERANI KAU MENGUSIKNYA. KARENA AKU TAKKAN SEGAN-SEGAN MENGHANCURKANMU.” Tekan Lin.


“Dan sebagai hukuman untuk hari ini, bulan depan kau tidak akan mendapat seperpun dariku” tambah Lin dan langsung meninggalkan Zaskia yang terkejut dengan ancamannya. Dan yaa jangan lupakan bahwa bulan depan dia tidak akan dapat uang bulanan. “Dasar anak sialann, aarrgh “ geram Zaskia.


~


Malam ini langit sangat cerah dihiasi ribuan bintang.


Lin sedang menikmati indahnya malam ini dari balkon kamarnya. Dia masih tidak percaya sekarang dirinya tinggal sendirian. Ibunya yang sudah pergi sejak Lin berumur 5 tahun dan Ayahnya yang seakan menyusul ibunya meninggalkan Lin seorang diri.


“Maaa,, paa,, apa kalian bahagia disana? Kapan Lin akan menyusul kalian?” kata Lin sambil menatap ribuan bintang itu.


Lin tak kuasa menahan tangisnya, dan pada akhirnya ia menyerah. Tangisnya pecah. Dan dia hanya bisa meluapkannya seorang diri.


Serasa cukup mengurangi bebannya, Lin sudah mulai tenang dan menghapus air matanya. Dia kemudian menatap sebuah buku yang dipegangnya. Lin memang berencana membaca buku di balkon. Melihat buku itu, Lin kembali teringat pada pria yang baru dikenalnya hari itu.


“Gezaa ” Gumam Lin sambil tersenyum. Entahlah dia seolah merasa lucu setiap kali membayangkan pria culun itu. Apalagi tadi dia sempat melihat buku yang dibaca Geza, sama persis seperti buku yang digenggamnya saat ini.



“sekolah? “ Tanya Geza saat mereka selesai makan malam.


Pak wasil membahas mengenai sekolah kepada Geza. Memang dia merasa bersalah karena lupa tentang masa depan anak angkatnya itu. Yaa setelah berbicara banyak dengan pak Sam, dia memutuskan untuk kembali menyekolahkan Geza. Geza harus menyelesaikan sekolahnya dan lanjut kuliah.

__ADS_1


__ADS_2