
Pak Wasil yang melihat itu pun seakan mengerti bahwa pemuda ini ingin menutupi identitasnya.
“ Yasudah, kalau kamu tidak mau beritahu saya tidak apa-apa. Kita lupakan saja soal marganya, sekarang kamu makan dulu”
“terima kasih pak, sudah mau mengerti saya. Dan terima kasih makanannya.” balas Geza
“iya sama-sama. Kamu dari tadi terima kasih melulu” kata pak Wasil sambil tertawa, mencoba mencairkan suasana.
“oh ya, nama bapak siapa?” Tanya Geza sambil memakan bubur yang pak Wasil berikan.
“ Nama saya Wasilas Prunawan. Panggil saja pak Wasil. Orang sini juga biasa panggil saya begitu”
“ok pak Wasil” sambil tersenyum Geza cukup bersyukur ada orang baik seperti pak Wasil yang mau menolongnya.
~ Dua bulan pun berlalu.
Sejak hari itu, Geza kini sudah tinggal bersama dengan pak Wasil. Pak Wasil juga sudah mengetahui bahwa Geza adalah anak yatim piatu dan saat ini tidak mempunyai siapapun dan uang pun tak ada. Maka dari itu dia terluntang lantung tidak tahu mau kemana dan tinggal dimana. Akhirnya dia tertidur di kebun pak Wasil waktu itu.
Pak Wasil merasa kasihan dengan kehidupan Geza. Ternyata tidak hanya hidupnya yang menderita karena kehilangan istri tercintanya. Meskipun saat ini dia sudah mulai berdamai dengan ini semua. Tapi ternyata masih banyak orang yang hidupnya sangat menderita yang bahkan lebih darinya. Karena pak Wasil meskipun tinggal sendiri, tapi masih punya rumah dan kebun yang bisa menjadi sumber mata pencariannya saat ini. Bahkan kebun yang dimliki pak Wasil terbilang luas. Tentu saja karena pak Wasil adalah orang yang ulet dan rajin bekerja serta tidak banyak menghambur-hamburkan uang. Sedangkan Geza dia ditinggalkan kedua orang tuanya dan tidak memiliki apapun. Akhirnya pak Wasil berniat untuk mengadopsi Geza menjadi anaknya.
Geza juga sudah menyetujui untuk diadopsi oleh pak Wasil. Geza juga kasihan melihat pak Wasil yang masih bekerja walaupun sudah berumur dan hidup sendiri. Semua surat sudah diurus oleh pak Wasil, dan kini nama Geza sudah ada di dalam kartu keluarga pak Wasil.
__ADS_1
“Bapak, makan dulu. Geza sudah siapkan semuanya” panggil Geza yang saat ini berada di gubuk kebun pak Wasil. Dan pak Wasil terlihat masih berada di lading sedang menanam kacang.
Kebun pak Wasil yang memang luas itu, dan dikelilingi oleh berbagai tanaman, padi, sayuran, jagung, kacang, dan beberapa buah-buahan. Dan jangan ditanyakan lagi setiap panen, pak Wasil sudah memiliki teman bisnis yang siap membeli semua hasil panennya dan dia bisa meraup keuntungan sampai belasan juta perbulan. Tapi hal itu tidak membuat pak wasil hidup mewah, melainkan sebaliknya. Dia lebih suka hidup sederhana seperti ini. Rumahnya pun terbilang cukup sederhana.
Siang itu, Geza dan pak Wasil makan dengan penuh kebahagiaan, karena sesekali mereka bersenda gurau dan tertawa bersama menikmati kebersamaan mereka.
~ Sementara itu,
Berbeda halnya dengan Geza yang sedang menikmati kebahagiaannya dengan orang yang disayang yaitu pak Wasil ayah angkatnya, saat ini Lin sedang meratapi kehidupannya yang selalu diperhadapkan oleh ibu tirinya.
Lin yang sedang duduk sendirian di bangku taman sekolahnya, sedang memikirkan bagaimana caranya dia menghindari desakan ibu tirinya untuk menyerahkan semua harta ayahnya yang saai ini atas nama Lin menjadi milik Zaskia. Memang Maurits memberikan semua hartanya kepada Lin dan Lin yang akan meneruskan perusahaan papanya itu kelak ketika Lin sudah lulus kuliah dan siap, dan saat ini perusahaan tengah dipimpin oleh adik ayahnya yakni paman Michael. Dan setelah waktunya tiba, Lin akan menggantikan pamannya memimpin perusahaan.
Lin dan Zaskia memang selalu bertengkar setiap hari. Bisa saja Zaskia menggunakan cara kasar kepada Lin, tapi tentu tidak semudah itu. Karena semua pelayan dikediaman Mao akan patuh kepada pewaris sesungguhkan yakni Lin. Dan mereka hanya memantau selagi Zaskia tidak berbuat yang fatal, maka mereka akan diam saja karena masih menghormati Zaskia sebagai Nyonya rumah dan istri alm Maurits.
Lin sebenarnya bukanlah orang yang mau ditindas. Tapi selama ibu tirinya tidak menggunakan kekerasan maka dia akan baik-baik saja. Cukup sekali Zaskia menampar Lin, dan jika nanti akan terulang maka ia pun akan membalas.
Lamunan Lin terhenti saat dia mendengar bel masuk. Pertanda waktu istirahat telah usai.
Lin memutuskan untuk masuk ke kelasnya. Saat di koridor banyak laki-laki yang seperti biasa selalu menggoda Lin. Bahkan tak sedikit yang sering mengiriminya surat cinta dan beberapa barang lainnya. Memang Lin adalah salah satu gadis popular di sekolahnya. Selain cantik, dia juga pintar dan selalu juara umum. Salah satu sifat Lin yang banyak disukai para lelaki yakni dirinya yang super duper cuek. Lin bahkan tak peduli ada yang hampir mau bunuh diri karena tak kunjung dapat balasan dari cintanya. Mirip bukan wkwk.
Lin sudah terbiasa dengan hal ini, bahkan ada pula yang secara tidak langsung memberikan bunga dan menyatakan perasaannya pada Lin didepan banyak orang. Seperti sekarang ini, tepat seorang pria menghalangi jalannya yang akan ke kelas.
__ADS_1
“ Lin, aku gak peduli diliatin banyak orang dan mungkin kamu akan permalukan aku di depan mereka, tapi sungguh aku sayaang banget sama kamu. Dan aku pengen banget kamu jadi pacar aku. Aku bakal lakuin apa aja supaya kamu mau sama aku dan menerima cinta aku yang tulus ini” kata cowok ganteng yang adalah salah satu cowok popular di sekolah.
Dengan mengulurkan sebuah bunga mawar kea rah Lin sambil berlutut dia menyatakan cintanya.
Lin hanya menatap pria yang ada di depannya saat ini dengan sangat datar. Bahkan saking datarnya, dia terlihat seperti mayat hidup yang kebetulan memiliki paras cantik.
Lin tak berekspresi apapun. Dia hanya diam menatap bunga yang seolah sedang memanggil tangannya untuk menggenggamnya.
“cie, cie. Terima. Terima. Terima” terdengar suara riuh para siswa yang kebetulan di koridor dan beberapa ada yang menyembulkan kepalanya dari jendela kelas untuk melihat adegan ini. Ada juga yang penasaran apakah seorang Viano Gilbert kakak kelas 12 IPA 1 yang terkenal ganteng dan pinter juga kapten basket bakal ditolak juga oleh seorang Lin. Tak sedikit juga yang menjodoh-jodohkan mereka karena tampak serasi dan cocok.
Yaa begitulah namanya juga netizen..
Dan tiba-tiba ….
“ kamu kak Viano kan? Yang terkenal itu “ suara Lin membuat semua orang disitu tampak hening tak ada yang bersuara.
Viano yang mendengarnya dengan cepat mengangkat wajahnya dan menatap Lin sambil menganggukkan kepalanya dengan cepat. Vian tak menyangka kalau dia seterkenal itu sampai-sampai Lin mengakuinya secara tidak langsung. Dan itu membuat hati Vian senangnya buka main.
“i-iya aku Vian Gilbert, anak kelas 12 IPA 1. Aku udah suka sama kamu sejak kamu masuk ke sekolah ini, dan aku mencoba memendamnya. Tapi sekarang aku gak bisa memendam itu, karena aku takut kamu bakal terima cinta salah satu cowok-cowok yang sering nembak kamu. “ jawab Viano dengan sejuju-jujurnya.
“ tadi kamu bilang bakal lakuin apa aja kan buat aku?” Tanya Lin karena sempat dia mendengar itu dari mulut Vian.
__ADS_1
“IYAA! Aku bakal lakuin apapun buat kamu” tegas Vian
“hmm, ok.” Jawab Lin sambil mengambil bunga pemberian Viano dan pergi begitu saja. Membuat semua orang disitu tampak bingung dengan jawaban Lin.