Married With A Geeky Man

Married With A Geeky Man
Bab 9


__ADS_3

Sementara itu pria yang membuat pikiran Lin berkecamuk saat ini tengah berada di kebun. Sesampainya di rumah, Geza memang langsung menuju kebun untuk sekedar membantu ayahnya.


Pak Wasil senang melihat putera angkatnya yang begitu peduli padanya. Bahkan untuk mengangkat beberapa umbi-umbian pun tidak diperbolehkan Geza. Dia tidak ingin melihat ayahnya mengangkat sesuatu yang berat selagi ada dirinya.


Geza mengangkut beberapa hasil panen mereka ke motornya. Setelah itu bergegas pulang ke rumah karena waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore.


**


“bii, apa mama belum pulang juga?” Melina heran ibu tirinya itu belum juga pulang sejak pertengkaran mereka malam itu.


“belum Non” jawab bu Ifa sekadarnya, karena memang dia tidak punya informasi apapun.


Tidak seperti biasanya, apa mungkin dia pergi menenangkan diri? Tapi kan yang harusnya butuh refreshing aku. Batin Melina. Lin mengusap tengkunya dan sedikit memijat disana. Dia lelah dengan kehidupannya sekarang.


“Maaf non, saya ingin menyampaikan hal penting” belum sempat Lin menaiki anak tangga menuju kamarnya, datang seseorang dengan tergesa-gesa menghentikan langkahnya.


“Ada apa pak Riko?” ternyata itu adalah ketua pengawal mereka.


“bisa kita membicarakannya di tempat yang lebih privat Non?”


Lin mengernyitkan dahinya,’ mungkin ini sesuatu yang sangat penting untuk dibicarakan, pikirnya.


“Baiklah. Mari ikut saya” Lin mengajak Riko ke ruang kerja ayahnya.


Tempat ini kini terasa sepi dan sudah jarang digunakan. Hanya sesekali Lin kesini sekedar mengenang alm ayahnya.


“Bagaimana pak?” Tanya Lin setelah dia duduk dikursi kebesaran ayahnya itu.


“Non, sepertinya tuan Michael merencanakan sesuatu yang buruk” ungkap Riko. Dia memang telah mendapat laporan dari anak buahnya yang mengawasi gerak-gerik Michael yang saat ini memimpin perusahaan.


“Apa yang sedang dilakukannya?” selidik Lin, tatapannya tajam ke arah pak Riko, yang juga sebagai kaki tangan Maurits Mao.


Selain menjaga keamanan keluarga Mao, Riko juga mengawasi segala hal yang mungkin akan merugikan majikannya.


“Tuan Michael beberapa kali terlihat mengadakan pertemuan secara rahasia dengan beberapa pemegang saham. Anak perusahaan di Prancis juga tengah bermasalah bahkan hampir collapse, Non. Saya telah menyelidikinya dan itu disebabkan oleh bawahan yang sangat dekat dengan tuan Michael. Mereka melakukan korupsi. Saya juga sudah memberikan beberapa bukti kepada tuan Michael untuk membereskan masalah ini, tapi hingga saat ini tak kunjung dihentikan. Kalau seperti ini, beberapa kolega bisnis tuan Maurits akan hilang satu persatu karena kepercayaan mereka terhadap perusahaan menurun.” Jelas Riko

__ADS_1


Lin mendengarnya dengan seksama.


Jujur saja Lin terkejut dengan hal ini. Tak menyangka pamannya akan bertindak sejauh ini untuk menguasai perusahaan ayahnya.


“Apa mungkin paman berencana ingin membuat anak perusahaan di prancis collapse dan melakukan permainan dengan para pemegang saham”


“Ya, benar Non. Ini salah satu taktik tuan Michael untuk mempengaruhi beberapa pemegang saham. Dia berencana menghancurkan anak peruhaan itu dengan alibi orang kepercayaan tuan Maurits tidak becus dan Tuan Michael nantinya pasti akan membuat perusahaan baru dan mengatasnamakan dirinya sebagai pendiri perusahaan itu. Para pemegang saham tentu akan yakin dengan kemampuannya memimpin perusahaan.”


“Kurang ajar sekali. Padahal dia menggunakannya dengan uang hasil korupsi” Lin benar-benar marah dan kesal pada pamannya itu.


“Benar Non. Tapi tentu tidak akan ada yang mengetahui juga ada orang kepercayaanya yang siap menanggung konsekuensi itu”


Lin semakin pusing menghadapi situasi ini. Dia harus apa? Dirinya belum bisa memegang kendali perusahaan karena memang belum cukup ilmu untuk memimpin perusahaan besar. Tapi jika terus dibiarkan, pamannya akan berhasil mempengaruhi pemegang saham dan sudah dipastikan kehadiran Lin tidak akan berpengaruh apa-apa lagi.


“Aku tidak tahu harus melakukan apa”


Pak Riko menatap anak gadis dari tuan yang sangat dihormatinya itu. Dia juga kasihan dengan gadis kecil ini. Meskipun sikapnya lebih dewasa, tapi pada dasarnya Lin masih seorang gadis sekolah yang tugasnya hanya ‘belajar, bukan memikirkan hal semacam ini.


Pak Riko menghela napas dalam kemudian menatap Lin dengan serius.


“katakan saja dulu, saya akan dengarkan”


“be-begini Non, saya rasa Non harus memiliki seseorang yang pintar mengurus perusahaan mengalahkan tuan Michael” Riko sebenarnya ragu untuk mengatakan idenya ini, tapi sudah terlanjur, mau bagaimana lagi.


“Tapi, tetap saja dia tidak akan bisa mengambil alih perusahaan. Lalu bagaimana bisa menyingkirkan paman?” Lin bingung dengan ide pengawal kepercayaan ayahnya itu. Bukankah sudah jelas hanya Lin yang bisa menggantikan pamannya ketika dia sudah siap.


“Seseorang itu harus terikat dengan Non, dengan begitu dia bisa menggantikan Non sementara dibandingkan harus tuan Michael yang berniat jahat”


“Maksud kamu terikat bagaimana?” Lin semakin bingung


“Ma-maaf kalau saya lancang Non. Saya hanya memberikan ide, selebihnya Non yang akan memutuskan” Lin menghela napas.


“hah, baiklah. Katakanlah.”


“Non bisa mencari seseorang yang tepat untuk dijadikan su-suami, Non. Tentu dia juga harus bisa dipercaya,, dengan begitu posisinya akan seimbang dengan tuan Michael.” Akhirnya kalimat itu terucap juga dari mulutnya.

__ADS_1


“Apa?? Su-suami?” dia tidak habis pikir kenapa harus ide seperti itu. Lin bahkan belum selesai sekolah.


“bagaimana bisa suami pak Riko? Aku bahkan masih sekolah”


“Itu bisa diatur Non.. saya tentu sudah memikirkannya” jawab Riko dengan mantap. Dia rasa hanya ini jalan satu-satunya yang bisa mereka lakukan. Melihat Michael adalah pria nekat, bisa saja setelah meruntuhkan anak perusahaan dan mendapat kepercayaan para pemegang saham, Michael akan menyingkirkan Melina. Cukup mudah ditebak karena otomatis ahli waris yang tersisa dari keluarga Mao adalah Michael seorang.



Lin memikirkan kembali ucapan pak Riko, setelah pria itu pergi meninggalkannya seorang diri di ruang kerja Maurits. Jika Lin sudah menemukan orang yang tepat, maka mereka akan otomatis dinikahkan. Tapi pernikahan mereka tentu akan dirahasiakan sampai Lin lulus sekolah. Yang pasti saat itu terjadi, Lin memiliki wali yang sah yakni suaminya sendiri, dan dia akan melanjutkan kuliah bersamaan suaminya akan mengambil alih perusahaan. Begitulah rencana Riko yang didengarnya tadi.


Apa semudah itu mencari suami.. gumam Melina. Bahkan memikirkan pacar saja Lin tidak pernah, bagaimana bisa dia disuruh mencari suami.


Tak sengaja pandangannya beralih ke sebuah buku yang akhir-akhir ini dibacanya, Lin jadi teringat seseorang. Sebuah ide konyol tiba-tiba muncul di benaknya.


***


“HEI! Kalau jalan itu pake mata dong”


“Kau yang salah tidak melihatku juga”


“Kau… ahh ngeselin jadi kotor kan” wanita itu kemudian melangkah pergi


`


“sayang ayolah makan, aku tidak suka kau diam seperti ini terus” bujuk seorang pria kepada sang pacar


“tapi aku gak suka kamu kayak gitu lagi” rengek wanitanya


“ iya, iya aku gak akan ulangin lagi, ok” sambil menyuapi sang kekasih makanan yang tadi dipesannya. Mereka nampak akur kembali saat tadi memulai drama saat menginjakkan kaki di kantin.


********************************************


********************************************


Mohon komen dan like kalau suka sama ceritanya🤗

__ADS_1


__ADS_2