Masa Remaja

Masa Remaja
Episode 40


__ADS_3

...Cinta Ke Dua...


"Bu, Mie goreng pake telor satu!" Ujar Rian sambil mesen makanan


"Hadeuh, yang kemaren aja belum di bayar, sekarang mau mesen lagi!" Ujar Bu kantini


"Aduh Bu nanti juga saja bayar jangan kencang-kencang dong ngomongnya saya jadi malu nih!" Ujar Rian sembari berbisik ke Bu kantini


"Firasat gue ada yang lain!" Ujar Arya dalam hati


"Ya Lo yang mesen dah ya!" Jawab Rian


"Tapi sekalian Lo yang bayarin!" Ujarnya sembari memohon pada Arya


"Ia, ia ntar gue traktir, udah muka Lo jangan Lo manis-manisin udah kayak artis Korea aja Lo" ungkapnya


"Hehe, emang gue artis Korea dari lahir" jawab Rian sembari tersenyum


Kemudian, Rian gak sengaja numpahin minuman es jeruk milik Ara, alhasil mereka ribut. Tapi ditengah-tengah pertikaian itu malah memunculkan benih-benih cinta di antara mereka berdua.


***


Pernah gak sih kamu suka sama seseorang tapi hanya sebatas rasa dan gak pernah bisa mengungkapkannya, mungkin ajah kamu takut tapi sebenarnya juga malu jika harus berhadapan langsung sama orang yang kamu sukai jadinya kamu cuma berusaha buat nutupin perasaan kamu dan sekedar diam dan canggung atau awkward jika berhadapan sama orang yang kamu sukai alhasil kamu jadi terlihat seperti orang absurd dan aneh diharapkannya. Aku adalah puisi bersyair harapan, bersajak rindu, serta berbaiat kenangan dan masa lalu, mencoba melupa namun tak kuasa, hanya dapat menggenggam kenangan dan masa lalu dalam harapan rindu yang ingin ku ubah menjadi kenyataan. Namun aku sadar masa lalu tetaplah sebuah masa lalu, tak perlulah berharap banyak padanya jikapun nantinya dia kembali datang kisahnya jelas sudah tak sama. Lantas kenapa hati ini tak ingin berhenti berharap, padahal ia sendiri tahu bahwa masa lalu telah meninggalkannya. Dan yang meninggalkan semestinya tak untuk dikejar bukan?.


Bukan kisah Romeo dan Juliet yang kisahnya apik tertulis dan juga di filmkan, bukan pula tentang Rama dan Shinta yang termasyhur. Bukan orang kaya, cuma orang biasa, bukan penulis tapi hanya seseorang yang ingin meluapkan setiap perasaan lewat bait kata-kata dan juga goresan tinta yang tertulis bersama hati dan juga perasaan.


Bait semusim yang tertulis manis tentang kisah kasih aku bersamanya yang duduk di pelataran cinta bersama dengan hati ku yang selalu terngiang-ngiang akan bisikan cintanya yang begitu merdu, tanpa batas waktu yang terungkap tapi tak mampu ku ucap. Aku hanya seseorang yang memujanya di balik kejauhan, aku hanya hanya seseorang yang berusaha keras untuk tetap setia bersamanya meski aku hanya berada di balik kejauhan, jangan tanyakan perasaan ku jika kau tak bisa beralih dari masa lalu yang menghantuimu karena ini sungguh tidak adil.


Gemercik suara hujan yang deras dari tetesan air hingga terdengar kencang, gak cukup satu tapi ribuan genangan air itu menyapu bahuku dan membasahiku, aku hanya terdiam sembari membiarkan setiap genangan air hujan dan juga riuh suara angin berhembus kencang di wajahku. Aku bukan siapa-siapa, aku bukan sang sutradara yang menciptakan perjalanan hidupku yang terdokumentasikan menjadi sebuah film. Meski dalam keramaian aku masih tetap sendiri dan merasa kesepian, seperti hanya ada seekor kunang-kunang yang menemani di kesunyian. Aku hanya aku dan bukan dia, biar ku simpan rasa ini di kejauhan karena mungkin kau bukan untukku dan mungkin pula rasa ini suatu saat akan hilang dengan sendirinya.

__ADS_1


Bukan seseorang yang pandai merangkai kata, bukan pula seorang cenayang yang mampu mengungkapkan kata-kata, bukan pula sang pendahulu yang mampu mengucapkan kata, dan bukan pula sang pelukis yang mampu menggambar kata-kata. Setiap asa melukiskan kata, setiap hal memberikan informasi tentang perjalanan hidup dan setiap waktu akan menggoreskan tinta tentang arti kebahagiaan dan juga kesedihan. Gue cuma orang biasa bukan seorang protagonis yang layak di sanjung dan juga bukan sosok antagonis yang layak buat di bully, bukan juga seorang figuran yang cuma numpang lewat, gue bukan cewek gaul yang sok gaul dan juga bukan cewek keren yang sok keren, gue gak seromantis Nicolas Saputra dan juga gak secantik Dian Sastro Wardoyo, btw ini bukan kisah antara Rangga dan Cinta.


Entah kenapa gue jadi sosok yang puitis padahal gue bukan sosok cewek yang humoris atau romantis, dan juga bukan sosok cewek yang gaul bak mie gaul, bahkan juga bukan artis yang sok artis, jangankan buat bersikap sok akrab wajah gue yang pendiam justru mungkin dianggap orang kurang ramah dan tak pandai bergaul, padahal gue sebenernya gak ngerti apa-apa. Kenapa ya akhir-akhir ini gue sering banget nulis di buku harian gue sampai suatu ketika gue sadar buku harian gue udah penuh sama curhatan gue, yang intinya panjang di kali lebar sama dengan entah sejak kapan gue jadi sosok yang romantis bak pesinetron papan atas padahal aslinya gue orang biasa dan tak terkenal. Mungkin bukan seorang gue namanya kalau gak punya rasa, sebab setiap rasa akan membawa kita kepada suasa cinta, ataupun persahabatan kayak cerita yang gue tulis di sini. Entahlah Lo mau baca atau enggak seterah Lo ya istilahnya bodo amatlah, karena dari dulu gue orangnya gak suka banyak omong tapi sekalinya ngomong banyak banget.


"Ngapain sih Lo udah jelas-jelas Lo numpahin minuman itu ke gue" ujar Ara


"Sorry gue gak sengaja!" Ujar Rian yang kalang-kabut ketika dia menumpahkan es jeruk milik Ara


"Tenang-tenang entar gue gantiin!" Ujar Rian yang kemudian membantu membersihkan tumpahan air es dan dia gak sengaja menyenggol betis Ara dan kemudian dia di tampar sama Ara


"Apaan sih Lo" GEPLAKkkkkjkj!!! Suara tamparan Ara yang nyaring terdengar hingga ke seisi sekolah


SMAN 1 Bandung bukan hanya SMA yang paling terkenal dengan siswa-siswinya yang sangat rajin dan juga pandai tetapi juga banyak dari mereka yang merupakan kalangan jet set atau anak orang kaya meski begitu di sekolah mereka tidak di bedakan antara yang satu dengan yang lainnya.


"Jadi kamu belum ngerjain PR juga gimana sih?" Ujar Bu Guru sembari memarahi Rian dan juga Arya dan akhirnya mereka di suruh berdiri di depan kelas, tapi bukan hanya Rian tapi Ara juga di hukum karena belum mengerjakan PR


Ajari aku tentang cinta, ajari aku tentang rasa sayang walaupun aku sadari bahwa aku bukanlah untuk mu tapi siapakah kau untuk jatuh cinta lagi dengan diriku. Dalam mimpi aku bertemu sosok laki-laki tampan berkuda putih yang datang menghampiri aku dengan penuh cinta dan kasih sayang aku menghampiri dirinya dan kemudian tiba-tiba ia menghilang bak di telan bumi, entah kemana sosok laki-laki tampan itu, saat aku sadar tiba-tiba aku malah jatuh dari kasurku. Dan aku mendengar suara jam weker yang berbunyi dengan keras dan menunjukkan pukul enam lewat dua puluh tanda bahwa aku telat bangun pagi.


"Ya ampun udah jam berapa nih!" Tegas ku sembari melihat jam weker di dekat laci kamarku


"Ternyata udah jam enam lewat dua puluh, mampus aku telat bangun" ujar ku sembari terburu-buru


Kemudian aku mandi cepat-cepat, dan aku menggunakan jurus andalan ku yaitu jurus gak sikat gigi tapi mandi dan juga jurus dandan dan pakai minyak wangi kebut-kebutan.


"Walaupun gak sempet sikat gigi yang penting aku cantik dengan parfum ku" ujar ku


"Hahhhh.. harum!" Ujarku menghembuskan nafasku


Kemudian aku beranjak ke lantai bawah untuk jalan menuju sekolahku.

__ADS_1


"Eh Raisa kamu gak sarapan dulu!" Ujar ibuku


"Nanti aja di sekolah!" Ujar ku sembari lari terburu-buru


"Hmm, anak itu" ujar ayahku yang sedang sarapan


Jarak terkadang membuatnya menjadi asing, membuat seseorang tak percaya akan kekuatan cinta. Silangit yang sama kamu berada, namun belum kamu temukan satu sosok pilihan-Nya.


Bagiku hidup hanya selalu hitam dan putih, kebahagiaan akan selalu berbanding lurus dengan kesedihan. Kita hanya menunggu waktunya bergiliran bukan?


Begitupun dengan kesunyian.


Hari ini terasa ramai, mungkin esok kita akan berdialog lagi dengan kesendirian.


Meski dalam keramaian aku masih merasa kesepian, entah kenapa sunyi sepi ku rasa tanpa seseorang yang bisa menemani ku di kesendirian ini, tak terasa sudah semakin jauh aku berjalan sendiri. Egois ku rasa bila aku mengeluh saja tanpa mau berusaha, entah kenapa goresan pena ku sampai pada titik kosong dimana tinta hitam yang ku tulis diatas kertas putih ternyata telah habis, setiap yang ku tulis sesuai dengan perjalanan hidup dimana hati menangis menjerit menceritakan setiap perjalanan hati yang lirih, meski sang waktu berbicara dengan nada yang lirih sambil di temani sang piano yang terus berbunyi dengan merdunya seperti melodi sendu yang menohok hati. Jarum jam terus berdetak kencang ke arah sumbu yang tak terbatas dengan penuh ke haluan aku terus bertanya kepada diriku sendiri, hari ini apakah akan lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya atau malah akan memberikan aku kesibukan uang sebenarnya membawaku pada rasa takut untuk memulai perubahan.


"Hmm... Andai saja ibu masih ada" ujarku sambil mengelus dada ku


Kembali nada berirama dengan merdu sayup terdengar gemericik hujan yang turun tetes demi tetes, aku baru teringat ini awal bulan November di mana setiap akhir tahun pasti musim penghujan, aku sampai lupa membawa payung padahal kereta sudah hampir tiba di stasiun.


"Bagaimana ini nanti aku kehujanan dan basah kuyup" ucap ku dalam hati


Sembari menunggu kereta tiba di stasiun, nampak ku lihat teman sekelas ku Raisa.


"Sepertinya aku mengenal gadis itu?" Ujarku dalam hati


"Bukan kah itu Raisa?" Ungkapku


Ehmm.

__ADS_1


***


__ADS_2