Masa Remaja

Masa Remaja
Episode 42


__ADS_3

...Sahabat Sejati...


Cinta itu gak bisa diungkapkan dengan kata-kata, saat kamu mulai mencintai mungkin kamu akan berusaha buat menjaga rasa itu meski kamu sadar, bahwa rasa sayang kamu buatnya mungkin tiba-tiba berubah.


"Eh kamu mau kemana?" Tanyanya lagi


"A...anu...a" jawabku gemetar


"Anu?" Tanya Raisa


"Apaan sih, gak jelas" ujar Raisa kebingungan


"Eh sob Lo ngapain aje" ujar Rian sembari menepuk pundak Arya dan tiba-tiba Arya kaget dan hampir saja pipis di celana


"Rian kamu ngagetin Arya ajah!" Jawab Raisa


Dan kemudian si Arya malah lari terbirit-birit.


"Lah dia kenapa?" Tanya Rian


***


Teori konspirasi bermula saat rembulan bertemu dengan malam, kemudian mereka menyapa dibalik kejauhan sembari menunggu sang fajar datang meski sebenarnya waktu fajar menyingsing itu sangat lama dan juga menyita waktu, kemudian rembulan terpaksa untuk menunggu datangnya matahari namun ketika fajar menyingsing, rembulan redup dan tak mampu menyapa matahari. Kisahnya hampir sama kayak kamu dan aku yang gak mungkin bisa bertemu karna banyaknya halangan dan juga rintangan, ditambah dengan kalkulasi waktu dimana fakta menyatakan bahwa rembulan dan matahari itu berbeda, matahari hanya ada saat pagi dan juga siang sedankan rembulan hanya ada dimalam hari. Sama kayak aku dan kamu yang gak mungkin bersatu karena kamu ya kamu sedangkan aku hanya seseorang yang menunggu di balik kejauhan sambil berkata "sudahlah, kamu mungkin sudah dengan yang lain" aku cuma bisa apa? Aku cuma seseorang yang membungkukkan badanku sambil bertahan dan gak sanggup buat berdiri kembali meski aku terjatuh.


Hanya diam yang merawat asa, dan hanya pelik yang melawan kerinduan karena hati ini mungkin bukan milik kamu dan aku juga bukan seseorang yang pantas buat kamu, terimakasih sudah kasih kenangan terindah meski kita cuma dua orang yang gak suka saling menyapa. Alam terkadang menyapaku dengan sapuan musim yang dibalut dengan langit yang tersenyum manis kepadaku, bak melodi musim semi terkadang ia merayuku dengan alunan melodi dan nada yang terlukis dengan merdu. Namun aku tak sadar, aku hanya bergeming tak sadarkan diri, renungku sambil mengelus dada "semoga aku dapat melihat mentari esok pagi" kemudian saat aku terbangun diantara sepi dengan pikiranku yang melayang aku selalu mengutuk diriku karena aku tak mampu mengubah alur perjalanan hidupku.


Aku barusadar bahwa cinta itu terkadang menyiksamu, dengan rayuan manja ia datang kemudian ia pergi kembali seperti kupu-kupu yang merayu sebuah bunga kemudian ia memetik sebuah kenangan dibalik keindahan. Aku bersyukur meski begitu aku juga tak semudah itu merangkai kata, aku terbiasa berpura-pura tersenyum meski sebenarnya aku membohongi diriku dengan sejuta ada yang ku coba untuk ku hindari. Dibalik kejauhan aku memilih untuk tetap setia sendiri dengan mencoba mengubur setiap kenangan yang pernah aku alami dalam-dalam, meski aku bukanlah seseorang yang sekuat itu untuk bisa tetap berdiri bertahan. Dalam keheningan malam aku berbisik dan berkisah kepada rembulan "sepi, aku tak ingin sendiri. Setiap permasalahan terjadi dan menghampiri aku terus-menerus seperti sebuah metamorfosis yang sempurna, padahal khayalku tak sejalan dengan kenyataan" dalam hati aku hanya bisa mengutuk diriku sendiri meski aku sadar aku cuma orang bodoh yang penakut dan juga selalu menghindar.


"Apa bedanya aku dengan sebuah rintik hujan, ia datang dengan tetesan kemudian pergi menggenangi dengan sebuah sapaan yang tak lain dan tak bukan hanya menyisakan luka"


Kamu begitu berarti dan istimewa dihati selamanya rasa ini, tak mungkin terganti. Aku hanya terdiam diam seribu bahasa, namun kamu datang dan pergi menyisakan luka di dada. "Jangan hanya terdiam dan bersikap seolah hanya kamu yang tersakiti aku juga"


Aku memang bukan sosok wanita yang mudah menyimpan perasaan sekalinya aku punya perasaan akan aku anggap itu hanya sebuah hal yang gak penting apalagi dengan yang namanya cinta.

__ADS_1


"Fany, btw kamu punya nomor Arya gak?" Tanya Raisa


"Aku gak punya kamu tanya aja langsung ke Aryanya!" Ujar Fanya


"Lagian nomor telepon Arya buat apa?" Tanyanya


"Enggak cuma buat nakut-nakutin tikus dirumah ajah" jawabku konyol


"Kamu ada-ada ajah" ujarnya


Saat itu kelas sepi dan cuma ada aku dan juga Fanya sementara Ara belum datang.


"Eh Rian kamu gak bareng sama Arya?" Tanya Fanya


"Enggak, emangnya kenapa?" Jawabnya


"Aku kira kamu bareng sama dia!" Ujarku


Aku seorang sekretaris di kelas sedangkan ketua kelasnya Arya dan bendaharanya Fanya, terkadang di kelas jadi repot sendiri kalau gak ada dia.


"Kamu egois Ra!" Ujar Rian


"Udah jauhin gue" ungkap Ara sambil melepaskan tangan Rian


Suatu perjalanan hidup saat kamu mencoba melupakan setiap masa lalu yang udah terjadi tapi yang kamu alami adalah saat kamu melihat sosok orang yang ada di depan mata kamu ternyata tak lain dan tak bukan adalah sosok orang yang berbeda dari yang kamu kenal.


Aku bukan pilihan, tapi aku juga tak sanggup untuk memilih. Rasanya ini tak adil bagiku, namun juga melewati setiap batas dalam hidupku. Aku yang berusaha untuk melupakan setiap hal yang ada dalam hidupku, aku yang hanya bisa mencoba untuk melupakan setiap masalah dalam hidupku.


Entah kenapa lambat lain waktu berganti, sang detik juga berbicara pada waktu, hati tak mampu tuk dipisahkan namun kita juga tak mampu tuk memilih.


" It’s all about falling in love with yourself and sharing that love with someone who appreciates you, rather than looking for love to compensate for a self love deficit.” — Eartha Kitt. 


(Itu semua tentang jatuh cinta pada diri sendiri dan berbagi cinta dengan seseorang yang menghargaimu, daripada mencari cinta untuk mengimbangi kekurangan cinta terhadap diri.)

__ADS_1


Pernah dengar gak kisah Rangga dan juga Cinta, kenapa ya ini kayak kisah cinta kita. Kenapa ya kamu kayak menguji aku padahal aku sendiri berusaha buat ngelupain kamu, didal hati aku bernyanyi berharap suatu saat kamu bisa melihat ku kembali. Aku bertahan tapi aku juga tidak tahu harus bagaimana, dalam hidup aku hanya bisa berusaha dan berdoa meski terkadang harapan tidak sejalan dengan kenyataan.


"Kenapa si Ra Lo jauhin gue?" Ucap Rian


Tiba-tiba Raisa muncul di tengah-tengah kita.


Kemudahan Rian melepaskan tangannya dariku, begitu pula dengan aku yang kaget.


"Kalian?" Ujar Raisa


"Raisa, ada apa?" Tanya Ara tenang


"Sepertinya Ara dan Rian menutup-nutupi sesuatu, tapi apa ya?" Ungkap Raisa


Aku gak bisa berfikir dan aku terlalu puitis buat berkata-kata.


"Jangan berujar, jika kamu tak mau berfikir!" Ujar Ara sembari meninggalkan Rian dan kemudian mengajak Raisa pergi


"Apaan si Ra?" Ujar Raisa


"Udah ikut gue ajah!" Ujar Ara sambil memegang tangan Raisa


"Hei, kalian berdua mau kemana? Kok ninggalin gue begitu aja sih!" Ujar Rian


"Tau ah" Jawab Ara


"Kenapa ya? Apa mungkin karena gue terlalu mengekang dia" ungkap Rian


Dia mencengkeram tangan ku dengan erat tanpa melepaskan genggaman tangannya begitu kokoh dada bidangnya sampai aku gemetar dan tak berani melihat wajahnya, bahkan untuk berbicara saja aku tak mampu. Sampai aku menahan Hela nafasku dan kemudian jantung ku berdeyup dengan kencang, aku seperti berada di sebuah rollercoaster yang sangat tinggi dan menakutkan. Dia cuma melihat ke arah ku sambil terus menggenggam tangan ku, jari jemari ku pun tak gentar untuk melawan kerasnya genggaman tangannya.


Dia seperti bukan dia, nampak bukan seperti orang yang aku kenal, dia memang baik dan perhatian padaku tetapi dia memang terlalu berlebih-lebihan.


"Kenapa kamu ngeliatin aku?" Ujar Raisa

__ADS_1


Dia hanya diam seribu bahasa, tapi tidak berbicara sama sekali padahal aku sudah bilang, sambil aku melepaskan genggaman tangannya yang erat tetapi dia sama sekali tidak mau melepaskan tangannya dari diriku.


***


__ADS_2