
...Bimbang...
Suatu perjalanan hidup saat kamu mencoba melupakan setiap masa lalu yang udah terjadi tapi yang kamu alami adalah saat kamu melihat sosok orang yang ada di depan mata kamu ternyata tak lain dan tak bukan adalah sosok orang yang berbeda dari yang kamu kenal.
Aku bukan pilihan, tapi aku juga tak sanggup untuk memilih. Rasanya ini tak adil bagiku, namun juga melewati setiap batas dalam hidupku. Aku yang berusaha untuk melupakan setiap hal yang ada dalam hidupku, aku yang hanya bisa mencoba untuk melupakan setiap masalah dalam hidupku.
***
Bukan kisah Romeo dan Juliet yang kisahnya apik tertulis dan juga di filmkan, bukan pula tentang Rama dan Shinta yang termasyhur. Bukan orang kaya, cuma orang biasa, bukan penulis tapi hanya seseorang yang ingin meluapkan setiap perasaan lewat bait kata-kata dan juga goresan tinta yang ku tuangkan bersama hati dan juga perasaan.
Bait semusim yang tertulis manis tentang kisah kasih aku bersamanya yang duduk di pelataran cinta bersama dengan hati ku yang selalu terngiang-ngiang akan bisikan cintanya yang begitu merdu, tanpa batas waktu yang terungkap tapi tak mampu ku ucap. Aku hanya seseorang yang memujanya di balik kejauhan, aku hanya hanya seseorang yang berusaha keras untuk tetap setia bersamanya meski aku hanya berada di balik kejauhan, jangan tanyakan perasaan ku jika kau tak bisa beralih dari masa lalu yang menghantuimu karena ini sungguh tidak adil.
Gemercik suara hujan yang deras dari tetesan air hingga terdengar kencang, gak cukup satu tapi ribuan genangan air itu menyapu bahuku dan membasahiku, aku hanya terdiam sembari membiarkan setiap genangan air hujan dan juga riuh suara angin berhembus kencang di wajahku. Aku bukan siapa-siapa, aku bukan sang sutradara yang menciptakan perjalanan hidupku yang terdokumentasikan menjadi sebuah film. Meski dalam keramaian aku masih tetap sendiri dan merasa kesepian, seperti hanya ada seekor kunang-kunang yang menemani di kesunyian. Aku hanya aku dan bukan dia, biar ku simpan rasa ini di kejauhan karena mungkin kau bukan untukku dan mungkin pula rasa ini suatu saat akan hilang dengan sendirinya.
Aku, Ara dan Fanya. Kita bertiga kayak best friend forever dimana-mana selalu bersama-sama, persahabatan itu terasa sulit ada jalan panjang uang harus dihadapi. Kisah panjang cerita kita yang berbeda dan masing-masing hidup dari keluarga yang berbaground berbeda, ada yang dari kalangan orang kaya ada pula yang dari kalangan keluarga sederhana. Enggak ada kata untuk bisa berhenti saling menyayangi satu sama lain, rasanya kayak sudah saling mengenal satu sama lain. Kita dipertemukan di tempat ini entah apa Tuhan juga akan memisahkan kita, karena jikalau ada pertemuan pasti juga ada perpisahan.
"Hai!" Ujarku sambil mendekati Raisa
"Hai juga" jawabnya sambil menundukkan kepalanya
"Kamu kenapa?" Tanyaku
__ADS_1
"Hmm, enggak apa-apa" jawabnya
Dari awal aku mengenal Raisa dia memang sosok gadis yang manis dan juga lugu serta polos, dia baik hati tetapi memang sifatnya agak pemalu. Itu dia yang menyebabkan aku merasa sangat suka berteman dengannya, dia mudah didekati tetapi jika kita berbuat kesalahan padanya maka dia akan perlahan-lahan menjauhi kita.
"Boleh aku kenalan" ujarku sembari mengulurkan tanganku
"I...ia boleh" ungkapnya sembari mengulurkan tangannya
"Aku Keiziara Cynthia Bella panggil aku Ara" ujarku sambil tersenyum
" Aku Bianca Raisa Andriana panggil aja Raisa" jawabnya sembari membalas senyumanku
Aku teringat tentang dirinya yang mengajakku untuk mendekat, namun lambat lain dia menjauh, apakah aku terlalu egois jika aku hanya mengharapkan dirinya saja sementara cintanya bukan untuk diriku. Aku selalu memandang wajahnya di kejauhan, aku memang tak terlalu mengingat semua masa-masa itu tetapi saat dia menyatakan itu rasanya aku keluh dan bergetar namun aku sadar dia bukan siapa-siapa bagiku. Andai saja dia tahu meski dalam kejauhan aku akan selalu tetap menjaganya dalam kesendirian dan juga kesedihannya. Tetapi bila dia mengingatku maka dia akan menjadi kembali ke sosoknya yang dahulu namun sementara itu aku merasa tak terlalu suka dengan sifatnya yang dahulu.
Bagiku hidup hanya selalu hitam dan putih, kebahagiaan akan selalu berbanding lurus dengan kesedihan. Kita hanya menunggu waktunya bergiliran bukan?
Begitupun dengan kesunyian.
Hari ini terasa ramai, mungkin esok kita akan berdialog lagi dengan kesendirian.
Meski dalam keramaian aku masih merasa kesepian, entah kenapa sunyi sepi ku rasa tanpa seseorang yang bisa menemani ku di kesendirian ini, tak terasa sudah semakin jauh aku berjalan sendiri. Egois ku rasa bila aku mengeluh saja tanpa mau berusaha, entah kenapa goresan pena ku sampai pada titik kosong dimana tinta hitam yang ku tulis diatas kertas putih ternyata telah habis, setiap yang ku tulis sesuai dengan perjalanan hidup dimana hati menangis menjerit menceritakan setiap perjalanan hati yang lirih, meski sang waktu berbicara dengan nada yang lirih sambil di temani sang piano yang terus berbunyi dengan merdunya seperti melodi sendu yang menohok hati. Jarum jam terus berdetak kencang ke arah sumbu yang tak terbatas dengan penuh ke haluan aku terus bertanya kepada diriku sendiri, hari ini apakah akan lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya atau malah akan memberikan aku kesibukan uang sebenarnya membawaku pada rasa takut untuk memulai perubahan.
__ADS_1
Aku hanya berhenti sesaat, tetapi bukan berarti aku mengutuki diriku atas setiap kesalahan yang pernah terjadi kepada ku.
"Kenapa Fanya dan Rian terlihat dekat ya?" Tanyaku dalam benakku
"Ra kamu mau kemana?" Tanya Fanya sembari memegang tangan ku
"Minggir ah, aku mau lewat!" Jawabku sembari pergi
Saat itu aku melihat Rian dan Fanya sedang berduaan di kelas, kemudian entah kenapa hatiku merasa sakit, dan tiba-tiba...
"Ian udah dong sini inikan buku aku!" Ujar Fanya sembari berlari-lari mengejar Rian yang mengambil buku tulisnya
"Enggak ah!" Jawab Rian sembari berlari-lari di dalam kelas
Saat itu kelas tidak terlalu ramai dan guru juga belum datang.
"Udah dong kamu ngerjain aku mulu dari tadi!" Ujar Fanya
"Apa-apaan sih?" Tanyaku dalam benakku
Suatu perjalanan hidup saat kamu mencoba melupakan setiap masa lalu yang udah terjadi tapi yang kamu alami adalah saat kamu melihat sosok orang yang ada di depan mata kamu ternyata tak lain dan tak bukan adalah sosok orang yang berbeda dari yang kamu kenal.
__ADS_1
Aku bukan pilihan, tapi aku juga tak sanggup untuk memilih. Rasanya ini tak adil bagiku, namun juga melewati setiap batas dalam hidupku. Aku yang berusaha untuk melupakan setiap hal yang ada dalam hidupku, aku yang hanya bisa mencoba untuk melupakan setiap masalah dalam hidupku.
***