Masa Remaja

Masa Remaja
Episode 52


__ADS_3

...Kabar Baik...


"Udah lama gak ketemu kamu udah gede aja Sa!" Ujarnya


"Kamu juga tambah tinggi!" Jawabnya


"Aku sampai gak nyampe" ungkapnya lirih


Cahaya matahari menghampiriku dengan tersenyum lebar aku melangkah.


"Eh kamu mau kemana?" Tanya mamaku


"Mau jalan sekolah ma?" Ujar Arya polos


"Kamu mau jalan sekolah masa gak sarapan dulu sih?" Jawab mamaku


"Lama mah nanti gak keburu!" Ujarnya


"Ywdh nih bawa bekal saja!" Ungkap mamaku


"Enggak ah udah kayak anak TK aja, malu aku ma!" Jawab Arya

__ADS_1


"Ywdh bareng papa ajah!" Ujar papaku


"Enggak ah papa kan gak searah dengan ku!" Ujar Arya


***


Teori konspirasi bermula saat rembulan bertemu dengan malam, kemudian mereka menyapa dibalik kejauhan sembari menunggu sang fajar datang meski sebenarnya waktu fajar menyingsing itu sangat lama dan juga menyita waktu, kemudian rembulan terpaksa untuk menunggu datangnya matahari namun ketika fajar menyingsing, rembulan redup dan tak mampu menyapa matahari. Kisahnya hampir sama kayak kamu dan aku yang gak mungkin bisa bertemu karna banyaknya halangan dan juga rintangan, ditambah dengan kalkulasi waktu dimana fakta menyatakan bahwa rembulan dan matahari itu berbeda, matahari hanya ada saat pagi dan juga siang sedankan rembulan hanya ada dimalam hari. Sama kayak aku dan kamu yang gak mungkin bersatu karena kamu ya kamu sedangkan aku hanya seseorang yang menunggu di balik kejauhan sambil berkata "sudahlah, kamu mungkin sudah dengan yang lain" aku cuma bisa apa? Aku cuma seseorang yang membungkukkan badanku sambil bertahan dan gak sanggup buat berdiri kembali meski aku terjatuh.


Hanya diam yang merawat asa, dan hanya pelik yang melawan kerinduan karena hati ini mungkin bukan milik kamu dan aku juga bukan seseorang yang pantas buat kamu, terimakasih sudah kasih kenangan terindah meski kita cuma dua orang yang gak suka saling menyapa. Alam terkadang menyapaku dengan sapuan musim yang dibalut dengan langit yang tersenyum manis kepadaku, bak melodi musim semi terkadang ia merayuku dengan alunan melodi dan nada yang terlukis dengan merdu. Namun aku tak sadar, aku hanya bergeming tak sadarkan diri, renungku sambil mengelus dada "semoga aku dapat melihat mentari esok pagi" kemudian saat aku terbangun diantara sepi dengan pikiranku yang melayang aku selalu mengutuk diriku karena aku tak mampu mengubah alur perjalanan hidupku.


Aku barusadar bahwa cinta itu terkadang menyiksamu, dengan rayuan manja ia datang kemudian ia pergi kembali seperti kupu-kupu yang merayu sebuah bunga kemudian ia memetik sebuah kenangan dibalik keindahan. Aku bersyukur meski begitu aku juga tak semudah itu merangkai kata, aku terbiasa berpura-pura tersenyum meski sebenarnya aku membohongi diriku dengan sejuta ada yang ku coba untuk ku hindari. Dibalik kejauhan aku memilih untuk tetap setia sendiri dengan mencoba mengubur setiap kenangan yang pernah aku alami dalam-dalam, meski aku bukanlah seseorang yang sekuat itu untuk bisa tetap berdiri bertahan. Dalam keheningan malam aku berbisik dan berkisah kepada rembulan "sepi, aku tak ingin sendiri. Setiap permasalahan terjadi dan menghampiri aku terus-menerus seperti sebuah metamorfosis yang sempurna, padahal khayalku tak sejalan dengan kenyataan" dalam hati aku hanya bisa mengutuk diriku sendiri meski aku sadar aku cuma orang bodoh yang penakut dan juga selalu menghindar.


"Apa bedanya aku dengan sebuah rintik hujan, ia datang dengan tetesan kemudian pergi menggenangi dengan sebuah sapaan yang tak lain dan tak bukan hanya menyisakan luka"


"Owh iya itu kan cowok yang waktu itu di taman kan?" Tanya Ara dalam benaknya sembari mengingat kembali peristiwa waktu lalu


"Kamu kenapa Ra?" Tanya Raisa


"Hmm, gak kenapa-napa" jawabnya dengan nada lirih


"Seperti ada yang di tutup-tutupi Ara?" Tanya Raisa dalam benaknya

__ADS_1


Sebenarnya aku dilema, jika aku menceritakan kejadian itu maka teman-teman ku akan tahu kalau aku memang sedang dekat dengan Rian dan sementara itu Rian sosok cowok yang populer di sekolah jika aku ketahuan dekat dengan dia maka nanti teman-teman sekolah ku nanti ngecengin aku lagi.


"Kalian berdua kenapa diem aja dari tadi?" Tanya Fanya mengalihkan pembicaraan kami yang di dalam benak


"Eh, engg..." Ara dan Raisa yang tiba-tiba berbicara bersamaan


"Lah kok jadi .." ujar Fanya kebingungan


Jalannya panjang tapi bukan berarti seperti jalan tol yang bebas hambatan, semuanya seperti penuh dengan hayalan yang membuatku terlena mungkin memang karena sejak awal aku belum pernah sadar akan perasaan ku padanya yang selama ini hanya aku simpan di dalam hatiku, meski dalam kejauhan aku hanya sebagai seorang tokoh fikugaran yang hanya lewat saja atau mungkin sekedar sebagai pengalih alur cerita atau skenario drama. Padahal sketsa yang telah di buat oleh sutradara jelas-jelas lambat laun membawaku ke tokoh utamanya.


Jarak terkadang membuatnya menjadi asing, membuat seseorang tak percaya akan kekuatan cinta. Silangit yang sama kamu berada, namun belum kamu temukan satu sosok pilihan-Nya.


Bagiku hidup hanya selalu hitam dan putih, kebahagiaan akan selalu berbanding lurus dengan kesedihan. Kita hanya menunggu waktunya bergiliran bukan?


Begitupun dengan kesunyian.


Hari ini terasa ramai, mungkin esok kita akan berdialog lagi dengan kesendirian.


Meski dalam keramaian aku masih merasa kesepian, entah kenapa sunyi sepi ku rasa tanpa seseorang yang bisa menemani ku di kesendirian ini, tak terasa sudah semakin jauh aku berjalan sendiri. Egois ku rasa bila aku mengeluh saja tanpa mau berusaha, entah kenapa goresan pena ku sampai pada titik kosong dimana tinta hitam yang ku tulis diatas kertas putih ternyata telah habis, setiap yang ku tulis sesuai dengan perjalanan hidup dimana hati menangis menjerit menceritakan setiap perjalanan hati yang lirih, meski sang waktu berbicara dengan nada yang lirih sambil di temani sang piano yang terus berbunyi dengan merdunya seperti melodi sendu yang menohok hati. Jarum jam terus berdetak kencang ke arah sumbu yang tak terbatas dengan penuh ke haluan aku terus bertanya kepada diriku sendiri, hari ini apakah akan lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya atau malah akan memberikan aku kesibukan uang sebenarnya membawaku pada rasa takut untuk memulai perubahan.


Suatu perjalanan hidup saat kamu mencoba melupakan setiap masa lalu yang udah terjadi tapi yang kamu alami adalah saat kamu melihat sosok orang yang ada di depan mata kamu ternyata tak lain dan tak bukan adalah sosok orang yang berbeda dari yang kamu kenal.

__ADS_1


Aku bukan pilihan, tapi aku juga tak sanggup untuk memilih. Rasanya ini tak adil bagiku, namun juga melewati setiap batas dalam hidupku. Aku yang berusaha untuk melupakan setiap hal yang ada dalam hidupku, aku yang hanya bisa mencoba untuk melupakan setiap masalah dalam hidupku.


***


__ADS_2