Masa Remaja

Masa Remaja
Episode 49


__ADS_3

...Cukup Sudah...


"Bu, Mie goreng pake telor satu!" Ujar Rian sambil mesen makanan


"Hadeuh, yang kemaren aja belum di bayar, sekarang mau mesen lagi!" Ujar Bu kantini


"Aduh Bu nanti juga saja bayar jangan kencang-kencang dong ngomongnya saya jadi malu nih!" Ujar Rian sembari berbisik ke Bu kantini


"Firasat gue ada yang lain!" Ujar Arya dalam hati


"Ya Lo yang mesen dah ya!" Jawab Rian


"Tapi sekalian Lo yang bayarin!" Ujarnya sembari memohon pada Arya


"Ia, ia ntar gue traktir, udah muka Lo jangan Lo manis-manisin udah kayak artis Korea aja Lo" ungkapnya


"Hehe, emang gue artis Korea dari lahir" jawab Rian sembari tersenyum


Kemudian, Rian gak sengaja numpahin minuman es jeruk milik Ara, alhasil mereka ribut. Tapi ditengah-tengah pertikaian itu malah memunculkan benih-benih cinta di antara mereka berdua.


***


Teori konspirasi bermula saat rembulan bertemu dengan malam, kemudian mereka menyapa dibalik kejauhan sembari menunggu sang fajar datang meski sebenarnya waktu fajar menyingsing itu sangat lama dan juga menyita waktu, kemudian rembulan terpaksa untuk menunggu datangnya matahari namun ketika fajar menyingsing, rembulan redup dan tak mampu menyapa matahari. Kisahnya hampir sama kayak kamu dan aku yang gak mungkin bisa bertemu karna banyaknya halangan dan juga rintangan, ditambah dengan kalkulasi waktu dimana fakta menyatakan bahwa rembulan dan matahari itu berbeda, matahari hanya ada saat pagi dan juga siang sedankan rembulan hanya ada dimalam hari. Sama kayak aku dan kamu yang gak mungkin bersatu karena kamu ya kamu sedangkan aku hanya seseorang yang menunggu di balik kejauhan sambil berkata "sudahlah, kamu mungkin sudah dengan yang lain" aku cuma bisa apa? Aku cuma seseorang yang membungkukkan badanku sambil bertahan dan gak sanggup buat berdiri kembali meski aku terjatuh.


Hanya diam yang merawat asa, dan hanya pelik yang melawan kerinduan karena hati ini mungkin bukan milik kamu dan aku juga bukan seseorang yang pantas buat kamu, terimakasih sudah kasih kenangan terindah meski kita cuma dua orang yang gak suka saling menyapa. Alam terkadang menyapaku dengan sapuan musim yang dibalut dengan langit yang tersenyum manis kepadaku, bak melodi musim semi terkadang ia merayuku dengan alunan melodi dan nada yang terlukis dengan merdu. Namun aku tak sadar, aku hanya bergeming tak sadarkan diri, renungku sambil mengelus dada "semoga aku dapat melihat mentari esok pagi" kemudian saat aku terbangun diantara sepi dengan pikiranku yang melayang aku selalu mengutuk diriku karena aku tak mampu mengubah alur perjalanan hidupku.


Aku barusadar bahwa cinta itu terkadang menyiksamu, dengan rayuan manja ia datang kemudian ia pergi kembali seperti kupu-kupu yang merayu sebuah bunga kemudian ia memetik sebuah kenangan dibalik keindahan. Aku bersyukur meski begitu aku juga tak semudah itu merangkai kata, aku terbiasa berpura-pura tersenyum meski sebenarnya aku membohongi diriku dengan sejuta ada yang ku coba untuk ku hindari. Dibalik kejauhan aku memilih untuk tetap setia sendiri dengan mencoba mengubur setiap kenangan yang pernah aku alami dalam-dalam, meski aku bukanlah seseorang yang sekuat itu untuk bisa tetap berdiri bertahan. Dalam keheningan malam aku berbisik dan berkisah kepada rembulan "sepi, aku tak ingin sendiri. Setiap permasalahan terjadi dan menghampiri aku terus-menerus seperti sebuah metamorfosis yang sempurna, padahal khayalku tak sejalan dengan kenyataan" dalam hati aku hanya bisa mengutuk diriku sendiri meski aku sadar aku cuma orang bodoh yang penakut dan juga selalu menghindar.


"Apa bedanya aku dengan sebuah rintik hujan, ia datang dengan tetesan kemudian pergi menggenangi dengan sebuah sapaan yang tak lain dan tak bukan hanya menyisakan luka"

__ADS_1


Kamu begitu berarti dan istimewa dihati selamanya rasa ini, tak mungkin terganti. Aku hanya terdiam diam seribu bahasa, namun kamu datang dan pergi menyisakan luka di dada. "Jangan hanya terdiam dan bersikap seolah hanya kamu yang tersakiti aku juga"


"Ngapain sih Lo udah jelas-jelas Lo numpahin minuman itu ke gue" ujar Ara


"Sorry gue gak sengaja!" Ujar Rian yang kalang-kabut ketika dia menumpahkan es jeruk milik Ara


"Tenang-tenang entar gue gantiin!" Ujar Rian yang kemudian membantu membersihkan tumpahan air es dan dia gak sengaja menyenggol betis Ara dan kemudian dia di tampar sama Ara


"Apaan sih Lo" GEPLAKkkkkjkj!!! Suara tamparan Ara yang nyaring terdengar hingga ke seisi sekolah


SMAN 1 Bandung bukan hanya SMA yang paling terkenal dengan siswa-siswinya yang sangat rajin dan juga pandai tetapi juga banyak dari mereka yang merupakan kalangan jet set atau anak orang kaya meski begitu di sekolah mereka tidak di bedakan antara yang satu dengan yang lainnya.


"Jadi kamu belum ngerjain PR juga gimana sih?" Ujar Bu Guru sembari memarahi Rian dan juga Arya dan akhirnya mereka di suruh berdiri di depan kelas, tapi bukan hanya Rian tapi Ara juga di hukum karena belum mengerjakan PR


Ajari aku tentang cinta, ajari aku tentang rasa sayang walaupun aku sadari bahwa aku bukanlah untuk mu tapi siapakah kau untuk jatuh cinta lagi dengan diriku. Dalam mimpi aku bertemu sosok laki-laki tampan berkuda putih yang datang menghampiri aku dengan penuh cinta dan kasih sayang aku menghampiri dirinya dan kemudian tiba-tiba ia menghilang bak di telan bumi, entah kemana sosok laki-laki tampan itu, saat aku sadar tiba-tiba aku malah jatuh dari kasurku. Dan aku mendengar suara jam weker yang berbunyi dengan keras dan menunjukkan pukul enam lewat dua puluh tanda bahwa aku telat bangun pagi.


"Ya ampun udah jam berapa nih!" Tegas ku sembari melihat jam weker di dekat laci kamarku


"Ternyata udah jam enam lewat dua puluh, mampus aku telat bangun" ujar ku sembari terburu-buru


Kemudian aku mandi cepat-cepat, dan aku menggunakan jurus andalan ku yaitu jurus gak sikat gigi tapi mandi dan juga jurus dandan dan pakai minyak wangi kebut-kebutan.


"Walaupun gak sempet sikat gigi yang penting aku cantik dengan parfum ku" ujar ku


"Hahhhh.. harum!" Ujarku menghembuskan nafasku


Kemudian aku beranjak ke lantai bawah untuk jalan menuju sekolahku.


"Eh Raisa kamu gak sarapan dulu!" Ujar ibuku

__ADS_1


"Nanti aja di sekolah!" Ujar ku sembari lari terburu-buru


"Hmm, anak itu" ujar ayahku yang sedang sarapan


Jarak terkadang membuatnya menjadi asing, membuat seseorang tak percaya akan kekuatan cinta. Silangit yang sama kamu berada, namun belum kamu temukan satu sosok pilihan-Nya.


Bagiku hidup hanya selalu hitam dan putih, kebahagiaan akan selalu berbanding lurus dengan kesedihan. Kita hanya menunggu waktunya bergiliran bukan?


Begitupun dengan kesunyian.


Hari ini terasa ramai, mungkin esok kita akan berdialog lagi dengan kesendirian.


Meski dalam keramaian aku masih merasa kesepian, entah kenapa sunyi sepi ku rasa tanpa seseorang yang bisa menemani ku di kesendirian ini, tak terasa sudah semakin jauh aku berjalan sendiri. Egois ku rasa bila aku mengeluh saja tanpa mau berusaha, entah kenapa goresan pena ku sampai pada titik kosong dimana tinta hitam yang ku tulis diatas kertas putih ternyata telah habis, setiap yang ku tulis sesuai dengan perjalanan hidup dimana hati menangis menjerit menceritakan setiap perjalanan hati yang lirih, meski sang waktu berbicara dengan nada yang lirih sambil di temani sang piano yang terus berbunyi dengan merdunya seperti melodi sendu yang menohok hati. Jarum jam terus berdetak kencang ke arah sumbu yang tak terbatas dengan penuh ke haluan aku terus bertanya kepada diriku sendiri, hari ini apakah akan lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya atau malah akan memberikan aku kesibukan uang sebenarnya membawaku pada rasa takut untuk memulai perubahan.


"Hmm... Andai saja ibu masih ada" ujarku sambil mengelus dada ku


Kembali nada berirama dengan merdu sayup terdengar gemericik hujan yang turun tetes demi tetes, aku baru teringat ini awal bulan November di mana setiap akhir tahun pasti musim penghujan, aku sampai lupa membawa payung padahal kereta sudah hampir tiba di stasiun.


"Bagaimana ini nanti aku kehujanan dan basah kuyup" ucap ku dalam hati


Sembari menunggu kereta tiba di stasiun, nampak ku lihat teman sekelas ku Raisa.


"Sepertinya aku mengenal gadis itu?" Ujarku dalam hati


"Bukan kah itu Raisa?" Ungkapku


Ehmm.


***

__ADS_1


__ADS_2