Masa Remaja

Masa Remaja
Episode 50


__ADS_3

...Nyanyi Lagu Cinta...


Kembali nada berirama dengan merdu sayup terdengar gemericik hujan yang turun tetes demi tetes, aku baru teringat ini awal bulan November di mana setiap akhir tahun pasti musim penghujan, aku sampai lupa membawa payung padahal kereta sudah hampir tiba di stasiun.


"Bagaimana ini nanti aku kehujanan dan basah kuyup" ucap ku dalam hati


Sembari menunggu kereta tiba di stasiun, nampak ku lihat teman sekelas ku Raisa.


"Sepertinya aku mengenal gadis itu?" Ujarku dalam hati


"Bukan kah itu Raisa?" Ungkapku


Ehmm.


***


Bukan kisah Romeo dan Juliet yang kisahnya apik tertulis dan juga di filmkan, bukan pula tentang Rama dan Shinta yang termasyhur. Bukan orang kaya, cuma orang biasa, bukan penulis tapi hanya seseorang yang ingin meluapkan setiap perasaan lewat bait kata-kata dan juga goresan tinta yang ku tuangkan bersama hati dan juga perasaan.


Bait semusim yang tertulis manis tentang kisah kasih aku bersamanya yang duduk di pelataran cinta bersama dengan hati ku yang selalu terngiang-ngiang akan bisikan cintanya yang begitu merdu, tanpa batas waktu yang terungkap tapi tak mampu ku ucap. Aku hanya seseorang yang memujanya di balik kejauhan, aku hanya hanya seseorang yang berusaha keras untuk tetap setia bersamanya meski aku hanya berada di balik kejauhan, jangan tanyakan perasaan ku jika kau tak bisa beralih dari masa lalu yang menghantuimu karena ini sungguh tidak adil.


Gemercik suara hujan yang deras dari tetesan air hingga terdengar kencang, gak cukup satu tapi ribuan genangan air itu menyapu bahuku dan membasahiku, aku hanya terdiam sembari membiarkan setiap genangan air hujan dan juga riuh suara angin berhembus kencang di wajahku. Aku bukan siapa-siapa, aku bukan sang sutradara yang menciptakan perjalanan hidupku yang terdokumentasikan menjadi sebuah film. Meski dalam keramaian aku masih tetap sendiri dan merasa kesepian, seperti hanya ada seekor kunang-kunang yang menemani di kesunyian. Aku hanya aku dan bukan dia, biar ku simpan rasa ini di kejauhan karena mungkin kau bukan untukku dan mungkin pula rasa ini suatu saat akan hilang dengan sendirinya.


Jalannya panjang tapi bukan berarti seperti jalan tol yang bebas hambatan, semuanya seperti penuh dengan hayalan yang membuatku terlena mungkin memang karena sejak awal aku belum pernah sadar akan perasaan ku padanya yang selama ini hanya aku simpan di dalam hatiku, meski dalam kejauhan aku hanya sebagai seorang tokoh fikugaran yang hanya lewat saja atau mungkin sekedar sebagai pengalih alur cerita atau skenario drama. Padahal sketsa yang telah di buat oleh sutradara jelas-jelas lambat laun membawaku ke tokoh utamanya.


"Ngapain kamu sa?" Tanyanya


"Eh kak Yudha!" Jawabku


"Ini aku mau ke rumah teman ku" ujarku sembari memperlihatkan buku-buku pelajaran yang akan aku pelajari di rumah kawanku


"Ywdh aku anterin aja, sekalian aku mau jalan juga ke depan" ujar kak Yudha sembari mengeluarkan motor miliknya yang merupakan motor Kawasaki Ninja 250R edisi terbaru.


"Ah, gak usah kak deket kok" jawabku


Sekarang kak Yudha tinggal di Bandung bersama neneknya, sedangkan rumah neneknya bersebelahan dengan rumahku. Dan kita satu komplek lagi, jadi aku dan kak Yudha sekarang kita jadi sering ketemu.


"Makasih kak!" Ujarku sembari turun dari motor kak Yudha


"Ia sama-sama, ywdh aku balik dulu" jawabnya


Sesampainya dirumah Fanya dia malah melihat kak Yudha ajah.


"Siapa Sa, cowok ganteng itu?" Tanya Fanya karena terkesima melihat kak Yudha yang tampan

__ADS_1


"Kepo deh kamu!" Jawab ku


"Masa kamu gak mau kasih tau aku sih Sa, sekali-kali kenalin aku lah" ujar Fanya sembari memegang tangan ku


"Ia nih masa gak mau kenalin kita si Sa!" Ujar Ara


"Kalian ini kali urusan cowok ajah nomor satu" ungkapku


"Owh iya btw kayaknya aku pernah liat deh cowok itu tapi dimana ya?" Ungkap Ara sambil berusaha mengingat peristiwa waktu di taman Minggu lalu.


"Apaan sih Ra?" Tanyanya


"Iya wajahnya tuh familiar banget, tapi aku pernah ketemu di mana ya?" Ujar Ara sambil berusaha mengingat


Minggu lalu...


"Capek!" Ungkapnya


"Lagian udah tau jauh kamu malah ikut!" Ujarnya


"Deh kan kamu yang ngajakin aku!" Jawabnya


"Makanya kamu harus sering berolahraga, jangan main hp mulu" ungkapnya


"Ada apa sih?" Tanyanya


"Enggak apa-apa kok!" Jawabnya sambil memalingkan wajahnya


"Kamu kalau begitu lucu banget!" Jawabnya sambil mengelus kepalanya


"Ih apaan sih" jawabnya sambil melepaskan tangannya


"Udah nih minum!" Ujarnya sambil memberikan sebuah botol berisi air minum


Lama sudah Ara dan Rian berkeliling taman sambil joging.


"Pagi-pagi kayak gini makan bubur enak nih!" Ujarnya


"Huh kami fikirannya makan mulu!" Ungkap Rian


"Ih kamu mah gitu!" Ujar Ara sambil merengut


Dia hanya terdiam tapi bukan berarti dia menutup-nutupi semuanya, dia hanya berusaha untuk tidak melakukan sesuatu hal yang terlihat bodoh, qpalagi di tambah dengan ayahnya yang kurang perduli padanya.

__ADS_1


"Apa artinya aku dimatanya!" Ujar Yudha yang hampir meneteskan air matanya


"Cowok itu siapa ya?" Ujar Raisa dalam benaknya


"Hei kamu!" Panggil Raisa


Nengok kanan kiri...


"Cewek itu kenapa sih?" Ujar Yudha dalam benaknya


"Iya kamu!" Ujar Raisa kembali seraya sambil mendekati cowok tersebut


"Kayaknya aku kenal kamu deh!" Ujarnya


"Siapa ya?" Ujar Yudha sambil geleng-geleng kepala


"Hmmm, masa kamu lupa sama aku, aku Raisa sepupu kamu Yudh!" Ujar Raisa sembari memeluk Yudha


"Kenapa gue awkward banget ya!" Ujar Yudha dalam benaknya


"Raisa? Kamu Raisa?" Tanyanya seperti kaget dan tak percaya karena di hadapannya ada seorang gadis cantik yang tiba-tiba memeluknya


Dan di balik pertemuan Raisa dan Yudha, di tengah-tengah perbincangan mereka ada Ara dan Rian yang sedari tadi sedang joging di taman.


"Ay, bukannya itu Raisa ya?" Tanya Ara


"Yang mana sih?" Tanya Rian


"Itu!" Ujar Ara sambil menunjuk ke arah ke dua pasangan yang sedang berpelukan mesra di taman


"Kamu ngapain sih pake ngeliatin orang pacaran!" Ujar Rian


"Yeh siapa yang ngeliatin, orang aku juga tiba-tiba ngeliat mereka kok!" Jawabnya polos


"Iya itu kayak Raisa, tapi cowok yang bersamanya siapa ya?" Tanya Rian


"Mana ke tehe!" Jawab Ara polos


"Hadeuhh!!" Ujar Rian


Jangankan untuk sekedar menyimpan rasa, untuk berkata-kata saja aku tak mampu, aku tak mampu dan tak berdaya untuk melihatnya, dia yang manja dan juga manis membuat aku selalu ingin bersamanya tetapi sayang dia saudari ku dia adalah sepupuku Raisa, aku baru teringat kalau Raisa tinggal di Bandung sementara aku di Jogja. Sudah lama sekali aku tak pergi ke Bandung karena aku memang tak terlalu dekat dengan Raisa, sementara sifat Raisa sangat hangat dan perhatian padaku membuat aku tersanjung.


***

__ADS_1


__ADS_2