Masuk Ke Dunia Novel

Masuk Ke Dunia Novel
Pembatalan Pertunangan


__ADS_3

"Terima kasih Oppa sudah datang," Airin menoleh pada Aidan yang sedang menyetir.


"Hm, maafkan Oppa, karena telat datangnya," Aidan balik meminta maaf, sambil mengelus rambut Airin.


"Oppa, akan minta Kakak ipar mu ,membantu mu berhias ya, mata mu, haih ... benar-benar ...," Aidan tidak meneruskan perkataannya hanya menggelengkan kepalanya.


"Iya, Ade tahu, pasti mengerikan," Airin menunduk.


Aidan hanya mengelus punggung adik nya, berusaha menenangkan nya, sedangkan tangan lain nya sibuk menyetir.


*****


"Nah, sudah selesai, setidaknya, mata panda mu, bisa sedikit di sembunyikan," Mellisa melakukan sentuhan terakhir pada riasan mata Airin.


"Terima kasih, Kak," Airin tersenyum puas.


"Lain kali ajarkan Ade make up ya," Airin tersenyum penuh harap, Dia merasa butuh belajar banyak hal.


"Iya siap tuan putri, Ayo Kita turun," Mellisa tersenyum dan mengajak Airin turun.


"Ayo," Airin tersenyum balik pada Mellisa.


Airin sudah berganti pakaian, dengan dress selutut masih dengan tema bunga agar terlihat lebih sopan di hadapan para tetua



Ketika turun, Airin di sajikan dengan pemandangan yang cukup menarik perhatian. Edward sedang di ceramahi oleh Tante Linda, wajah nya terlihat babak belur. sedang Alex sedang di ceramahi oleh Oma, wajah Alex pun tidak jauh berbeda dengan Edward. Kedua CEO perusahaan Multinasional nasional itu terdiam dengan sesekali mengangguk-angguk mendengar nasihat tetua mereka.


Airin menutup mulut nya dengan telapak tangan untuk menahan tawa nya dan mengalihkan pandangan ke tempat lain. Mellisa terlihat menghampiri Nenek dan Ibu yang sedang mengobrol.


"Sakura, Kamu tidak apa-apa sayang? aduduh mata nya, maaf kan Edward ya, Dia belum pernah pacaran jadi tidak tahu bagaimana memperlakukan perempuan," Tante Linda menghampiri Airin begitu melihatnya turun.


Masa? tapi Edward memperlakukan Mia dengan sangat baik Tante.


Ingin rasanya Airin berkata seperti itu pada Tante Linda.


"Edward, perempuan itu di sayang bukan di bikin menangis begini," Tante Linda kembali menceramahi Edward.


"Tidak apa-apa, Tante, semua hanya salah paham," Airin tersenyum dan ujung matanya melirik pada Alex yang tertunduk di ceramahi Oma.


"Iya mom," Edward mengangguk. Dia menatap Airin dan tersungging.


Seperti biasa, Sakura terlihat sangat cantik. Tetapi mengapa Dia melirik pada Alex, bukan padaku.


Edward merasa kesal, Dia mengalihkan pandangan nya ke arah taman belakang.


Airin melirik pada Edward, tetapi Edward melihat ke arah lain.


I Miss you Ed.


Ingin rasanya berlari ke pelukanmu tetapi jelas itu tidak boleh, jarak Kita begitu dekat tetapi mengapa terasa jauh.


Airin menghela napas lalu mengikuti Tante Linda menuju tempat duduk Sabrina.


"Duduk disini bersama Sabrina, ya, Kalian pasti sudah kangen kan? Tante mau mengobrol dengan Ibu mu, Oma Alex dan Nenek mu dulu ya," Tante Linda tersenyum lalu menuju perkumpulan Ibu-ibu dan nenek-nenek.


Edward dan Alex kemudian bergabung dengan grup Bapak-bapak. Ayah dan Paman Andrew terlihat tertawa melihat wajah babak belur kedua pemuda itu dan berbicara pada mereka yang membuat Alex dan Edward salah tingkah.


"Kak, Sabrina apa kabar? maaf Aku tidak sempat menengok mu," Airin memegang tangan Sabrina dan merasa bersalah.


Sabrina terpaksa harus menunda pernikahan nya karena tertembak saat kejadian penculikan Airin.

__ADS_1


"Kakak baik, Tidak apa-apa, Kakak kan di pindahkan ke Negara E sebelum Kamu sadar, Maafkan Kakak juga ya tidak bisa menjaga mu saat itu," Sabrina menggenggam tangan Airin dan menyatakan penyesalannya.


"Tidak apa-apa, bagaimana acara pernikahan nya?" tanya Airin.


"Tanggal dua puluh sembilan Juli, bulan depan, saat Kamu liburan semester," jawab Sabrina tersenyum sumringah.


"Wah, jadi tidak sabar, Kakak ingin hadiah apa?" tanya Airin, tersenyum lebar.


"Hm, sebagai hadiah pernikahan, Kakak ingin Kamu dan Edward segera bersatu, Kakak geregetan melihat Kalian," Sabrina menatap Airin.


"Itu sulit, Kak," Airin menunduk.


"Mengapa? Alek memang laki-laki yang sangat baik dan dapat di andalkan, Kakak terkejut saat tahu Dia menjadi tunangan mu. Tetapi sebagai seorang Kakak, tentu saja Kakak ingin Edward bahagia, pilihlah Edward, Pinky, Dia sangat mencintai mu," Sabrina menatap penuh harap pada Airin.


"Justru Sakura tidak yakin Edward mencintaiku dengan tulus," jawab Airin, Dia mengalihkan pandangannya.


"Mengapa? Dia tulus Pinky," tanya Sabrina merasa penasaran.


Airin terdiam, matanya berkaca-kaca. Dia langsung melihat ke atas agar air matanya tidak keluar.


Sabrina memperhatikan gerak-gerik Airin dan menatap nya dalam.


Ternyata Pinky mencintai Edward, tetapi Mengapa Mereka saling menjaga jarak?


"Disini memang kurang tepat untuk membicarakan hal ini, bagaimana kalau Kita jalan-jalan berdua, Sabtu depan?" tanya Sabrina.


"Sabtu depan, Sakura sudah punya janji dengan teman-teman kampus," Airin mencoba menolak ajakan Sabrina.


"Kalau begitu Sabtu depan nya lagi, bagaimana?" tanya Sabrina, tidak menyerah.


Airin terdiam. Dia tidak ingin membicarakan Edward dengan Sabrina.


Airin melihat tatapan penuh harap dari Sabrina dan benar Mereka akan lebih sulit bertemu setelah Sabrina menikah.


"Baiklah Kak," Airin menyetujui nya dan tersenyum.


"Bagus, deal ya," Sabrina tersenyum puas.


Airin mengangguk dan tetap tersenyum.


Terdengar suara Nenek yang nyaring,


"Ayo, Kita makan siang dulu, sudah terlambat satu jam setengah karena insiden hari ini," Nenek melirik pada Alex dan Edward.


"Maaf, Nek," ucap Mereka berbarengan.


Semua menuju meja makan dan acara makan siang bersama mulai berlangsung dengan berbagai macam menu yang disajikan secara bertahap.


Untuk hidangan pembuka makan siang hari ini ada beberapa pilihan yaitu quiche (pai telur yang gurih), crepe, berbagai macam amuse bouce (potongan kecil puff pastry dengan toping dan rempah-rempah) lalu hidangan utama nya beberapa pilihan daging dan ikan, sedang kan pilihan hidangan penutup nya ada es krim, puding buah, keju, buah-buahan, pannacotta coklat karamel dan custard.


Setelah acara makan siang bersama semua berkumpul di ruang keluarga.


"Hari ini Kita akan membahas mengenai anak-anak Kita tersayang, Airin, Edward dan Alex," Nenek memulai membuka pembicaraan.


"Entah siapa yang mengijinkan, sehingga Airin memiliki dua tunangan sekaligus yang pada akhirnya nya membuat kekacauan beberapa bulan ini, terutama hari ini" Nenek berbicara to the point.


Ibu dan Ayah menunduk, merasa semua tatapan di ruangan itu tertuju pada mereka.


Edward dan Alex pun tidak luput jadi tatapan semua orang.


"Tetapi, sebagai kepala keluarga Suharja, Nenek memutuskan kedua pertunangan ini dibatalkan, untuk kebaikan bersama," Nenek mengedarkan pandangannya ke segala arah.

__ADS_1


ruangan menjadi ramai.


"Tapi, Nek --," ucap Alex dan Edward berbarengan lagi, lalu saling memberikan tatapan listrik nya.


"Kalian tidak terima?" tanya Nenek.


Semua yang hadir mengangguk kecuali Airin, Aidan dan Mellisa.


"Baiklah, baiklah kalau begitu, Kita tangguh kan sampai tiga tahun ke depan," ucap Nenek.


"Alex, Edward, Kalian sudah dewasa dan mapan. Kalian pun sudah terbiasa menghadapi kerasnya persaingan dalam keluarga Kalian dan dunia luar. Tetapi cucuku Airin masih kuliah, masih harus banyak belajar apabila memang akan mendampingi salah satu dari Kalian," Nenek menjelaskan.


"Menjadi istri dari seorang pewaris utama Keluarga Adams atau Mendoza, bukan lah hal yang mudah, bukankah begitu Lily? Linda?" Nenek bertanya kepada Oma nya Alex dan Ibu nya Edward.


Mereka berdua mengangguk, setuju.


"Saat ini Ade belum siap menghadapi tekanan yang akan datang dari segala arah saat Dia menjadi istri salah satu dari Kalian berdua," Nenek kembali menjelaskan.


"Dalam hidupnya yang baru menginjak dua puluh tahun, Ade sudah tiga kali koma, saat kecil, saat jatuh dari tangga dan saat penculikan. Bayangkan entah apalagi yang akan Dia hadapi, bila sekarang Dia menikah dengan salah satu dari Kalian?" Nenek menunjuk kepada Edward dan Alex yang terdiam.


Edward menyadari kebenaran dari kata-kata Nenek. Saat ini Dia belum bisa melindungi Sakura, sehingga Sakura harus menderita karenanya.


Alex terkejut saat tahu Airin pernah mengalami koma saat kecil, sekaligus menjawab pertanyaan nya mengapa Dia tidak menemukan Airin dulu. Ucapan Nenek Airin pun benar, masuk ke dalam keluarga Mendoza berarti siap ' bergaul ' dengan para mafia kelas kakap.


"Nenek tidak ingin membelenggu Kalian dalam ikatan selama tiga tahun, jadi untuk Alex dan Edward, cari lah perempuan yang lebih baik dari Ade," Nenek menatap bergantian pada Alex dan Edward


"Dan Ade carilah laki-laki yang lebih baik dari Mereka, hehehe ...," Nenek menatap pada Airin, lalu menunjuk pada Edward dan Alex kemudian terkekeh.


Airin tersenyum, sedangkan Edward dan Alex merasa kesal melihat Airin yang tersenyum.


"Datanglah lagi tiga tahun yang akan datang bila memang Ade, benar-benar pilihan hati Kalian. Nenek pastikan Airin akan memilih saat itu dan tidak akan menunda pernikahan lagi," Nenek menjelaskan dan meyakinkan semua orang yang hadir.


Semua yang hadir setuju dan merasa apa yang diucapkan Nenek itu sangat bijaksana.


"Jadi, Alex, lepaskan cincin di jari manis Ade sekarang," perintah Nenek pada Alex.


"Tapi Nek--," Alex merasa ragu-ragu, Dia khawatir pada Airin yang ceroboh.


"Alex, lepaskan!" perintah Oma tegas.


"Baik, Oma," Alex mengambil telepon genggam nya, membuka sebuah aplikasi lalu memasukan kode tertentu.


Klik


Terdengar suara dari cincin Airin.


Airin melepaskannya, dan memberikan cincinnya pada John, asisten nenek nya, yang kemudian diberikan kepada Alex.


Senyum Edward tersungging melihat kejadian itu.


"Pembicaraan nya Kita Akhiri di sini," Nenek bangkit lalu menghampiri Oma nya Alex.


"Lily, mari Kita mengobrol, sudah lama Kita tidak bertemu, banyak hal yang ingin Aku ceritakan padamu, Aku butuh teman curhat," ucap Nenek pada Oma nya Alex.


"Tentu saja Grace, Ayo Kita berkeliling taman mawar, Aku penasaran sejak pertama kali datang, tempatnya terlihat sejuk," Ajak Oma nya Alex.


Mereka pergi bersama para asisten tanpa memperdulikan yang lain.


*******


...Terima kasih untuk semua Readers 🤗...

__ADS_1


__ADS_2